ads

Opini

Rangkaian Kata-kata Ungkapan Terima Kasih Yang Tak Cukup Buat Sahabat Plimbers

Rangkaian ungkapan terima kasih buat para sahabat Plimbers yang telah memberiku semangat baru dalam menulis.

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) - Final Chapter

â€Bau bensin!!, mobil akan meledak!!!†Ringgo berlari sambil berteriak mengagetkan yang lain. Spontan yang lain pun kaget dan mempercepat langkahnya berlari meninggalkan mobil yang akan meledak.

Hanya berselang sepuluh detik saja begitu Ringgo berteriak, mobil pun meledak keras. â€BBUUUUMMM!!!!â€

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) Chapter 12

Kayla pucat pasi begitu melihat adegan tabrakan di depan matanya, ia teringat Choky berada di mobil itu. Air matanya mengalir deras, ia menutupi bibir manisnya sambil menangis terisak. Kayla masih sempat melihat mobil itu terjungkal berkali-kali sebelum akhirnya berhenti sendiri dalam keadaan terbalik. â€NOOOOO!!!â€

Bagaimana nasib Choky selanjutnya? Apakah akan berakhir tragis?

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) Chapter 11

Teriakan yang lantang dari belakang mengejutkan Benni. Ia terkesiap. Spontan ia menghentikan  langkah  kakinya  dan  berbalik  arah.

Seorang laki-laki berbadan tegap berdiri dihadapannya. Ia tak lain adalah Ringgo.

Benni kaget begitu melihat Ringgo. Ia tidak menyangka jika ia akan bertemu lagi dengan orang yang pernah ditembaknya dulu. Ia pun memasang kuda-kuda.

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) Chapter 10

Choky tidak bisa melepaskan pandangannya. Sebuah rumah hunian megah bertingkat dua berdiri kokoh di hadapannya. Halamannya yang luas dan indah membentang bagai permadani cantik berwarna-warni. Tengah halaman dihiasi dengan kolam air mancur dengan patung seorang anak laki-laki kecil yang sedang mengambil air kolam. Ikan-ikan koi berwarna warni dengan lincah berenang kesana-kemari di dalam kolam. Bermacam-macam batu koral di tepian dan dasar kolam ikut memperindah kolam yang berbentuk lingkaran itu.

Choky tidak dapat mengerjapkan matanya sedikitpun. Ia belum pernah melihat rumah semewah ini. Ia hanya bisa melongo melihat keindahan rumah bergaya Eropa yang berkelas ini.  

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) Chapter 9

Choky membuka matanya perlahan. Kelopak matanya terasa berat dibuka. Samar-samar ia melihat keadaan sekitarnya. Gelap dan berbayang-bayang. Ia masih belum menyadari kalau ia kini berada di tempat yang tidak dikenalnya. â€Ma....maa...†Choky berteriak pelan. Suaranya nyaris tak terdengar. â€Mama...†ia memanggil mamanya sekali lagi, tapi tidak terdengar jawaban.

Tak lama Choky pun tersadar, ia sudah tidak berada lagi di kamar Kayla. Ia mulai ketakutan. Sesak menyelimuti tubuhnya dan  bergemuruh di dadanya, seperti mau meledak. Tubuhnya mendadak kaku. Ia mencoba membuka suaranya sekali lagi, tapi mulutnya tercekat. 

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) Chapter 8

Suti bergegas menghubungi Kayla. Pusing di kepala kini muncul lagi. Dengan susah payah ia memencet tombol Hp-nya. Matanya mulai berkunang-kunang. Rasanya mau pingsan, tapi ia mencoba bertahan. Majikannya harus tahu peristiwa ini sekarang juga!

Fiksi

Ketika Cinta Bicara (When Love Talks) Chapter 7

Nina memelankan laju mobilnya saat hendak berbelok ke kiri. Saat itulah tanpa disengaja, ia melihat seorang lelaki yang dikenalnya sedang mengendarai kereta butut lewat di depan mobilnya. Nina terperangah. Itu kan bapaknya Choky?, batin Nina. Mau kemana dia? Nina penasaran. Tanpa basa-basi, Nina pun memutuskan untuk mengikuti kereta Tumpal dari belakang. Agar tidak curiga, Nina membuntuti Tumpal agak jauh sambil konsentrasi memperhatikan kereta Tumpal agar tidak hilang dari pandangan.

Loading…