article

Plastic Tree dan Wajah Melankolis dari Visual Kei

Plastic Tree dan Wajah Melankolis dari Visual Kei

Plastic Tree dan Wajah Melankolis dari Visual KeiBand Plastic Tree

Ketika saya mendengar istilah Visual Kei, yang pertama terbayang dalam benak saya adalah rambut dengan gaya yang cukup ekstrem, riasan tebal, pakaian serba gelap, serta penampilan panggung yang teatrikal. Namun, nyatanya V-Kei tidak terpaku hanya dalam ruang lingkup tampilannya saja. Di balik penampilannya, terdapat hubungan erat antara musik, fashion, identitas, dan cara seorang musisi menciptakan dunianya sendiri.

 

ads

Jepang menjadi tempat berkembangnya kultur ini sejak akhir 1980-an. Seiring waktu, Visual Kei melahirkan berbagai macam karakter dan pendekatan dalam dunia musik maupun fashion. Ada band yang tampil dengan estetika gothic, ada yang mengambil inspirasi dari glam rock, sementara yang lain justru menggunakan penampilan yang lebih eksperimental dan sulit dikategorikan. Salah satu band yang menarik untuk melihat perkembangan tersebut adalah Plastic Tree.

 

Visual Kei, atau yang sering disingkat menjadi V-Kei, merupakan sebuah gerakan musik dan budaya Jepang yang menempatkan unsur visual sebagai bagian penting dari identitas sebuah band. Musik rock menjadi menjadi fondasinya, tetapi penampilan, kostum, makeup, gaya rambut, artwork, hingga pertunjukan panggung ikut membentuk pengalaman yang ditawarkan kepada pendengar. Kemunculan V-Kei tidak dapat dipisahkan dari perkembangan rock di Jepang pada era 1980-an. Band seperti X Japan memperlihatkan bagaimana musik rock dapat dipadukan dengan penampilan yang sangat teatrikal. Sementara itu, BUCK-TICK turut menunjukan bahwa fashion dan atmosfer dapat menjadi bagian self-expression dari karakter sebuah band.

 

Dari sinilah Visual Kei berkembang menjadi sebuah scene yang sangat beragam. Karena itu, V-Kei sebenarnya sulit untuk dianggap sebagai satu genre musik dengan karakter suara tertentu. Dua band yang sama-sama disebut V-Kei dapat memiliki rasa musik yang sangat berbeda. Justru kebebasan tersebut yang membuat V-Kei menarik. Visual menjadi sebuah medium untuk menerjemahkan musik dan identitas seorang musisi ke dalam bentuk yang dapat dilihat.

 

Di tengah perkemahan sceme tersebut, Plastic Tree muncul pada 1993. Berasal dari Chiba, Jepang, band ini kemudian dikenal melalui musik yang memiliki karakter melankolis, atmosferik, dan eksperimental.

 

Plastic Tree Memang sering ditempatkan dalam kategori Visual Kei. Namun, mendengarkan musik mereka menunjukkan bahwa identitas band ini tidak berhenti hanya pada penampilan. Musik mereka banyak memainkan atmosfer. Gitar yang terkadang terdengar seperti mellayang, vokal mellow yang khas, serta permainan ritme yang dapat berubah dari lembut menjadi intens hanya dalam sekejap, menciptakan dunia yang terasa jauh dari rock konvensional.

 

Hal tersebut membuat Plastic Tree memiliki posisi yang cukup unik dalam scene V-Kei. Mereka tidak harus selalu terdengar agresif atau tampil dengan estetika yang sangat ekstrem untuk mempertahankan identitasnya. Visual mereka terlihat gelap, tetapi tidak selalu mengandalkan simbol-simbol gothic secara berlebihan. Penampilan mereka memang mengalami berbagai perubahan sepanjang karier, tetapi estetika mereka sering terasa lebih dekat dengan sesautu yang melankolis, kesan asing, sendu, dan sedikit surreal yang akhirnya menjadi bagian dari daya tarik mereka.

 

Plastic Tree dan Wajah Melankolis dari Visual Kei

 

Salah satu aspek paling menarik dari Plastic Tree adalah bagaimana musik mereka terasa seperti sebuah ruang. Lagu-lagu mereka memiliki melodi yang mudah diingat, bahkan mampu juga menciptakan suasana tertentu. Ada perasaan sepi, nostalgia, kebingungan, bahkan fantasi yang muncul dari perpaduan antara musik dan vokal. Mereka mampu membangkitkan daya khayal kita atas musiknya (walaupun, jelas saya tidak bisa mengerti karna liriknya berbahasa Jepang).

 

Jika visual adalah cara sebuah band memperlihatkan identitasnya , maka musik adalah cara mereka membuat pendengar masuk ke dalam identitas tersebut. Plastic Tree menggabungkan keduanya dengan cerdik, pendengar tidak hanya mendapatkan sebuah lagu, namun ikut masuk ke dalam sebuah kultur.

 

Perjalanan Plastic Tree juga memperlihatkan bagaimana Visual Kei terus berubah. V-Kei yang muncul pada akhir 1980-an, 2000-an, hingga era modern. Estetika berubah, teknologi berubah, dan cara musisi berinteraksi dengan penggemar juga berubah. Yang penting dari kultur dan pergerakan ini adalah bagaimana seseorang ataupun sebuah kolektif mampu membangun dunia yang terasa autentik bagi mereka sendiri. Itulah alasan Visual Kei tetap menarik hingga saat ini, dikala semuanya serba sama dengan sentuhan personal yang minim, tetapi V-Kei ingin menciptakan sebuah dunia untuk dilihat, didengar, dirasakan.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads