article

Dune dan Dampaknya Terhadap Karya Seni Fiksi Ilmiah Modern

Dune dan Dampaknya Terhadap Karya Seni Fiksi Ilmiah Modern

Dune dan Dampaknya Terhadap Karya Seni Fiksi Ilmiah ModernScene pertarungan dari film Dune: Part Two

Sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1965, novel “Dune” karya Frank Herbert telah menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah genre fiksi ilmiah. Novel pertama dari waralaba Dune yang berjudul Dune (1965), bercerita tentang masa depan yang jauh disana, terdapat seseorang yang bernama Duke Leto Atreides yang ditugaskan oleh The Emperor untuk bersiap-siap meninggalkan planet biru yang indah dan nyaman, Caladan dan pergi ke planet gersang penuh gurun, Arrakis, yang seringkali disebut “Dune”. Tugas yang diberikan kepadanya, mengambil alih produksi spice (rempah). Spice, sebuah material atau sumber daya natural yang sangat berharga yang hanya dapat dibudidayakan di Arrakis. Yang dimana, sangat berbahaya karna planetnya merupakan lahan tandus yang tidak layak huni, diisi dengan dengan sandworms (cacing pasir) yang berbadan sangat besar. Jika ada 1 hal yang diketahui tentang Dune oleh mereka yang tidak membaca Dune, itu adalah para sandworms, bahkan mungkin juga menjadi hewan buas luar angkasa paling ikonik dalam semua literasi fantasi.

 

Karya Dune ini tidak hanya menawarkan cerita petualangan di masa depan, tetapi juga menghadirkan dunia yang penuh dan kaya akan budaya, politik, agama dan ekologi. Berbeda dengan banyak novel pada masanya yang berfokus pada teknologi dan eksplorasi luar angkasa, Novel Dune mengajak para pembacanya untuk ikut memikirkan lebih lanjut tentang hubungan antara manusia, kekuasaan, dan lingkungan. Gagasan-gagasan ini kemudian merevolusi bagaimana cara sineas membangun cerita fiksi ilmiah modern. Bahkan hingga kini, jejak pengaruh Dune masih terlihat dalam berbagai karya di layar lebar, seperti franchise Star Wars dan Avatar (2009).

ads

 

Tapi usaha membawa cerita Dune ke layar lebar bukanlah jalan yang mudah. Cerita Dune yang orisinal terkenal sulit dipahami oleh orang-orang, dipenuhi dengan monolog internal, sistem faksi politik yang kompleks dan ekosistem dengan latar cerita detail. Mentranslasi cerita ini ke layar lebar telah menantang para pembuat film hingga berpuluh-puluh tahun lamanya. Sejarah percobaan adaptasi layar lebar dari novel Dune yang lumayan dikenal, adalah sebagai berikut:

  1. Alejandro Jodorowsky's Dune (1970)
    Pada 1970, Sutradara Alenjandro Jodorowsky mencoba mengadaptasikan Dune dengan versi penuh khayalan yang pada akhirnya harus gagal dan runtuh sebelum filmnya selesai. Lalu, prosesnya didokumentasikan dalam film dokumenter Jodorowsky's Dune (2014).
  2. David Lynch's Dune (1984)
    Disutradai oleh David Lynch, adaptasi ini mencoba untuk merangkum keseluruhan bukunya dalam 1 film. Hasilnya, narasi yang berbelit-belit dan masalah pada tempo cerita yang keluar dari jalur cerita orisinalnya.
  3. Frank Herbert's Dune (2000)
    Siaran kabel Syfy (dikenal juga sebagai Sci-fi) menayangkan miniseries fiksi ilmiah "Frank Herbert's Dune" yang disutradai John Harrison. Walau dapat merangkum cerita Dune yang panjang, kekurangannya berasal dari budget yang minim.
  4. Dune: Part One (2021)
    Adaptasi film yang 'berhasil' menceritakan kembali Dune ke layar lebar. Disutradai oleh Denis Villeneuve, film ini merangkum buku Dune menjadi 3 bagian. "Dune: Part One" dan "Dune: Part Two" yang sekarang sudah berhasil memuaskan penonton, dan penutup epiknya "Dune: Part Three" yang akan rilis pada Desember 2026 nanti.

 

Dune dan Dampaknya Terhadap Karya Seni Fiksi Ilmiah ModernConcept art buatan Jean "Moebius" Giraud untuk Jodorowsky's Dune

 

Dune banyak mengambil cerita dengan latar belakang yang terinspirasi dari timur tengah. Ketertarikan Frank Herbert dengan timur tengah berkaitan dengan penelitiannya tentang gurun pasir dan pengetahuannya tentang sejarah-sejarah dari kepercayaan di dunia, ini membawa Frank Herbert ke studi tentang bahasa Arab. Sepanjang Dune, Herbert menggunakan dan merubah beragam kata dan konsonan Arab untuk menjadi istilah dan penyebutan di Arrakis. Seorang profesor bahasa Arab menunjukan bahwa kata yang digunakan oleh para Fremen (orang-orang gurun pasir yang juga terinspirasi pengembara yang berada di timur tengah) untuk menyebut sandworms, “Shai Hulud”  memiliki kemungkinan besar diambil dari bahasa Arab. kata “Shai Hulud” bisa memiliki makna sebagai “sesuatu yang abadi” atau “sesuatu yang bertahan selamanya”.

 

Salah satu warisan terbesar dari novel Dune adalah konsep world-building yang sangat mendalam. Frank Herbert tidak hanya menciptakan planet Arrakis sebagai latar cerita, tetapi juga membangun latar belakang sejarah, bahasa, sistem politik, hingga alam dan ekosistem yang saling berkaitan. Setiap elemen dalam dunia tersebut memiliki fungsi dan alasan keberadaannya, sehingga Arrakis terasa seperti dunia yang benar-benar hidup. Pendekatan ini menjadi inspirasi bagi banyak pembuat film untuk membentuk dan menghadirkan dunia fiksi yang tidak sekedar indah secara visual, tapi juga memiliki logika dan identitas yang kuat. World-building harus menjadi salah satu aspek penting yang diperhatikan dalam sebuah cerita, untuk novel maupun produksi fiksi ilmiah berskala besar.

 

Dune mengubah cara cerita fiksi ilmiah memandang politik. Konflik dalam novel tidak hanya berasal dari pertempuran tetapi juga dari perebutan kekuasaan, strategi antarkelompok, dan kepentingan ekonomi. House Atreides (Persekutuan Atreide) dan House Harkonnen (Persekutuan Harkonnen) menjadi contoh bagaimana intrik politik dapat menjadi pusat cerita didalam genre fiksi ilmiah tanpa mengurangi unsur petualangan.

 

Pada Akhirnya, kekuatan utama dari sebuah cerita terdapat didalam ide-idenya. Dune memiliki ide-ide yang tidak hanya unik dan baru, tetapi juga terus relevan dari generasi ke generasi. Novel Dune karya Frank Herbert telah mengubah cara dunia memandang fiksi ilmiah, dari yang dulunya hanya sekedar cerita tentang masa depan menjadi media yang dapat mendorong dan mengeksplor persoalan manusia dengan lingkungannya. Melalui warisan tersebut, Dune layak disebut sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam dunia fiksi ilmiah.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads