article

Mengenal Baroque: Menelusuri Gaya Seni yang Penuh Emosi

Mengenal Baroque: Menelusuri Gaya Seni yang Penuh Emosi

Dalam sejarah seni, setiap zaman memiliki caranya sendiri dalam menggambarkan bagaimana manusia melihat dunia di sekitarmya.  Perubahan zaman, pemikiran, dan kehidupan masyarakat juga turut memengaruhi bagaimana para seniman menciptakan sebuah karya, menciptakan gaya visual yang berbeda dari masa sebelumnya. Dari berbagai perubahan tersebut, muncul  gaya-gaya baru yang memiliki karakter dan identitasnya masing-masing. Salah satu gaya yang memiliki karakter kuat dan meninggalkan jejak besar dalam sejarah seni Barat adalah Baroque. Baroque hadir sebagai salah satu periode yang memiliki identitas visual yang begitu kuat.

 

Baroque merupakan gaya seni yang berkembang di Eropa sejak akhir abad ke-16 dan mencapai puncak perkembangannya pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18 (Baroque berkembang setelah era Renaissance). Istilah “Baroque” berasal dari kata berbahasa Portugis “barroco” yang berarti sebuah mutiara yang tidak sempurna, beragam, atau berbentuk salah. Dulunya digunakan oleh para kritisi seni pada abad ke-19 untuk mengejek gaya berseni dari abad ke-17 yang kekurangan proporsi yang jelas dan bersih milik era Renaissance. Namun seiring waktu berjalan, kata “Baroque” kehilangan makna negatifnya dan berubah menjadi istilah untuk menggambarkan sebuah pendekatan artistik (arsitektur, musik, dansa, lukis, pematung dan puisi) yang memiliki karakter kuat, dilebih-lebihkan, atau bahkan asing.

ads

 

Baroque muncul sebagai gaya berseni yang jauh lebih dramatis dibandingkan Rennaisance, dengan emosi yang begitu mendalam. Gaya Baroque menggunakan kontras tinggi, gerakan, detail yang kaya, warna yang dalam, dan kemegahan untuk memberikan kesan indah dan membuat kita kagum. Baroque muncul setelah era Renaissance (dengan gaya berseni Mannerism sebagai jembatan dari Renaissance menuju Baroque), gaya ini awalnya muncul di Roma pada awal abad ke-17, lalu mulai menyebar dengan cepat ke sisa penjuru Italia, Prancis, Spanyol dan Portugal, lalu ke Austria, penjuru selatan Jerman, Polandia, dan Russia. Lalu pada tahun 1730an, Baroque berubah menjadi gaya yang lebih flamboyan (mencolok) dengan nama Rocaille atau Rococo, yang muncul di Prancis dan pertengahan Eropa hingga  akhir abad ke-18. Gaya ini didukung dan diadaptasi oleh Gereja Katolik pada 1545-1563, sebagai respon terhadap reformasi Protestan. Fase pertama dari kontra-reformasi telah membuka beragam gaya berseni dalam arsitektur religius yang lebih menarik bagi para penggiat seni dibandingkan dengan mereka jemaat gereja. Karna itu Konsili Trento memilih untuk lebih menarik audiens awam, dan mendeklarasikan bahwa seni harus mengkomunikasikan dengan dalam dan pendekatan emosional secara langsung. Inilah beberapa ciri dari seni Baroque:

  1. Dramatis
    Penggunaan cahaya dan bayangan yang kuat menciptakan efek dramatis.
  2. Emosional
    Ekspresi dan gestur tubuh dari para karakter yang dibuat lebih hidup dan intens.
  3. Dinamis
    Banyak gerakan, gestur, dan komposisi diagonal yang tidak statis, memberikan kesan hidup.
  4. Megah
    Dipenuhi hiasan, ornamen, serta bentuk dekoratif yang rumit dan berlebihan.
  5. Realistis
    Manusia dan objek digambarkan secara lebih natural.
  6. Teatrikal
    Menampilkan adegan pada momen yang paling intens untuk menciptakan kesan takjub dan ketegangan

 

Salah satu contoh paling terkenal dari gaya seni Baroque dalam bentuk lukisan “the Calling of Saint Matthew” ciptaan Caravaggio sekitar tahun 1600. Caravaggio menggunakan sinar cahaya di sebuah ruangan gelap, mengikuti arah tangan dari Christ’s yang menggambarkan kedatangan yang ilahi didalam situasi yang biasa-biasa saja. Dengan gerakan dari tangan Jesus yang menunjuk kedepan, mirip dengan tangan dari Tuhan didalam lukisan Creation of Adam. Matthew membalasnya dengan pose tangan yang menunjuk ke dadanya sendiri, seperti sedang bertanya dengan kaget. Caravaggio menggunakan teknik tenebrism (kontras yang esktrim antara gelap dan terang) untuk menciptakan drama dan mengarahkan fokusnya terhadap inti interaksi di dalam lukisan.

 

Mengenal Baroque: Menelusuri Gaya Seni yang Penuh Emosi

The Calling of Saint Matthew ciptaan Caravaggio

Pendekatan gaya seni Baroque dalam segi patung dapat dilihat dari beberapa ciri khasnya, seperti, pose atau gerakan patung yang sedang bergerak dan dinamis, memberikan kesan emosi yang berakar dari psikis atau spiritual, tekstur dari pahatan yang mengilusikan objek lain seperti kulit dan kain dengan realistis, seringkali juga patungnya berinteraksi dengan ruangan di sekitar, seperti cahaya tersembunyi atau arsitektur yang memberikan pengalaman multisensor. Contoh terbaik untuk menggambarkan ini adalah karya-karya seni patung dari Gian Lorenzo Bernini, terutama “Ecstasy of Saint Teresa” sebuah patung berbahan marmer yang terletak di Gereja Santa Maria della Victoria, Roma. Menggambarkan sebuah kejadian yang diambil dari cerita ekstasi religi tentang pertemuan Teresa dan malaikat. Teresa terlihat sedang terbaring diantara awan dengan malaikat yang membawa tombak emas inign menusuknya, kejadian ilahi ini dilengkapi dengan adanya ornamen sinar-sinar plester yang berlapis emas, ditambah dengan cahaya dari jendela tersembunyi di atasnya, memberikan kesan sebuah kejadian misterius yang ilahi.

 

Mengenal Baroque: Menelusuri Gaya Seni yang Penuh EmosiEcstasy of Saint Teresa ciptaan Bernini

 

Gaya berseni Baroque juga berkembang dalam dunia arsitektur, terlihat dengan bangunannya yang ukurannya yang besar dan monumental berbahan marmer dengan detail indah, dekorasi yang rumit dan penuh ornamen mewah, pennggunaan bentuk melengkung seperti kubah, kolom, dan lengkungan yang membuat bangunan terlihat bergelombang dan bergerak, lukisan quadratura di dinding yang mengilusi mata yang melihatnya. Semua elemen ini memberikan kesan kuasa yang besar dan keagungan ilahi, salah satu contoh bangunannya adalah Château de Versaille. Terletak di Versailles, Prancis adalah sebuah bangunan istana megah milik seorang bangsawan dengan kurang lebih 2,300 ruangan didalamnya.

 

Mengenal Baroque: Menelusuri Gaya Seni yang Penuh EmosiThe Palace of Versailles di Prancis

 

Pengaruh dari Baroque masih terlihat hingga saat kini. Tata letak cahaya yang harus diatur agar memberikan kesan suatu emosi dramatis menjadi komponen penting di dalam seni fotografi, sinema, dan seni digital. Pengunaan ukuran yang besar dan geometri dinamis dengan detail kecil yang abstrak ikut juga digunakan dalam instalasi seni.

 

Sebagai salah satu periode penting dalam sejarah seni Eropa, Baroque menunjukan bagaimana seni dapat berkembang walau menjadi berbeda dari masa lalu dan tetap berhasil sebagai jalan untuk manusia mengekspresikan dirinya. Gaya ini meninggalkan pengaruh yang luas dan tetap dapat kita rasakan hingga saat ini, Baroque merupakan bagian penting dalam perjalanan perkembangan seni dan budaya visual.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads