article

Kenapa Logo Brand Sekarang Makin Simple?

Kenapa Logo Brand Sekarang Makin Simple?

Coba lihat logo brand yang sering muncul di media sosial atau di sekitar kita. Mungkin ada satu hal yang terasa berbeda kalau dibandingkan dengan logo di masa lalu. Banyak logo sekarang kelihatan lebih polos, bentuknya lebih sederhana, tulisannya tidak yang rumit, bahkan ada yang hanya mengubah jenis huruf atau sekedar merapikan bentuk lama.

Buat Sebagian orang, perubahan seperti ini malah terlihat aneh. “Dulu logonya bagus, kenapa sekarang malah jadi biasa aja?” Pertanyaan seperti itu cukup sering muncul setiap kali sebuah brand mengganti identitas visualnya. Padahal, logo yang terlihat sederhana atau simple belum tentu dibuat dengan cara yang sederhana juga.

Ada alasan kenapa banyak brand mulai meninggalkan logo yang terlalu ramai.

ads

Logo harus tetap Kelihatan Dimana saja

Dulu sebuah logo mungkin lebih sering kita lihat di papan toko, spanduk, kartu nama, atau di kemasan. Sekarang tempatnya jauh lebih banyak, logo bisa muncul sebagai foto profil Instagram, ikon aplikasi, website, iklan, sampai layer kecil yang ukurannya tidak Seberapa.

Masalahnya, tidak semua logo cocok diperkecil

Logo dengan banyak detail biasanya terlihat bagus ketika dicetak besar. Namun, saat ukurannya mengecil, garis-garis kecil dan ornamen di dalamnya bisa saling bertabrakan. Hasilnya malah susah dibaca. Bentuk yang lebih sederhana bisa menjadi pilihan yang masuk akal. Saat logo diperkecil, orang masih bisa mengenali bentuk utamanya tanpa harus memperhatikan setiap detail.

Orang juga tidak punya banyak waktu untuk melihat logo

Coba ingat ketika sedang membuka media sosial. Kita biasanya scroll dengan cepat. Ada banyak foto, video, tulisan, dan iklan yang muncul dalam waktu bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, sebuah logo tidak punya banyak kesempatan untuk menarik perhatian. Logo yang terlalu rumit bisa membuat orang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami bentuknya. Sementara logo yang sederhana biasanya lebih cepat ditangkap mata. Bukan karena lebih keren, tetapi karena otak kita tidak perlu bekerja terlalu banyak untuk mengenalinya. Bentuk sederhana justru bisa membantu sebuah brand terlihat lebih jelas di tengah banyaknya informasi.

Bukan berarti semua logo harus dibuat polos

Ini yang sering keliru. Tren logo simple bukan berarti setiap brand harus membuang semua unsur desain dan menggantinya dengan bentuk yang sangat biasa. Kalau semua logo dibuat dengan gaya yang sama, hasilnya malah membosankan. Yang dicari sebenarnya bukan sekadar “sesederhana mungkin”, tetapi bentuk yang masih punya ciri khas.

Desainer tetap harus memikirkan banyak hal. Bentuk hurufnya bagaimana, jarak antarhurufnya pas atau tidak, simbolnya mudah dikenali atau tidak, sampai bagaimana logo tersebut terlihat ketika digunakan dalam ukuran kecil.

Jadi, kalau sebuah logo terlihat cuma terdiri dari beberapa bentuk atau tulisan, belum tentu proses pembuatannya sebentar.

Brand juga ingin terlihat lebih mudah didekati

Cara sebuah brand menampilkan dirinya juga ikut berubah. Banyak perusahaan sekarang ingin terlihat lebih dekat, ringan, dan mudah dipahami. Tampilan yang terlalu rumit kadang justru memberikan kesan yang jauh atau terlalu formal.

Desain yang lebih bersih bisa membuat sebuah brand terasa lebih sederhana untuk dikenali. Hal ini cukup penting terutama bagi brand yang sering berinteraksi langsung dengan pengguna melalui media sosial dan aplikasi.

Tentu saja tidak semua brand punya kebutuhan yang sama. Logo bank, restoran, clothing brand, sekolah, dan perusahaan teknologi bisa punya pendekatan yang berbeda. Tidak ada satu gaya logo yang cocok untuk semuanya.

Ada juga soal mengikuti perkembangan

Logo bukan sesuatu yang harus dibuat sekali lalu tidak pernah disentuh lagi. Brand bisa berubah seiring waktu. Target penggunanya berubah, cara mereka berkomunikasi berubah, bahkan tempat mereka menampilkan identitasnya juga berubah.

Karena itu, logo lama kadang perlu diperbarui.

Perubahan tersebut tidak selalu berarti mengganti semuanya. Ada brand yang hanya mengubah bentuk huruf, menghilangkan beberapa detail, atau membuat simbolnya lebih mudah digunakan. Sekilas perubahannya mungkin tidak terlihat besar, tetapi dampaknya bisa terasa ketika logo digunakan di banyak tempat.

Jadi, kenapa logo brand sekarang makin simple?

Jawabannya bukan karena desain yang ramai sudah tidak bagus. Setiap gaya punya tempatnya sendiri. Hanya saja, kebutuhan sebuah brand sekarang berbeda dengan dulu. Logo harus bisa muncul di layar kecil, mudah dikenali, gampang digunakan, dan tetap punya karakter. Dari situ, desain yang lebih sederhana menjadi pilihan yang cukup masuk akal.

Dan mungkin, itulah kenapa logo yang kelihatannya “cuma begitu” sebenarnya tidak sesederhana yang kita kira.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads