Pernah lihat produk yang sebenarnya biasa saja, tapi kemasannya bikin kita mikir, “Ini kayaknya mahal”?
Terus ada juga produk lain yang harganya mungkin nggak jauh beda, tapi dari tampilannya malah terasa seperti barang biasa. Padahal bentuknya sama-sama kotak, isinya sama-sama produk, bahkan informasinya juga kurang lebih sama.
Kadang perbedaannya cuma warna.
Warna hitam bisa bikin sebuah produk terasa serius. Putih bisa memberi kesan bersih. Warna-warna cerah terasa lebih santai dan ramai. Sementara warna tertentu yang dipakai sedikit saja bisa membuat sebuah desain terasa lebih eksklusif.
Tapi sebenarnya apa warna memang punya hubungan dengan kesan “mahal”?
Warna pertama kali dilihat sebelum tulisan
Saat melihat sebuah desain, kita nggak langsung membaca semua tulisan yang ada di dalamnya. Mata biasanya menangkap bentuk dan warna lebih dulu.
Coba bayangkan sebuah toko online dengan background hitam, tulisan putih, dan satu warna emas sebagai aksen. Sebelum membaca nama produknya pun, kita mungkin sudah mendapat gambaran tentang gaya yang ingin ditampilkan.
Sekarang ubah semuanya menjadi warna-warni dengan banyak tulisan besar. Produknya masih sama. Informasinya juga sama. Namun suasananya sudah berubah. Ini alasan warna cukup penting dalam desain. Warna bisa memberi kesan awal bahkan sebelum orang tahu apa yang sebenarnya sedang ditawarkan.
Lalu kenapa hitam sering terlihat mahal?
Kita cukup sering melihat warna hitam pada barang atau brand yang ingin terlihat eksklusif. Mulai dari kemasan, pakaian, kendaraan, sampai berbagai produk teknologi. Lama-lama kita terbiasa menghubungkan hitam dengan kesan tertentu. Tapi bukan berarti setiap desain berwarna hitam langsung terlihat mahal.
Kalau background-nya hitam, lalu ditambah tulisan besar, banyak efek, warna lain yang sama kuat, dan berbagai elemen yang saling berebut perhatian, kesannya bisa berubah.
Jadi jangan berpikir, “Kalau mau kelihatan mahal, pakai hitam.”
Warna cuma salah satu bagian dari keseluruhan desain.
Emas juga nggak otomatis mewah
Hal yang sama berlaku untuk warna emas.
Warna emas memang sering digunakan pada desain yang ingin memberi kesan mewah. Kita bisa menemukannya pada kemasan parfum, undangan, logo, sampai berbagai produk premium. Tapi coba bayangkan satu desain yang hampir seluruh bagiannya diberi warna emas. Tulisan emas, garis emas, ikon emas, background emas.
Bukannya terlihat mahal, malah bisa bikin mata capek.
Kadang penggunaan warna yang sedikit malah terasa lebih enak. Warna emas cukup dipakai pada logo atau bagian tertentu, sementara sisanya dibiarkan lebih tenang. Dengan cara seperti itu, warna emas punya ruang untuk terlihat. Warna yang sama bisa menghasilkan kesan berbeda
Ini yang sering menarik ketika mengerjakan desain.
Misalnya kita punya warna biru. Biru tua dengan background putih bisa terasa tenang dan profesional. Biru terang dengan warna kuning atau oranye bisa terasa lebih ceria. Warna dasarnya masih biru. Tapi pasangan warnanya berbeda, sehingga suasana yang muncul juga berubah. Hal ini juga berlaku pada tingkat kecerahan warna.
Merah tua dan merah terang sama-sama merah, tetapi keduanya punya karakter yang berbeda ketika masuk ke sebuah desain. Makanya memilih warna nggak cukup hanya dengan mencari satu warna yang terlihat bagus di color picker.
Warna tersebut nantinya akan ditemani warna lain.
Terlalu banyak warna bisa bikin desain kehilangan arah. Coba perhatikan desain yang menggunakan banyak warna sekaligus. Kalau penempatannya pas hasilnya bisa menarik. Masalahnya muncul ketika semua warna dibuat sama-sama mencolok.
Mata akhirnya bingung.
Harus lihat judul dulu atau gambar? Tombolnya yang mana? Bagian pentingnya ada di sebelah mana? Desain pun terasa penuh meskipun jumlah elemennya sebenarnya tidak banyak. Karena itu, desainer biasanya menentukan warna mana yang menjadi pemain utama dan mana yang cukup menjadi pelengkap.
Misalnya satu warna dipakai untuk bagian utama, warna netral untuk background, lalu satu warna lain digunakan hanya pada bagian yang memang ingin diperhatikan. Hasilnya biasanya lebih gampang diikuti.
Ternyata putih juga punya peran besar
Kalau membahas desain yang terlihat mahal, kita sering fokus pada warna hitam atau emas. Padahal putih juga punya pengaruh besar. Background putih memberi ruang bagi elemen lain untuk bernapas. Produk atau tulisan yang ada di tengahnya jadi lebih mudah dilihat. Makanya beberapa desain premium terlihat sangat sederhana. Banyak area kosong, tulisan tidak terlalu banyak, dan warna yang digunakan juga terbatas.
Bukan karena desainnya belum selesai. Memang sengaja dibuat seperti itu. Ruang yang kosong membuat elemen yang ada terasa lebih penting. Logo kecil pun bisa lebih mudah diperhatikan karena tidak dikelilingi banyak hal.
Terus, apa yang bikin desain terlihat “murahan”?
Sebenarnya nggak ada satu warna yang bisa langsung membuat desain terlihat murahan.Sering kali masalahnya ada pada cara warna tersebut digunakan.
Warna terlalu banyak, kontras kurang jelas, tulisan susah dibaca, atau semua elemen dibuat terlalu mencolok bisa membuat desain terasa kurang nyaman.
Begitu juga dengan penggunaan efek gradient, shadow, glow, dan berbagai efek lain bukan sesuatu yang harus dihindari. Tapi kalau semuanya dipakai sekaligus tanpa alasan, desain bisa terasa terlalu ramai.
Kadang desain yang sederhana malah terlihat lebih matang karena setiap bagian punya tempatnya sendiri.
Jadi, harus pakai warna apa?
Nggak ada jawaban seperti “pakai hitam supaya mahal” atau “pakai putih supaya elegan”. Yang lebih penting adalah tahu mau membawa desain tersebut ke arah mana.
Kalau produknya ingin terlihat santai, tentu pilihan warnanya bisa berbeda dengan produk yang ingin terlihat serius. Brand untuk anak-anak juga nggak harus menggunakan warna gelap hanya karena ingin terlihat profesional.
Warna perlu mengikuti karakter yang ingin dibangun.
Setelah itu baru dipikirkan bagaimana warna tersebut dipadukan, seberapa banyak digunakan, dan bagian mana yang perlu dibuat lebih menonjol.
Karena warna memang bisa mengubah kesan sebuah desain. Tapi warna bukan pesulap yang bisa membuat desain biasa langsung kelihatan mahal.
Kadang yang membuat sebuah desain terasa berkelas malah bukan warna yang dipilih, melainkan bagaimana warna itu digunakan dengan tahu kapan harus muncul dan kapan harus diam.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.