Teknologi sekarang sudah masuk ke hamper semua bagian kehidupan manusia. Bangun Tidur ada handphone, berangkat sekolah atau kerja pake aplikasi, mencari informasi lewaat internet, sampai menentukan makanan atau tempat makan pun bisa dibantu teknologi. Banyak hal yang dulu membutuhkan waktu yang cukup lama sekarang bisa selesai dalam beberapa menit.
Kemudahan seperti ini tentu membuat kita merasa senang. Kita tidak perlu lagi mencari informasi dari banyak tempat, menunggu untuk mengirim pesan, atau pergi jauh hanya untuk melakukan hal sederhana. Teknologi itu memang membuat banyak pekerjaan kita jadi lebih ringan.
Tapi ada bagian yang jarang kita sadari dan dipikirkan, Semakin banyak hal yang dibantu oleh teknologi, semakin banyak juga kita bergantung pada teknologi. Misalnya saja soal arah jalan. Sekarang banyak orang langsung membuka aplikasi peta Ketika berpergian, memang praktis. Tetapi Ketika suatu saat aplikasi tidak bisa digunakan, kita bisa kebingungan menentukan arah atau jalan yang kita tidak tahu. Hal sederhana seperti mengingat jalan yang pernah dilewati pun kadang sudahseperti tidak terbiasa dilakukan.
Contoh yang lainnya ada pada informasi, dulu Ketika ingin mengetahui sesuatu, kita harus bertanya kepada orang lain, membaca buku, atau mencari dari beberapa sumber. Sekarang cukup mengetik beberapa kata di mesin pencarian, semua jawaban dari berbagai aspek langsung bermunculan. Masalahnya, cepat bukan berarti selalu benar.
Kita sering merasa sebuah informasi benar hanya karena bermunculan di internet atau ditulis dengan cara yang meyakinkan. Padalah siapa saja bisa membuat dan menyebarkan informasi. Kalau tidak terbiasa memeriksa Kembali, kita bisa dengan mudah ikut mempercayai sesuatu yang ternyata keliru.
Hal yang sama juga terlihat dari penggunaan media sosial. Kta membuk aplikasi dengan tujuan melihat sesuatu yang kita cari, tetapi akhirnya melihat banyak hal lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya. Satu konten membawa kita ke konten berikutnya, lama-lama waktu yang tadinya ingin digunakan untuk hal lain justru habis di depan layer.
Yang menarik, semua itu tidak terjadi secara kebetulan. Apikasi digital terus belajar dari kebiasaan penggunanya. Konten yang sering kita lihat biasanya akan Kembali muncul. Hal yang kita sukai akan mendapatkan lebih banyak ruang dilayar. Tanpa sadar, kebiasaan kita ikut membentuk apa yang kita lihat selanjutnya. Di titik ini, teknologi bukan lagi sekedar benda yang kita pakai. Teknologi mulai ikut memengaruhi kebiasaan kita.
Bukan berarti semua perkembangan teknologi harus dicurigai. Justru banyak manfaat yang sulit dibantah. Pelajar bisa mendapatkan bahan belajar dari berbagai sumber, pekerja dapat menyelesaikan tugas lebih cepat, dan orang yang memiliki usaha kecil bisa memperkenalkan produknya tanpa harus memiliki toko besar. Teknologi memberikan kesempatan yang sebelumnya mungkin sulit didapatkan.
Yang perlu diperhatikan adalah cara kita menggunakannya. Jangan sampai karena semuanya sudah tersedia dengan mudah, kita justru berhenti berusaha memahami sesuatu. Jangan sampai karena ada aplikasi yang bisa membantu, kita merasa tidak perlu belajar. Dan jangan sampai karena selalu ada hiburan di layar, kita lupa bahwa kehidupan di luar layar juga tetap berjalan.
Teknologi seharusnya membuat manusia memiliki lebih banyak pilihan, bukan membuat pilihan itu terasa sudah ditentukan. Mungkin kita tidak perlu terlalu sibuk memikirkan apakah teknologi akan menguasai manusia atau tidak. Pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari justru sederhana: apakah kita masih bisa mematikan layar ketika memang ingin berhenti?
Kalau jawabannya masih bisa, berarti kendali itu masih ada pada kita. Tinggal bagaimana kita menggunakannya dengan sadar, bukan sekadar mengikuti apa yang muncul di depan mata.
Teknologi tidak perlu dijauhi hanya karena takut membuat kita bergantung. Yang lebih penting adalah tetap tahu batas dan tidak membiarkan semua keputusan diambil oleh apa yang ada di layar. Kita boleh memanfaatkan teknologi sebanyak yang dibutuhkan, tetapi tetap harus punya kendali untuk berhenti, berpikir, dan memilih sendiri. Karena teknologi seharusnya mengikuti kebutuhan manusia, bukan manusia yang terus mengikuti kemauan teknologi.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.