Bob Marley & the Wailers live di konser outdoor di Reitstadion, Munich, Jerman saat Uprising tour.
Jika kita berbicara tentang reggae, hal pertama yang muncul di pikiran kita tidak lain dan tidak bukan, sudah pasti Bob Marley. Bob Marley adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan gitaris asal Jamaika yang menjadi ikon dari reggae dan memperkenalkan kultur rastafari ke seluruh dunia. Bob Marley berhasil memperkenalkan reggae sebagai aliran musik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan perdamaian dan kebebasan, seringkali sedikit mengkritik isu sosial.
Reggae memang memiliki kaitan erat dengan pergerakan kebebasan dan perdamaian di Jamaika. Reggae lahir di Jamaika pada akhir 1960-an sebagai perkembangan dari genre sebelumnya yaitu mento, ska dan rocksteady. Reggae menggabungkan beberapa elemen lain seperti blues dan jazz, bercirikan dengan tempo yang lambat, ketukan off-beat (sinkopasi atau skank), suara bass yang kuat, gaya bermain drum tradisional ala Jamaika dan lirik yang sering membahas kehidupan ataupun isu sosial. Istilah “reggae” muncul di tahun 1968, ketika grup musik Tooths and the Maytals merilis lagu “Do the Reggay”, menjadi lagu pertama yang menggunakan kata “reggae” dan memperkenalkannya ke publik. Tapi, bagaimana dan siapa yang berhasil membawa aliran musik reggae ke kancah pendengar musik di seluruh dunia? tidak lain dan tidak bukan, Bob Marley.
Bob Marley atau yang memiliki nama asli Robert Nesta Marley lahir pada 6 February 1945 di Nine Mile, Paroki Saint Ann, Koloni Jamaika (merdeka pada 1962 lalu dikenal dengan Jamaika). Kehidupan masa kecil Bob dihabiskan di Nine Mile yang penuh dengan kultur dan budaya dari nenek moyangnya, kisah-kisah dan tradisi inilah yang akan memberikan sentuhan pada gaya bercerita dalam bernyanyi dari Bob. Lalu di masa remajanya, Bob meninggalkan daerah paroki Saint Ann dan kembali ke ibu kota Jamaika, tepatnya di Trench Town, Kingston (disini juga Bob Marley mendapat julukan “Tuff Gong” yang akan menjadi nama Label Musik buatan Bob Marley). Pada awal 1960-an, industri musik di dalam Jamaika mulai terbentuk dan perkembangannya melahirkan genre yang populer di masyarakat Jamaika yang disebut “ska”. Lalu pada 1963, Bob dan teman masa kecilnya Neville Livingston (dikenal juga sebagai Bunny Wailer) mulai mengikuti kelas vokal dari Joe Higgs (penyanyi yang sudah sering menjadi mentor dari musisi-musisi baru) dan mengenalkan Bob dan Bunny kepada Peter (McIntosh) Tosh, dan terbentuklah Bob Marley & The Wailers. The Wailer’s mulai merilis beberapa lagu, salah satunya adalah versi awal dari “One Love”, lagu yang nantinya dinobatkan sebagai “Song of the Century” oleh BBC. Seiring berjalannya waktu, The Wailers terus berkarya hingga mendapat kontrak dengan sebuah label dan meriliskan album pertamanya “Catch A Fire” pada April 1973 ke media internasional, albumnya yang meledak di kancah publik membuat mereka langsung mempersiapkan tur untuk Inggris dan Amerika Serikat, mengubah alur hidup dari Bob Marley. Bersama the Wailers, Bob Marley merilis lagu yang kemudian dikenal di seluruh dunia, karyanya membuat reggae diterima oleh pendengar dari berbagai negara.
Lagu-lagu Bob Marley & The Wailers yang berisi dengan lirik-lirik yang membahas isu sosial; politik, cinta, hingga aliran kepercayaan, berhasil membawa perubahan terhadap masalah-masalah itu. Contohnya di Jamaika sendiri, terdapat dua kubu politik yang saling berlawanan hingga membawa masalah di kehidupan masyarakat Jamaika, JLP (Jamaica Labour Party) yang berhaluan sayap kanan dan PNP (People’s National Party) yang berhaluan sayap kiri. Perjalanan Bob Marley ikut membantu menyelesaikan masalah ini, hingga pada tahun 1978 Bob Marley membuat One Love/Concert di Kingston. Di atas panggung, Bob Marley memanggil Michael Manley dari PNP dan Edward Seaga dari JLP lalu menyatukan tangan mereka sebagai tanda damai. Hingga sekarang, lagu-lagu Bob Marley masih sering diputar dan menginspirasi banyak musisi. Warisannya menjadikan reggae sebagai simbol persatuan, perdamaian, dan kebebasan berekspresi.
Bob Marley bukanlah sekedar penyanyi reggae, tetapi dikenal juga sebagai tokoh yang membawa budaya Jamaika ke dunia. Melalui musiknya, reggae berkembang menjadi genre yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah musik internasional.
Kerumunan di konser Bob Marley & The Wailers di Stadium San Siro, Milan, Italy
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.