Ilustrasi Layar IMAX di bioskop (Photo: Axios)
IMAX Adalah singkatan dari Image MAXimum (Gambar Maksimal). Tapi, apa itu teknologi IMAX sebenarnya? IMAX merupakan istilah yang cukup populer disebut sebagai format film dengan kualitas yang terbaik. Teknologi IMAX ini diciptakan langsung oleh IMAX Corporation.
Dulu, standarnya film-film direkam menggunakan kamera analog dan diputar dengan pita seluloid standar 35mm atau format digital standar. Layarnya pun ditayangkan dengan dengan rasio aspek standar (seperti 1,85:1 atau 2,39:1) dalam layar yang datar. Audio surround standar ataupun audio stereo. Tetapi, datangnya format IMAX ini merevolusi pengalaman menonton dengan mengganti semua elemen standar itu menjadi pengalaman visual yang masif dan audio yang imersif.
Tapi, apa itu IMAX sebenarnya?
Pada sejarahnya, IMAX bermula pada akhir tahun 1960-an di Kanada yang dipelopori oleh Graeme Ferguson, Roman Kroitor, Robert Kerr, dan William C. Shaw. Mereka menemukan format revolusioner ini sebagai solusi atas kegagalan sistem proyeksi multi-layar di Montreal Expo 1967 silam, kemudian mereka mendirikan perusahaan Multiscreen Corporation pada September 1967. Tetapi, karna masalah hak cipta dengan penamaannya yang terlalu ‘generik’, Multiscreen Corporation resmi mengubah namanya menjadi IMAX Corporation sekitar satu atau dua tahun setelah dibentuk. pada September 1967. Lalu mereka mengembangkan teater projeksi standar IMAX pertama di Canada pada 1960-an akhir dan 1970-an awal. Film pertama yang mereka tayangkan dengan projeksi standar IMAX adalah sebuah film garapan salah satu pendiri IMAX yang berjudul “Tiger Child” di Expo ’70 yang terletak di Osaka, Jepang. Tak lama setelah film debutnya, dibangun juga instalasi IMAX pertama di Cinesphere Theatre dalam Ontario Place di Toronto, Canada. Instalasi ini bertahan ketika Ontario Place sedang mengalami pembangunan kembali dan Cinesphere sedang direnovasi, hingga pada 3 November 2017, IMAX kembali dengan teknologi baru yaitu IMAX 70mm dan IMAX with Laser.
Teknologi IMAX dilengkapi dengan alat-alat yang canggih. Seperti, kamera IMAX aslinya menggunakan kamera dengan format film 70mm, 15-perforasi yang ukurannya 10 kali lebih besar dari film 35mm. Kini, IMAX umumnya menggunakan kamera digital khusus beresolusi tinggi (seperti hasil kerja sama dengan ARRI) dan teknologi proyektor laser projection 4K. Teaternya pun khusus, menggunakan layar raksasa yang sedikit melengkung dan bisa setinggi hingga 8 lantai (22-29 meter). Layar ini memiliki rasio aspek khusus 1,43:1, yang secara vertikal menampilkan gambar jauh lebih luas sehingga memenuhi seluruh sudut pandang mata penonton. Dilengkapi desain studio atau tata suara berkekuatan belasan ribu watt dengan penempatan speaker yang presisi dan dinamis. Ruang teather IMAX juga didesain dengan kemiringan kursi yang yang lebih curam agar pandangan penonton tidak terhalang oleh kepala penonton yang berada di depannya. Lalu, untuk menjembatani film agar bisa dinikmati dengan maksimal di IMAX, IMAX menggunakan proses Digital Media Remastering (DMR). Proses ini memungkinkan film yang direkam dengan kamera biasa dapat di-upgrade (ditingkatkan kualitas suara dan gambarnya) menjadi standar format IMAX. Teknologi IMAX memberikan gambar tajam dan lebih cerah, suara lebih jernih dan imersif, sudut pandang yang lebih luas bagi para penonton, dan pengalaman menonton yang terasa lebih nyata. IMAX berhasil memberikan kualitas sinema yang terbaik.
Perkembangan teknologi IMAX membawa banyak pengalaman baru di dunia sinema, seperti :
- IMAX with Laser
Menggunakan proyektor laser 4K Ganda (GT Laser) atau tunggal (CoLa) untuk menghasilkan visual yang paling cerah dan rasio aspek hingga 1,43:1. Di Indonesia (seperti di Summarecon Mall Bandung dan Gandaria City), jenis ini umumnya menghadirkan tata suara 12-channel. - IMAX Digital
Standar IMAX modern yang memakai proyektor tunggal resolusi tinggi. Studio ini biasanya memiliki rasio aspek 1,90:1 dan layar yang jauh lebih besar serta melengkung dibanding bioskop reguler - IMAX DOME/OmniMax
Jenis teater khusus YANG LA dengan layar yang berbentuk kubah melengkung (hemisfer) berdiameter hingga 24 meter. dengan kursi yang sangat miring dan proyektor lensa fisheye, format ini menutupi seluruh bidang pandang penonton hingga 180 derajat, menciptakan ilusi imersif seolah-olah Anda berada langsung dalam film.
Dengan semua teknologi ini, IMAX memberikan pengalaman penuh kepada para penonton. mulai dari pengalaman menonton yang lebih fokus pada film.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.