article

Melihat Kemajuan Software untuk Visualisasi Karya Seni Menggunakan Sistem Balok

Melihat Kemajuan Software untuk Visualisasi Karya Seni Menggunakan Sistem Balok

Banyak designer dan seniman yang memiliki kekurangan dalam segi sumber daya, mempersulit mereka untuk dapat menciptakan ataupun memvisualisasikan idenya menjadi sebuah karya seni yang nyata.

Namun, di zaman modern yang sudah maju seperti sekarang ini. Terdapat banyak pilihan bagi para pekerja seni dalam memvisualisasikan atau merealisasikan idenya, salah satunya adalah menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk meng-generate medianya dengan sebuah prompt. Pilihan menggunakan Artificial Intelligence (AI) menjadi kontroversial. Banyak seniman yang menentang Artifical Intelligence (AI) menganggap itu sebagai karya seni yang palsu dan tidak organik karena tidak memiliki “jiwa”. Tidak sedikit juga yang mendukung penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatan karya seni, mereka menganggap ini sebuah kemajuan zaman yang mempermudah orang-orang dalam merealisasikan ide seni mereka, maka kita harus beradaptasi dengan perkembangan ini.

Tapi, ada juga jalan lain bagi para seniman dan designer untuk merealisasikan atau memvisualisasikan ide mereka. Yaitu, menggunakan sebuah software yang bernama TouchDesigner. Software ini dapat memvisualisasikan hampir semua bentuk media, mulai dari animasi/gambar 2D dan 3D, audio, hingga script Python. Tapi, software ini berhasil mendesain sistemnya agar mudah dimengerti dan dapat dipakai oleh semua orang, bahkan bagi mereka yang masih awam dalam dunia seni maupun programming.

ads

 

TouchDesigner adalah sebuah platform perkembangan visual yang dikembangkan dari tahun 2002 oleh perusahaan Derivative. Touchdesigner dikembangkan oleh Derivative dengan tujuan utama untuk menjadi Visual Programming Environment yang dapat menghasilkan dan memvisualisasikan animasi 2D dan 3D dengan real-time media engine, menjadi pilihan bagi para seniman dan designer dalam upaya mereka berkarya dalam segala macam pertunjukan media/interactive art/visualization.

TouchDesigner bekerja untuk memproses data dan nilai dengan cara yang berbeda dari software lain. TouchDesigner memproses data menggunakan sistem node-based visual programming environment. Sebuah sistem yang bekerja dalam bentuk balok-balok node bernama “Operators” yang bisa kalian atur tata letaknya didalam canvas software itu. Balok-balok Operators saling dikoneksikan dengan sistem pull-based model yang berarti, tindakan atau transfer data dimulai oleh penerima (balok node yang berposisi setelahnnya/kemudian dalam urutan proses), bukan pengirim. Operators yang terkoneksi membentuk sebuah jaringan untuk memproses data dengan fungsi spesifik dari masing-masing operators.

 

Melihat Kemajuan Software untuk Visualisasi Karya Seni Menggunakan Sistem Balok

 

Sistem Operators ini menjadi salah satu alasan kenapa TouchDesigner menjadi pilihan utama bagi para seniman dan desainer. Operators di TouchDesigners adalah balok individual node yang melaksanakan tugas spesifik seperti, memproses video, membaca file audio, hingga menciptakan bentuk 3D. Operators dibagi menjadi 7 kelompok yang dibedakan berdasarkan warna:

  • COMPs (Components)
    Adalah balok nodes berwarna ungu. Berfungsi sebagai unit organisasi atau “container” yang menampung jaringan, objek 3D, atau panel antarmuka, yang berada didalamnya.
  • TOPs (Texture Operators)
    Adalah balok nodes berwarna biru. Berfungsi sebagai unit yang memproses gambar/texture 2D di GPU untuk video generation, compositing, dan effects secara real-time.
  • CHOPs (Channel Operators)
    Adalah balok nodes berwarna hijau. Berfungsi sebagai unit yang memproses sinyal numerik, seperti animasi, LFOs, audio, atau data yang masuk dari kontroler (MIDI/OSC).
  • SOPs (Surface Operator)
    Adalah balok nodes berwarna biru muda. Berfungsi sebagai unit yang menangani bentuk geometris 3D, point cloud, dan geometri prosedural.
  • DATs (Data Operator)
    Adalah balok nodes berwarna pink. Berfungsi sebagai unit yang menangani data berupa string dan teks, tabel, serta script dari bahasa pemrogaman Python.
  • MATs (Material Operator)
    Adalah balok nodes berwarna cokelat atau oranye. Berfungsi sebagai unit yang menentukan shader dan material permukaan yang diterapkan pada geometri 3D.
  • POPs (Point Operator)
    Adalah balok nodes berwarna hijau limau. Berfungsi sebagai unit yang dikhususkan untuk GPU-accelerated point clouds dan operasi particle.

 

Contoh Operators

 

Banyaknya kemungkinan karya seni yang bisa dibuat dengan kombinasi jaringan antara semua operators, media, dan data didalam TouchDesigner dengan sistem Visual Programming Environment dan Node-based, menjadikannya software yang sangat fleksibel. Ditambah dengan kemampuan media enginenya untuk memroses secara real-time. Pengguna tidak perlu melewati proses preview/export terlebih dahulu untuk melihat hasil, mempercepat efisiensi aktivitas penggunanya.

Dapat disimpulkan bahwa ada banyak jalan untuk masalah pembuatan karya seni ini, semuanya kembali lagi kepada kondisi dan keinginan kita. Keberlangsungan AI di bidang karya seni ini, sangat bergantung kepada bagaimana kalian menanggapinya.

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads