Terlihat dari rilisan debut Curry Barker sebagai Director Independent di kancah sinema dengan film berjudul “Obsession”, dibuat dengan crew dan peralatan yang minim, serta budget kecil hanya senilai $750.000. Namun, dengan modal yang kecil dapat meraup keuntungan kotor hingga $400 juta, film debut dari director yang tergolong kecil, sukses meraih rekor sebagai film dengan keuntungan kotor terbesar dari modal dibawah $1 juta. Terlihat dari kesuksesan film ini, menjadi bukti bahwa kita tidak perlu memiliki sumber daya yang melimpah ataupun nama yang dikenal di industri, untuk bisa membuat sebuah karya.
Dengan berkembangnya dunia industri film, semakin ramai independent filmmaking yang memiliki kualitas layaknya label atau produksi besar. Perkembangan cepat ini tidak lain disebabkan oleh kemajuan dan kemudahan dari alat-alat yang diperlukan, seperti software editing. Salah satunya, software DaVinci Resolve.
DaVinci Resolve adalah sebuah software Non-Linear Editing (NLE) yang meliputi editing, color correction, visual effects (Fusion), motion graphics, post production audio (Fairlight) dan photo editing. Pertama kali dikembangkan dari 2003 dan dirilis pada tahun 2004 oleh perusahaan da Vinci Systems. Awalnya, software ini dibuat sebagai software yang berfokus khusus pada color grading untuk industri film. Hingga, pada tahun 2009, Blackmagic Design mengakuisisi perusahaan da Vinci Systems, lalu mengembangkannya software ini menjadi software editing NLE dan merilis versi pertamanya pada 2011.
Ini bukanlah kali pertama Blackmagic Design merevolusi ekonomi di kancah creator. Sebelumnya, Blackmagic Design meluncurkan debut produknya pada tahun 2002 yang bernama “DeckLink” sebuah papan kartu elektronik yang dapat membawa video 10-bit ke dalam sistem Macintosh OS X cukup dengan membayar $995. Mengguncangkan solusi dari produk-produk sebelumnya yang dipasarkan dengan harga sekitar $10,000.
DaVinci Resolve merupakan software komplit bagi para editor film karna fitur canggih, harga yang kompetitif, dan fleksibilitas penuh bagi penggunanya. Hingga digunakan para editor profesional di industri film, beberapa film besar yang menggunakan software DaVinci adalah, “Alien: Romulus” dan “The Substance”.
Software ini berhasil menjadi pilihan utama bagi para editor independent maupun profesinal untuk beberapa alasan ini:
All-in-One Software
Pengguna tidak perlu berpindah antar software untuk melakukan editing, color grading, visual effect dan tata suara karna semuanya sudah ada didalam software Davinci Resolve. Mempercepat dan mempermudah proses paska-produksi.
Varian Product
Software editing ini dibagi menjadi 2, menyesuaikan kebutuhan pengguna. DaVinci Resolve Studio Adalah versi berbayar, dengan harga $295 atau sekitar 5 Juta rupiah (Lifetime License) meliputi beberapa fitur menarik seperti DaVinci AI Neural Engine, Resolution 4K+ dan tambahan Resolve FX. Tetapi, dengan versi free dari DaVinci Resolve sudah lebih dari cukup untuk editing filmmaking professional.
Fleksibilitas
Engine Software ini mampu membaca berbagai macam format file untuk video, audio, dan image. Tidak hanya membaca, software ini juga sangat fleksibel dengan pengaturan exportnya, pengguna bisa mengatur format file, codec, resolusi, hingga bitrate. Tersedia juga fitur real-time multi-user collaboration dari Blackmagic Cloud yang memungkinkan banyak pengguna seperti editor, colorist, dan sound designer untuk mengerjakan satu proyek secara simultan. Software DaVinci Resolve telah dioptimisasi untuk bekerja lintas system operasi seperti, Linux, Apple Silicon (Mac), NVIDIA CUDA (Windows) dan AMD GPUs.
Komunitas dan Ekosistem
Blackmagic Design mendukung penggunanya dengan memberikan tutorial, tips & trick, forum, dan pembaruan software yang rutin. Selain itu, Blackmagic Design memiliki ekosistem perangkat keras yang lengkap seperti, Kamera, ATEM, dan Blackmagic Cloud.
Kemudahan dan Kualitas
Color Grading dari DaVinci Resolve sudah menjadi standard Hollywood, Software ini menggunakan color grading nose-based workflow yang lebih mudah dan presisi dibandingkan dengan color grading layers-based.
Dengan semua alasan dan keuntungan diatas, software DaVinci Resolve buatan Blackmagic Design ini mempermudah proses filmmaking. Software ini berhasil membuka jalan bagi kalian yang masih awam dan ingin mencoba berkecimpung di dunia filmmaking. Seharusnya ini memercik semangat dari para label dan pekerja di kancah independent untuk masuk dan berkontribusi ke industri yang lebih besar dan luas. Kemajuan software ini memang bukan solusi untuk semua masalahnya, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk kalian para pekerja independent.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.