Daftar Content
Filosofi Kopi dan Sederet Keganjilan Tak Filosofis
Di Indonesia, setidaknya ada dua hal yang segera terasa tak menyenangkan dari sebuah film yang sukses secara komersial. Pertama, film itu tak selalu baik secara kualitas. Kedua, film itu selalu mudah menjadi “negatif trendâ€â€”dalam artian; memicu ramainya “kreatifitas-duplikatif†atau “kelatahan-kelatahan tak perlu†pada produksi film-film setelahnya.Tetapi apakah film yang mengikuti trend otomatis buruk? Tentu tidak. Salah satu yang menurut saya berhasil: Filosofi Kopi (2015). Film ini, mampu menampilkan kekuatannya tersendiri. Filosofi Kopi hadir dengan literasi tentang kopi yang ditampilkan dengan mencukupi. Film besutan Angga Dwimas Sasongko ini juga mampu menghadirkan kopi bukan sebagai produk dan “ngopi†bukan sebagai “kesibukan konsumtifâ€. Pendeknya: menghadirkan sebentuk filosofi.
Bangkitnya Film Dengan Genre Komedi di Indonesia
Gejolak akan film komedi kini sedang membara dengan banyaknya film-film bergenre komedi yang telah dirilis. Periode tahun 2015 hingga 2016 ini bisa dibilang periodenya Film-Film komedi di Indonesia. Bagaimana tidak ? jumlah penonton film yang bergenre komedi ini melonjak naik hingga pada satu film saja bisa meraih ratusan ribu hingga jutaan penonton per filmnya.
Layakkah tersenyum, ketika harus bersedih ?
Setiap karya yang muncul, pasti ada makna tertentu menyertainya. Baik itu sastra, music maupun perfilm-an. Dalam sebuah peran oleh seorang tokoh dalam perfilm-an, telah diatur sedemikian rupa, agar makna ataupun pesan film tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan mudah diterima oleh para penikmatnya.
Get Up!Stand Up! : Filmnya Para Komika
Film Get Up Stand Up adalah film yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik panggung kompetisi Stand Up Comedy Indonesia.Film ini juga menceritakan bagaimana kehidupan Komika di luar panggung show Stand Up Comedy.Mulai dari susahnya cari kerja hingga terjun ke dunia Stand Up Comedy,susahnyaÂ
Flashback ke Masa Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Melalui Film Tjokroaminoto: Guru Bangsa
Salah satu sutradara terbaik Indonesia, Garin Nugroho telah mengangkat sejarah hidup Tjokroaminoto ke dalam film layar lebar berjudul Tjokroaminoto: Guru Bangsa yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada tahun 2015 lalu. Film ini diproduseri oleh Christine Hakim, Dewi Umaya Rachman, Sabrang Mowo Damar Panuluh, Didi Petet, Nayaka Untara, dan Ari Syar serta didukung oleh beberapa aktor dan aktris terkenal Indonesia. Film yang dibintangi oleh Reza Rahadian sebagai aktor utama ini bercerita tentang kehidupan Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto alias Tjokroaminoto yang berotak encer, religis, dan memiliki cita-cita mulia dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dari pendudukan Hindia Belanda. Film ini cocok ditonton untuk semua umur dan akan membuat kita mengenal tokoh Pahlawan Nasional Tjokroaminoto secara lebih dalam sekaligus meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dalam diri kita.
Â
Mengulas Teguhnya Hati Wanita Dalam “Surga Yang Tak Dirindukan” Dan “Ayat Ayat Cinta”
tak ada wanita yang rela cintanya dimadu, namun Aisyah dan Arini menjawab lain. bagaimanakah sikap mereka? akankah mereka rela dengan poligami?
sumber foto: republika.com dan sidomi.com