Karena Covid-19 ini ada sahabat, saudara hingga orang-orang di lingkungan sekitar yang kena PHK, gaji dipotong hingga dirumahkan untuk sementara tanpa gaji. Hidup ke depan pun menjadi lebih sulit entah hingga kapan.
Karena itu, kalau ditanya pentingkah puasa duit di masa sulit karena Covid-19? Tentu saja saat ini sudah sangat penting untuk sikap hidup irit yang benar-benar diejawantahkan dalam hidup sehari-hari selama puasa ini, sepenting agar hidup tak bakal makin sulit ke depan usai wabah Covid-19.
Apalagi hidup irit selama puasa itu memang penting karena sejalan dengan spirit Ramadan, dimana menjadi masa untuk menahan diri.
Irit di sini artinya bukan pelit, melainkan tepat dan bijak dalam pengalokasian duit. Dalam konteks ini maka arti irit memiliki dua makna yakni irit pakai yang artinya tidak memakai duit untuk mengonsumsi secara berlebihan dan irit beli yang dapat diartikan sebagai keputusan bijak untuk mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan semata.
Â
Berikut ini 5 tip bijak puasa duit agar irit selama masa puasa yang bisa diterapkan di masa sulit karena Covid-19:
1. Tidak konsumtif
Saat Covid-19 mewabah orang cenderung menahan diri di rumah dan tidak bepergian kemana-mana karena memang ada PSBB. Kendati lebih banyak tinggal di rumah tidak berarti menjadi tidak konsumtif. Tinggal di rumah justru punya tantangan tersendiri untuk menahan diri dari bujuk rayu iklan-iklan secara online di media sosial dan sebagainya. Tinggal di rumah bukan jaminan tidak konsumtif. Faktanya, selama tinggal di rumah belanja online banyak menjadi pilihan. So, supaya irit selama WFH menahan diri untuk tidak sering belanja online itu penting. Oleh sebab itu, budgeting duit selama masa puasa itu bisa jadi alat kontrol yang efektif biar irit pakai dan irit beli.
Â
2. Buka puasa dan sahur sederhana
Berhubung saat ini banyak mal, restoran dan tempat makan tutup karena PSBB maka pengeluaran untuk pos-pos berbudget tinggi seperti bukber di kafe, restauran dan tempat-tempat makan pun tak teralokasi. Oleh sebab itu, uang yang tak teralokasi ini baik juga dialokasikan untuk pos-pos lainnya yang lebih urgen. Buka puasa dan sahur sederhana bisa dilakukan dengan memasak sendiri. Dengan begitu bisa sedikit lebih irit.
Â
3. Bijak dengan uang THR
Bagi yang bekerja dan tetap mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ketigabelas di tengah pandemi Covid-19 ini ada baiknya mengalokasikan pada pos-pos yang memiliki tingkat prioritas tinggia atau sangat urgent. Apalagi, pada Lebaran Tahun ini nggak bakal mudik, besar kemungkinan uang akan terparkir alias tidak teralokasi. Membayar utang yang masih tertunggak atau mengurangi beban utang dengan uang THR tentu akan baik untuk kesehatan keuangan.
Â
4. Nambah aset investasi
Kalau mau jujur, selama masa puasa ini akan banyak surplusnya karena pos-pos yang selama ini tidak sedikit budgetingnya tidak direalisasikan sama sekali. Bukber terhalang PSBB hingga mudik yang sudah dilarang. Oleh sebab itu, mengembangkan duit di masa pademi covid-19 ini bisa direalisasikan. Apalagi investasi saham sebagai salah satu pilihan untuk mengembangan duit kini sudah mudah dilakukan, semisal dengan aplikasi IPOTGO milik IndonePremier. Manariknya, saat ini harga saham-saham unggulan sedang murah-murahnya sehingga menjadi momen tepat untuk start investasi saham. Menginvestasikan duit di saham-saham unggulan ini sama artinya irit untuk saat ini, tetapi sangat bermanfaat untuk masa depan.
Â
5. Saatnya meningkatkan amal
Meski harus irit, tapi yang satu ini tak boleh diabaikan. Saat menjalani puasa di tengah wabah Corona ini, siapa pun bisa menjadikannya untuk meningkatkan amal, sedekah dan zakat, terutama untuk mereka yang berkekurangan dan terdampak secara ekonomi. Saat puasa di tengah wabah Corona adalah saat tepat untuk bersolidaritas dengan yang terdampak Corona.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.