article

Izin Usaha yang Mencakup OSS di Indonesia

Izin Usaha yang Mencakup OSS di Indonesia

Sekarang berbagai kemudahan untuk berinvestasi dan membuat usaha di Indonesia. Kemudahan-kemudahan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan pengajuan izin usaha tercantum jelas di Peraturan Pemerintah (PP) No.24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. PP ini telah disahkan oleh Presiden Indonesia agar proses perizinan menjadi lebih mudah tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kesehatan, lingkungan, dan keamanan.

 

 

ads

Berikut ini merupakan informasi izin usaha yang termasuk di dalam sistem Online Single Submission (OSS), jenis pembuat usaha yang bisa mengajukan izin usaha, prasyarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan akses ke sistem Online Single Submission (OSS), serta informasi data pelaku usaha perseorangan dan badan usaha dalam sistem OSS.

 

 

 

Jenis Perizinan dalam Sistem OSS

PP No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik menjelaskan bahwa jenis perizinan terbagi menjadi izin usaha dan izin komersial atau operasional. Selain itu, pembuat usaha selaku pemohon harus memenuhi beberapa karakteristik di bawah ini bisa melakukan pengajuan izin usaha di sistem OSS.

 

1.        Pelaku usaha berbentuk badan usaha, Pelaku usaha yang terbentuk dalam badan usaha terdiri dari usaha kecil, mikro, menengah hingga besar.

2.        Pelaku usaha perseorangan

3.        Bentuk usaha baik perorangan atau badan usaha yang sudah berdiri sebelum proses            operasionalisasi sistem OSS diterapkan

4.        Bentuk usaha dengan modal yang berasal dari dalam negeri dan juga gabungan dari modal asing

 

 

Pelaksanaan Perizinan Berusaha

Pelayanan perizinan berusaha diuraikan dalam Pasal 20, yang terdiri dari:

1.        Pendaftaran

2.        Penerbitan izin usaha dan penerbitan izin komersial atau izin operasional berdasarkan komitmen

3.        Pemenuhan komitmen terhadap izin usaha dan pemenuhan komitmen terhadap izin komersial atau operasional

4.        Pembayaran biaya administrasi

5.        Pemberian fasilitasi

6.        Masa berlaku

7.        Pengawasan

 

 

 

Prasyarat untuk Mengakses Sistem OSS

Sebelum Anda melakukan login pada sistem Online Single Submission (OSS), Anda harus menyiapkan berbagai prasyarat berupa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk mengisi data. Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang perlu disiapkan.

 

1.        Memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK ini harus milik pelaku usaha perseorangan atau penanggung jawab badan usaha. NIK tersebut akan dimasukkan saat akan melakukan login.

2.        Pelaku usaha yang mengajukan izin usaha bisa dari perseroan terbatas (PT), badan usaha yang berupa CV, koperasi, yayasan, dan firma. Sebelum mengakses sistem OSS, pelaku usaha tersebut telah menyelesaikan pengajuan pengesahan badan usaha melalui AHU online di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

3.        Pelaku usaha yang berasal dari badan usaha berbentuk perum, perumda, badan layanan umum, lembaga penyiaran, dan badan hukum yang dimiliki oleh negara lainnya harus menyiapkan dasar hukum pembentukan badan usaha.

 

 

Informasi Data Pelaku Usaha Perseorangan dan Badan Usaha dalam Sistem OSS

Berikut ini adalah data pelaku usaha perseorangan yang harus diisi ketika mengakses sistem OSS.

a.         Nama dan NIK

b.        Alamat tempat tinggal

c.         Bidang usaha

d.        Besaran rencana penanaman modal

e.         Lokasi penanaman modal

f.          Nomor kontak usaha atau kegiatan

g.         Rencana penggunaan tenaga kerja

h.        Rencana permintaan fasilitas fiskal, kepabeanan, dan fasilitas lainnya

i.           NPWP pelaku usaha perseorangan

 

 

Selain itu,  berikut ini merupakan informasi data yang diisi di sistem OSS bagi badan usaha.

a.         NIK penanggung jawab usaha atau kegiatan

b.        Nama atau nomor pengesahan akta pendirian atau nomor pendaftaran

c.         Bidang usaha

d.        Jenis penanaman modal

e.         Negara asal penanaman modal, dalam hal terdapat penanaman modal asing;

f.          Lokasi penanaman modal

g.         Besaran rencana penanaman modal

h.        Rencana penggunaan tenaga kerja

i.           Nomor kontak badan usaha

j.           Rencana permintaan fasilitas perpajakan, kepabeanan, dan/atau fasilitas lainnya

k.         NPWP penanggung jawab badan usaha

 

 

 

Lengkapi semua data Anda dan dokumen-dokumen untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga Anda bisa mengajukan izin usaha di OSS dan mendapat izin usaha resmi yang dikeluarkan oleh lembaga OSS di Indonesia.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads