SAYA menyebutnya, ini adalah makhuk unik dalam dunia kepenulisan. Jika rata-rata orang menulis karena berharap terkenal, selain karyanya laris di pasaran, tapi tidak bagi seorang ghostwriter atau biasa dikenal dengan nama penulis bayangan. Ia menulis untuk orang lain yang punya ide/gagasan tulisan, tapi tidak mampu menuangkan dalam tulisan. Nah, disinilah ghostwriter hadir. Ia membantu menuliskannya. Dari jasa inilah seorang ghostwriter mendapatkan penghasilan.Â
Andrew Crofts—mungkin namanya asing dan tidak pernah terdengar dalam dunia kepenulisan. Ia adalah seorang ghostwriter. Buku yang ditulis jumlahnya sudah mencapai ratusan judul. Banyak diantara bukunya yang mendunia. Tapi dari ratusan buku yang ditulis, tidak satupun yang mencantumkan namanya. Andrew menuliskan ide dan gagasan orang lain dan menuangkan dalam buku. Ketika terbit, buku itu memajang nama si pemilik ide dan gagasan sebagai penulis, bukan nama Andrew.Â
“Saya yang menulis, dan mereka yang memperoleh pujian,†begitu kata Andrew.Â
Saat ini, banyak tokoh-tokoh terkenal yang juga menyewa jasa penulis bayangan ini mulai dari para artis dan selebriti, politikus, tokoh masyarakat, pemimpin dan masih banyak lagi.Â
Lalu apa kenikmatan yang didapat dari seseorang yang berprofesi sebagai ghostwriter? Yang pasti, menjadi penulis seperti ini akan memiliki pendapatan finansial jauh lebih besar hingga ratusan juta rupiah dari jika seseorang mengerjakan project penulisan pada umumnya. Â
Tapi, sebenarnya tidak semata-mata finansial yang besar yang mereka kejar. Di sisi lain, ada sebuah kebanggaan tersendiri bisa menembus orang-orang terkenal dan berlama-lama dengan mereka untuk mengumpulkan bahan tulisan. Dari sana, seorang ghostwriter juga banyak mendapatkan pelajaran tentang hidup, perjuangan dan masih banyak lagi. Dan manakala buku ini selesai dan membuat pemesannya tersenyum puas, disinilah letak kebahagiaan batin seorang ghostwriter.Â
Lalu seberapa penting peran seorang penulis bayangan ini? Yang pasti sangat penting. Ada beberapa alasannya. Pertama; setiap orang yang sudah mulai mapan seperti para artis dan selebriti, politikus, tokoh masyarakat, pemimpin seringkali ingin eksistensinya diakui. Nah satu eksistensi itu bisa diwujudkan melalui sebuah buku.Â
Di sana ia bisa menuangkan ide dan gagasan, cerita perjalanan hidup hingga menuliskan kisah suksesnya. Nah, masalahnya tidak setiap orang-orang penting ini punya keahlian dalan menuliskannya menjadi sebuah buku. Di sinilah peran seorang penulis bayangan menjadi sangat penting.Â
Selain itu, ada kalanya orang-orang penting ini punya kemampuan menulis, tapi tidak punya cukup waktu untuk menulis, apalagi membuat sebuah buku. Di sini juga, mereka perlu seorang ghostwriter. Jadi, di tengah kesibukannya mereka tetap bisa menjaga eksistensinya melalui buku yang ditulis ghostwriter. Dalam buku pun, tidak perlu mencantumkan nama seorang ghostwriter sebagai penulisnya, tapi menggunakan nama si tokoh tadi sebagai penulis.Â
Jadi wajar jika ghostwriter punya tarif yang mahal. Dialah yang mencari data, merangkum data, wawancara, menulis, mengoreksi dan melakukan editing dalam sebuah buku, tapi dia rela namanya tidak tercantum dalam buku yang dicetak. Ketika buku sudah jadi pun, seorang ghostwriter harus mampu menjaga seluruh kerjasama ini dengan klien-nya.Â
Maka sekali lagi, benarlah yang dikatakan Andrew Crofts, seorang penulis bayangan; “Saya yang menulis, dan mereka yang memperoleh pujian.â€Â
Namun sebagai pesan, apapun jalan yang akan Anda tempuh untuk terjun di dunia kepenulisan, apakah itu menjadi penulis, ghostwriter, self publishing, pengelola jasa penulisan lainnya, tidak ada satupun yang dilakukan secara instan. Semuanya harus melalui proses panjang.Â
Seperti yang pernah saya ungkapkan dalam tulisan saya sebelumnya (baca: http://www.plimbi.com/article/168434/ini-yang-penting-untuk-calon-penulis), ukuran seorang penulis adalah jam terbang. Semakin banyak jam terbang, semakin terampil. Selamat menulis, semangat berkarya!
Comments (4)
Salam kenal Mbak Meis, tulisan-tulisan Anda juga sangat menginspirasi kami semua. sebuah tulisan yang lahir dari traveling yang menyenangkan...
sip.. mudah-mudahan
kelak akan tiba waktunya menjadi profesi yang menjanjikan Mbak Meis. terima kasih sudah mampir di tulisan saya. salam
Bagaimana di negara kita? Apakah profesi ini juga menjanjikan