ADA banyak teori dan kiat menjadi penulis. Tapi sebenarnya, baik teori maupun kiat bukanlah hal utama. Justru yang paling penting sebenarnya adalah tetapkan dulu niat. Tanya dulu dalam hati, apa aku ini punya passion menulis? Kalau jawaban hati adalah YA, ya sudah, langsung start saja menulis.Â
Lho, saya kan belum tau teorinya? Sudah diurai tadi bahwa teori adalah nomor sekian. Pelajaran pertama bagi seorang penulis ya menulis, pelajaran kedua; menulis dan pelajaran ketiga hingga seterusnya; tetap menulis.Â
Stephen King, ahli Fisika dan penulis terkenal dunia memberi pesan, untuk menjadi penulis yang dibutuhkan hanyalah kemauan keras untuk menulis dan kemudian mempraktekannya. Orang yang hanya mempunyai kemauan untuk menulis namun tidak pernah melakukannya, maka ia sama saja dengan bermimpi memiliki mobil tanpa ada usaha dan kerja keras untuk memilikinya.Â
Jadi intinya, bicara menulis adalah bicara jam terbang. Layaknya seorang pilot, bagaimana mungkin ia mahir mengemudikan pesawat jika hanya berkutat pada teori dan teknik semata.Â
Di era internet seperti sekarang ini, wadah untuk menampung tulisan juga kian banyak. Salah satunya lewat www.plimbi.com, media online yang memberi ruang bagi para penulis untuk mempublikasikan karyanya. Saya pun bergabung di sini dan ini sungguh menyenangkan! Â
Selain itu, Anda juga bisa bikin blog pribadi, lalu karya-karya Anda bisa dipublish di situ. Hitung-hitung untuk meningkatkan jam terbang dan memberi manfaat bagi pembacanya.Â
Di samping terus berlatih menulis, syarat wajib yang harus dipunyai calon penulis adalah hobi membaca. Sebab, dengan membaca, bisa memperkaya wawasan dan bisa menjadi sumber inspirasi buat Anda dalam membuat tulisan. Ini pesan Stephen King, kalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan: banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal itu, dan tidak ada jalan pintas.Â
Yang tidak kalah penting adalah berlatih dengan pembimbing. Lalu masuk atau bentuk klub-klub menulis dengan teman-teman yang punya hobi sama. Hal ini menguntungkan sebab bisa saling share mapun diskusi soal-soal kepenulisan sehingga akan menambah wawasan.Â
Nah, bagi para calon penulis, mulailah menulis sekarang juga. Jangan nunggu nanti atau besok. Beberapa kawan-kawan saya kini juga sering bikin buku keroyokan. Mereka berkolaborasi, menerbitkan buku secara self publishing (penerbitan mandiri). Dengan kolaborasi, kita bisa saling share ide dengan teman-teman dan mendiskusikannya bersama dalam proses penulisan.
Tak perlu cetak banyak-banyak, sesuaikan dengan ukuran marketing lokal yang yakin dapat dijangkau untuk membeli buku Anda bersama teman-teman. Karena itu, ajak teman-teman "senasib-seperjuangan"Â berkolaborasi dan terbitkan buku secara bersama.Â
Ada cara yang lain yang menarik dan patut dicoba. Dalam menulis buku, bisa menggandeng penulis senior yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Cara seperti ini bisa dengan cepat membantu “menaikkan kelas" Anda sebagai penulis pemula.Â
Teringat sebuah kalimat mutiara dari Sthepen King; “menulis adalah mencipta. Dalam suatu penciptaan, seseorang tidak hanya mengerahkan seluruh pengetahuan, daya dan kemampuannya saja, tapi ia sertaka seluruh jiwa dan nafas hidupnyaâ€Â
Ya, menjadi penulis memang tak cukup sekedar pandai merangkai kata-kata semata. Profesi ini menuntut kita menggabungkan niat, bakat, dan kemauan untuk bekerja keras tanpa henti dalam mengembangkan diri.
Comments (6)
Mas Ihsan terima kasih komentarnya. Selamat menulis, semangat berkarya! salam
Mbak Nila terima kasih sudah mau mampir di tulisan saya. salam.
betul mbak Meis, terima kasih komentarnya. salam
Sederhana namun menginspirasi tulisannya.. Semoga plimbi.com bisa terus menjadi ruang bagi para penulis sang "manusia kreatif" untuk mempublikasikan ide dan gagasan terbaiknya..
Tulisannya sangat membantu .......... makasih ya :)
Setuju, semakin rajin menulis memaksa kita rajin membaca, otak akan terus terasah. Dengan berjalannya waktu, tidak ada istilah mati gaya, tidak ada ide.