review

Here To Stay

Here To Stay

Yuk, Belajar Mengenal Mandolin Lebih Dekat

3

Apakah anda sudah pernah dengar alunan merdu dari musik mandolin, seperti apa kira - kira mandolin itu ? Madolin adalah alat musik petik yang berasal dari Italia, menyerupai dengan gitar, hanya saja yang membedakannya adalah dari segi ukuran dan jumlah senar yang digunakan. Mungkin sangat jarang ada orang – orang yang tahu dan menguasai memainkan alat musik ini. Namun sekali mendengar bunyi mandolin yang syahdu maka anda akan tertarik memainkannya.

Masuknya Gitar Di Indonesia

Penjajahan, selain menyisakan catatan kepedihan yang panjang, juga mengajarkan kepada warga Indonesia tentang seni dan budaya mancanegara. Salah satunya adalah dibawanya gitar oleh orang - orang Portugis di sekitar abad ke-17 ke Jakarta. Pada waktu itu di kawasan hutan lindung berawa di Jakarta Utara, terdapat sejumlah tawanan asal Portugis di Malaka yang sengaja dimukimkan oleh Belanda, tepatnya adalah di sebuah Kampung Tugu. Agar mereka tidak mudah merasa bosan, mereka menghibur diri dengan cara belajar dan bermain musik. Nah, musik yang mereka gunakan saat itu adalah gitar sederhana. Dari sinilah akhirnya alat musik ini berkembang dan mulai dikenalkan kepada warga lain di luar tawanan perang tersebut, lahirlah beberapa alat musik petik yang dimainkan untuk fungsi mengiringi lagu - lagu keroncong.

Selanjutnya muncullah Baroque Guitar pada awal abad ke - 17. Gitar ini memakai senar nilon, memiliki body yang panjang dan slim dengan bagian atas dan bawah yang sama besarnya. Tuning headnya terbuat dari kayu dan dipasang seperti pada gitar klasik. Fretnya terbuat dari kayu, metal ataupun gading dan permanen. Six string guitar, gitar yang sebenarnya, belum berkembang bagus hingga tahun 1750. Parlor Guitars sangat mirip dengan Baroque Guitar dengan perkecualian bahwa tuning untuk Parlor Guitars biasa dan lebih mekanikal. Pada tahun 1820, bagian bawah body dibuat lebih besar dari bagian atasnya. Gitar ini dikenal dengan istilah populer yaitu Washburn tahun 1887. Gitar klasik modern yang anda lihat sekarang ini belum berkembang sampai tahun 1840 di Spanyol.

Ada 3 jenis gitar yang dimainkan para tawanan saat itu, yaitu :

1.Gitar Monica, yang terdiri dari 3 dawai.
2.Gitar Rorenga, yang terdiri dari 4 dawai.
3.Gitar Jitera, yang terdiri dari 5 dawai.

Dua abad kemudian gitar dan keroncong menjadi populer dikalangan bangsawan Eropa, orang Jepang dan kemudian menyebar ke pelosok tanah air lalu digemari oleh warga Indonesia.

Gitar Elektrik

Di zaman modern ini, beberapa orang awam mulai mengenal gitar yang memanfaatkan sumber daya listrik. Bunyi yang dihasilkan tentu saja berbeda dengan bunyi gitar klasik. Gitar listrik pertama kali dibuat pada tahun 1932 oleh Adolphus Rickenbacker. Gitar ini mengambil bentuk rancangan gitar tua khas Spanyol dan tradisional.

Selanjutnya, perkembangannya terus berlanjut. Ada ide yang mempercepat perkembangannya menjadi sempurna dengan diawali dari sering diadakannya konser - konser dengan jumlah penonton yang banyak, sehingga jikalau tanpa bantuan sound system, maka suaranya tak terdengar, apalagi bila penonton berteriak - teriak riuh.

Seiring perkembangan zaman, produsen gitar bermunculan di seluruh dunia. Dua yang terkenal adalah Fender dan Ibanez. Didukung oleh media yang gencar mempublikasikan pemain - pemain gitar handal melalui majalah bergengsi seperti Guitar Player, saat ini komponen - komponen pada gitar listrik, seperti bridge / tremolo, pick - up, juga senar, bahkan mulai diproduksi terpisah dari produser gitar.

Perkembangan alat musik gitar banyak dipengaruhi oleh hal - hal yang nyentrik seperti gitar bersenar tujuh yang dipopulerkan oleh Steve Vai di tahun 1989. Ide ini muncul saat ia bergabung dengan David Lee Roth Band pada tahun 1985, yang menggarap album Crazy From The Heat. Ia memutuskan tergabung dalam grup band ini karena sang bassis, Billy Sheehan, sering menyetel bassnya dengan formasi lain bernama Drop D. Tuning (dari atas ke bawah : D-A-D-G, umumnya E-A-D-G). Bekerjasama dengan Ibanez tahun 1987, akhirnya lahirlah gitar pertama bersenar tujuh, dengan dawai teratas, alias ketujuh, bernada B. Gitar ini dijuluki The Universe-7 String.

Vai juga memiliki gitar dengan neck yang berlawanan (menghadap ke kiri dan kanan) yang semakin membuktikan kemampuannya bermain gitar dengan kidal. Sementara itu, Eddie van Halen, menjadi pelopor dalam penggunaan whammy bar up - down yang kemudian dikenal sebagai Floyd Rose tremolo / bridge. Inovasi ini lengkap dengan pengunci senar pada bagian nut gitar dimana selanjutnya sistem ini dikenal sebagai locking nut tremolo system.

Eddie mengembangkan sistem tremolo yang sudah populer sebelumnya. Yaitu tremolo yang hanya bisa ditekan down atau turun ( akan menghasilkan nada yang lebih rendah ). Sistem lama ini dikembangkan pertama kali dalam skala besar oleh sebuah pabrik alat – alat musik terbesar di duni bernama Fender dan terpasang sebagai perlengkapan standar pada model Stratocaster dan mengalami perkembangan yang cukup pesat sekitar tahun 1976. Saat itu para gitaris hebat seperti Ritchie Blackmore dan Jimmy Page sering merasa jengkel karena mengalami masalah pada tuning gitar mereka yang sering membending senar terlalu banyak untuk menghasilkan suara yang 1½ nada lebih tinggi. Akibatnya adalah senar jadi kendor dan nadanya terdengar fals. Dengan locking nut tremolo sistem, senar dikunci pada bagian nut gitar agar tidak bergeser ketegangannya.

Sedikit tambahan (ulasan di atas kami rangkum dari berbagai sumber), pada tahun 1991 pernah dibuat gitar yang paling besar di Amerika Serikat, tepatnya di Indiana dengan panjang mencapai 11 meter, hampir sama panjang dengan dua buah mobil limosin ! Gitar ini membutuhkan 6 orang untuk memainkannya !

Demikian kami menjelaskan, semoga bermanfaat bagi anda yang hobi main musik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads