Review James Blake ( The Colour In Anything ) – Bukti Musik Itu Adalah Sebuah Journey Dari Perasaan Seseorang
Album : The Colour In Anything ( rilis pertama tahun 2016 )
Produser : Â James Blake / Rick Rubin
Genre : Electronic Pop / Soul
Verdik : 4/5
Seperti halnya remaja dari mancanegara khususnya di Asia termasuk Indonesia, kebiasaan unik mereka adalah sama, sebelum memilih untuk membeli sebuah kaset musik lalu mendengarkan lagu – lagu sang artis dan diketahui bahwa album tersebut baru diedarkan di pasaran, hal terpenting adalah mereka tertarik untuk benar – benar menyukai dan mengetahui tentang background album – album tersebut dikeluarkan seperti siapa penerbitnya, siapa yang menulis dan siapa yang bertindak sebagai pemusik di belakang layar termasuk grup band terbaru dan personilnya.
Meskipun terlihat sepele namun ternyata sangat penting untuk dihubungkan dengan the whole idea dan pre - judgement tentang album yang telah berhasil mereka rangkum dan biasanya memakan waktu cukup lama melalui proses pembuatan video klip yang menonjolkan beberapa objek wisata alam berupa pantai – pantai eksotik di dunia, dimana bisa merekomendasikan fans mereka untuk suatu hari nanti berkunjung ke sana buat liburan.
Kembali mereview album – album yang terdahulu, melihat kolaborasi antara James Blake bersama salah seorang produser, Rick Rubin, anda yang baru pertama kali mengenal lagu – lagu karya apik dari mereka, mungkin akan mudah akrab dengan gaya dan aksi panggung dari Rick Rubin dimana kolaborasi mereka berhasil merilis album - album hebat seperti Linkin Park, Adele, Eminiem, Lana Del Rey, Josh Groban dan Justin Bieber.
Lirik Blake dalam setiap trak dalam album – albumnya bercerita tentang perasaan dan cinta seorang laki – laki kepada calon kekasihnya. Contohnya dalam trak F.O.R.E.V.E.R, Blake menulis :
Don’t use the word, “Foreverâ€
We live too long to be so loved
People change and I can be tethered
Contoh yang lainnya dalam trak My Willing Heart dan Blake kali ini menulis lirik yang mampu menyentuh hati para pendengar meskipun ditujukan untuk kaula muda yang atraktif :
The first time your name was used
It was beauty and I knew
Sat in a violet room with some people I saw through
Gathered ’round the television’s fire
Watching for the people I admired
Sebagai seorang pemusik adalah sangat sempurna dalam segala hal baik itu dalam hal produksi musik, penciptaan musik hingga penulisan lirik haruslah tampil humanis dalam setiap trak yang dikarang oleh Blake sendiri.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.