review

The Colour In Anything Teranyar Dari James Blake

The Colour In Anything Teranyar Dari James Blake

Kami rangkum dari berbagai sumber, salah satunya melalui Annie Mac BBC Radio 1 Show, musisi elektronik muda dan rupawan asal Inggris, James Blake, baru – baru saja mengumumkan tentang perilisan album terbarunya yang bertajuk The Colour In Anything, setelah terakhir kali dia dan grup bandnya melepas album Overgrown yang dirilis pada tahun 2013 lalu.

Sebagai debut singlenya, terdapat tiga track sekaligus, yaitu “ I Need A Forest Fire â€, “ Radio Silence â€, dan “ My Willing Heart †dimana ketiganya dirilis secara resmi dan bersamaan melalui Spotify dan perkembangan terbaru bisa anda saksikan setiap bulan dalam web site terkait.

Track “I Need A Forest Fire†adalah hasil kolaborasi apik antara grup band Indie Folk berasal dari Amerika, Bon Iver yang berhasil menggelar pertunjukan spektakuler beberapa kali di negara seperti Jepang, Taiwan, Amerika dan Inggris. Sebuah pertunjukan yang tidak hanya pertama kali ini dapat berkolaborasi dengan grup band lainnya, diketahui pada tahun 2011, James Blake dan Bon Iver pernah melakukan kolaborasi yang sama untuk merangkum album single mereka yang berjudul “ Falls Creek Boys Choir â€, dan berhasil dimasukkan ke dalam mixtape untuk mempromosikan Eaux Claires Festival, adalah sebuah festival musik yang digelar oleh grub band Justin Vernon dari Bon Iver namun perkembangan berita selanjutnya, James Blake memilih untuk menggelar pertunjukan musik tanpa berkolaborasi.

Mengalahkan Bowie

Dalam festival musik tersebut di atas, sebenarnya James Blake berani mempertaruhkan dan menjagokan Laura Mvula untuk berhasil memperoleh sebuah penghargaan atas lagu – lagunya yang sealiran, namun akhirnya dia mengakui karena rencana kolaborasi selanjutnya direncanakan bersama dengan grup band Laura Mvula yang kalah dalam festival musik tersebut.

Pesaing lainnya adalah musisi yang sudah memiliki nama besar seperti David Bowie dan Arctic Monkeys. Anda bisa menyaksikan secara langsung acara pengumuman sang juara di televisi swasta, dimana ada ribuan undangan yang direncanakan turut menyaksikan acara malam penghargaan Mercury Prize. Di belakang panggung berjaga musisi 25 tahun ini, James Blake yang mengaku merasa puas untuk menentukan siapa pemenangnya. Meskipun berhasil mengalahkan beberapa nama besar yang unggul dalam hal pengalaman, ia tak merasa lebih unggul, Blake menambahkan, misalnya terhadap David Bowie, dalam menciptakan lagu – lagu berprestasi sebaiknya saat masih muda sehingga tidak mengecewakan dimana kesuksesan adalah hal yang sama akan terulang dan bisa terus berinovasi.

Nominator Mercury Prize tahun ini, 12 album, dikumpulkan dari 220 entri yang disampaikan pada juri oleh perusahaan rekaman mereka yang tergabung dalam sebuah panggung pertunjukan musik spektakuler di Amerika, meskipun sebelum acara dimulai, sempat menuai kritik namun pemilihan 12 artis tersebut di atas tetap banyak memiliki penggemar dimana lima diantaranya pernah menjadi lagu – lagu nomor satu di dunia dan tujuh nominator sebelumnya juga pernah dicalonkan untuk menerima penghargaan yangs sama pada tahun sebelumnya.

Festival sejenis diketahui banyak membantu dan mengatrol penjualan album – album para artis dimana ketika mereka telah berhasil sebagai kandidat penerima penghargaan ini, akan sukses juga membantu angka penjualan kaset mereka.

Pemenang Mercury Prize tahun lalu antara lain Pulp, Postis Head, dan PJ. Harvey. Musisi elektrik Inggris, James Blake, berhasil memenangkan penghargaan musik prestisius Inggris, Mercury Prize, dengan album keduanya berjudul Overgrown karena  albumnya inventif, puitis dan menggugah. Seperti diketahui bahwa Penghargaan Mercury diberikan untuk album – album terbaik di Inggris dan Irlandia pada tahun – tahun yang sama diberikannya penghargaan ini dalam bentuk uang tunia senilai £20.000 ( sekitar Rp360 juta ). Overgrown kembali dirilis sekitar April tahun lalu dan berhasil menduduki posisi delapan besar di tangga lagu – lagu terpopuler di Inggris.

Mengalahkan Bowie

3

Dalam festival musik tersebut di atas, sebenarnya James Blake berani mempertaruhkan dan menjagokan Laura Mvula untuk berhasil memperoleh sebuah penghargaan atas lagu – lagunya yang sealiran, namun akhirnya dia mengakui karena rencana kolaborasi selanjutnya direncanakan bersama dengan grup band Laura Mvula yang kalah dalam festival musik tersebut.

Pesaing lainnya adalah musisi yang sudah memiliki nama besar seperti David Bowie dan Arctic Monkeys. Anda bisa menyaksikan secara langsung acara pengumuman sang juara di televisi swasta, dimana ada ribuan undangan yang direncanakan turut menyaksikan acara malam penghargaan Mercury Prize. Di belakang panggung berjaga musisi 25 tahun ini, James Blake yang mengaku merasa puas untuk menentukan siapa pemenangnya. Meskipun berhasil mengalahkan beberapa nama besar yang unggul dalam hal pengalaman, ia tak merasa lebih unggul, Blake menambahkan, misalnya terhadap David Bowie, dalam menciptakan lagu – lagu berprestasi sebaiknya saat masih muda sehingga tidak mengecewakan dimana kesuksesan adalah hal yang sama akan terulang dan bisa terus berinovasi.

Nominator Mercury Prize tahun ini, 12 album, dikumpulkan dari 220 entri yang disampaikan pada juri oleh perusahaan rekaman mereka yang tergabung dalam sebuah panggung pertunjukan musik spektakuler di Amerika, meskipun sebelum acara dimulai, sempat menuai kritik namun pemilihan 12 artis tersebut di atas tetap banyak memiliki penggemar dimana lima diantaranya pernah menjadi lagu – lagu nomor satu di dunia dan tujuh nominator sebelumnya juga pernah dicalonkan untuk menerima penghargaan yangs sama pada tahun sebelumnya.

Festival sejenis diketahui banyak membantu dan mengatrol penjualan album – album para artis dimana ketika mereka telah berhasil sebagai kandidat penerima penghargaan ini, akan sukses juga membantu angka penjualan kaset mereka.

Pemenang Mercury Prize tahun lalu antara lain Pulp, Postis Head, dan PJ. Harvey. Musisi elektrik Inggris, James Blake, berhasil memenangkan penghargaan musik prestisius Inggris, Mercury Prize, dengan album keduanya berjudul Overgrown karena  albumnya inventif, puitis dan menggugah. Seperti diketahui bahwa Penghargaan Mercury diberikan untuk album – album terbaik di Inggris dan Irlandia pada tahun – tahun yang sama diberikannya penghargaan ini dalam bentuk uang tunia senilai £20.000 ( sekitar Rp360 juta ). Overgrown kembali dirilis sekitar April tahun lalu dan berhasil menduduki posisi delapan besar di tangga lagu – lagu terpopuler di Inggris.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads