review

Novel Menarik : Metropop, Lost And Found Dan Coloring For All Ages, Mewarnai Motif Etnik

Novel Menarik : Metropop, Lost And Found Dan Coloring For All Ages, Mewarnai Motif Etnik

Sekilas Tentang Teknik Mewarnai Kain Tiedye Atau Jumputan

3

Erat kaitannya dengan mewarnai motif etnik / benang dalam buku di atas yang kami rekomendasikan untuk koleksi bacaan anda di rumah, banyak orang mengira bahwa Tiedye merupakan teknik mewarnai kain yang diciptakan pertama kali oleh Kaum Hippies dari Amerika sekitar tahun 1960an menentang perang yang sedang dilakukan oleh Amerika di Vietnam dan negara sekutu lainnya. Padahal jika menilai dan telusuri dalam sejarah negeri ini, pada Prasasti Sima yang ditemukan pada abad 10, menunjukkan bahwa di Indonesia telah berkembang dengan pesat kain – kain dengan pola mirip seperti pola tiedye.

Di Indonesia, masyarakat awam lebih banyak mengenal tentang berbagai istilah untuk teknik pewarnaan ala tiedye seperti di Palembang, masyarakatnya menyebut kain ini dengan istilah Pelangi, sedangkan di Jawa lebih dikenal dengan nama Tritik. Lain lagi dengan di Banjarmasin, yang menyebutnya Sasirangan, yang lainnya menyebutnya dengan Jumputan atau Ikat.

Pada prinsipnya, Jumputan ialah teknik membuat pola dengan cara mengikat kain pada beberapa bagian namun sebelumnya dicelup pada zat warna tertentu yang dikenal dengan teknik celup ikat. Secara prinsip teknik ini menyerupai dengan teknik batik dimana saat membatik, bagian yang tertutup oleh malam (lilin) waktu akan dicelupkan  ke dalam bahan warna tidak akan terkena warna. Sedangkan proses jumputan, fungsi malam atau lilin dapat digantikan dengan ikatan tali pada kain sebelum dicelupkan, sehingga akan menyebabkan jumputan menjadi lebih mudah dan murah apabila dibandingkan dengan batik.

Teknik Jumputan ini dapat diterapkan pada kebanyakan kain yang menjadi bahan pilihan untuk diaplikasikan pada teknik Jumputan dimana ada banyak cara yang telah berkembang pesat dari teknik celup ikat untuk memperoleh efek hasil akhir yang berbeda - beda. Efek yang berbeda - beda ini umumnya dilakukan dengan cara yang berbeda dari melipat kain lalu mengikatnya. Semakin bervariasi cara melipat dan mengikat kain yang akan dibuat, semakin bervariasi pula efek pola yang diciptakan.

Ada beberapa tips bagi pemula yang harus diperhatikan saat akan mengerjakan proses Jumputan ini. Yaitu :

Proses  Pencelupan Kain

1.    Konsep dan setting lebih dulu pada bagian yang akan diwarnai dan mana yang  tidak diwarnai.

2.    Tentukan warna pilihan apa saja yang akan  digunakan.

3.    Sebelum mencelupnya ke dalam warna, gunakan  sarung tangan berbahan plastik.

4.    Celup bagian demi bagian dari kain yang telah diikat ke dalam cairan bahan warna yang sebelumnya telah disediakan.

5.    Sebaiknya anda mulai dari warna muda ke warna tua, karena kalau anda celup terlebih dulu warna tua, maka anda tidak akan bisa membuatnya muda kembali, kecuali sebaliknya.

Apabila proses pencelupan sudah selesai dilakukan, maka tibalah waktunya untuk membuka ikatan.

Tipsnya adalah : bukalah  ikatan tali pada kain – kain tersebut dengan hati - hati mengunakan  gunting kecil atau catter. Buka lipatan kain sebelum benar – benar kering, karena dalam keadaan kering maka lipatan akan sulit dibuka. Setelah dibuka, rapikan lipatan - lipatannya, kemudian angin - anginkan hingga kering. Karya seni kain yang  berpola sudah menjadi milik anda dan tampak menakjubkan.

Warna Terang Jadi Tren Busana 2017

Warna - warna terang dan cerah yang dipadu dengan warna berani seperti orange, ungu, dan warna hijau mint, diprediksi akan mampu memikat hati wanita karir di Indonesia untuk menjadikannya tren busana tahun 2017 mendatang dengan mengusung tema etnik dan monokrom diyakini masih tetap bertahan untuk pilihan utama bagi penggemar fashion. “ Warna terang dan cerah akan jadi tren 2017, meskipun warna – warna pastel dan hitam - putih tetap ada,†jelas perancang busana Meli Meiliasari pada pembukaan Zuikaffah Boutique di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya, baru – baru ini – dari berbagai sumber. Gaya etnik pada industri fashion memang sepanjang tahun mampu bertahan, mengingat masih banyak potensi yang bisa dikreasikan menjadi tren busana baru. “Motif etnik tidak akan lekang oleh waktu. Karenanya, saya akan tetap konsisten memberi sentuhan etnik pada setiap rancangan saya," katanya.

Bagaimana cara agar pelanggan yang kebanyakan adalah remaja putri dan wanita karir ini tetap mengedepankan kesan kekinian, maka dia memadukan gaya etnik dengan sesuatu yang modern. Hal ini jelas terlihat pada koleksi Munggaran yang memadukan corak atau motif – motif yang jarang dipadukan dengan kain batik tradisional yakni motif persegi dengan batik pekalongan motif bunga liar / bunga hutan.

Zuikaffah menghadirkan rancangan terbaru dalam jumlah yang sangat terbatas untuk menjaga eksklusivitas. Masing – masing satu set baju hanya untuk satu ukuran saja, yakni S, M, L, XL, dan XXL.

"Ini kami lakukan untuk menjaga eksklusivitas dalam setiap rancangan. Dengan begitu kami harap setiap perempuan yang mengenakan rancangan kami merasa istimewa," kata wanita yang lebih akrab disapa Mei ini. Tak lupa dia memberikan kesan chic yang ingin ditampilkan lebih menonjol agar tetap memerhatikan kenyamanan dan kesopaanan baju Muslimah, baik dalam pemilihan bahan, bentuk, maupun potongan. "Baju kami ready to wear yang bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik casual maupun kesempatan istimewa," ujarnya mengakhiri.

Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi anda yang tertarik dalam bidang mewarnai dari yang paling sederhana hingga tersulit dan akan bermanfaat untuk segala bidang terutama erat kaitannya dengan fashion.

 

 

 

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads