Bagi yang ingin wisata santai, bisa memilih wisata tubing atau susur sungai di Ledok Amprong. Wisata Tubing Ledok Amprong ini juga salah satu aset wisata Desa Gubugklakah yang letaknya masih di sepanjang Sungai Amprong.
Di area tersebut, wisatawan bisa menikmati tubing dengan menggunakan ban bekas menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Atau bisa juga memilih berpetualang di Coban Pelangi.
Air terjun Coban Pelangi populer di kalangan pendaki Gunung Semeru, karena letaknya yang memang berada di jalur pendakian menuju gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
â€Wisata agropolitan juga dikembangkan warga, misalnya petik apel dan petik sayur,†ungkap Ketua Tim Marketing DWG (Desa Wisata Gubugklakah) Heri Siswoyo.
Tahun ini masyarakat tak hanya berfokus pada masalah sarana dan prasarana saja. Namun, juga berupaya mengembangkan wisata budaya. Terlebih Desa Gubugklakah memiliki potensi yang lama tak dimunculkan, yakni kesenian topeng. Bukan topeng biasa, melainkan topeng sakral yang berusia lebih dari 150 tahun.
â€Topeng ini turun-temurun ada di desa ini, tapi baru tahun lalu keluar lagi. Usianya sudah lebih dari 150 tahun,†ujarnya. Menurut Heri, kotak tempat topeng tersebut sempat hancur.
â€Saat itu, ada salah satu warga yang diminta menyampaikan kalau topeng ini ingin ditampilkan lagi,†terangnya. Sejak saat itu, warga sekitar berusaha menghidupkan kembali tradisi wayang topeng.
Selain itu, anak-anak kecil dan remaja setiap Minggu berkumpul di balai desa untuk belajar membawakan topeng-topeng tersebut. Satu set topeng kuno berjumlah 24 tokoh itu sebenarnya bukan properti tari, melainkan wayang topeng.
â€Sayangnya, kami kehilangan jejak wayang topeng khas Gubugklakah, tapi saat ini kami kembali mempelajari sesuai tradisi topeng Malangan pada umumnya,†pungkas Heri.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.