Dalam desain UI/UX, elemen-elemen seperti teks, tombol, gambar dan ruang kosong memiliki peran yang sangat penting. Ada yang namanya spacing yang memungkinkan elemen-elemen tersebut tidak tumpang tindih dan memberikan ruang yang cukup untuk memungkinkan pengguna berinteraksi dengan nyaman. Selain itu, ada hal yang membuat tampilan website terlihat rapi dan professional, yaitu grid system.
Apa itu Grid System?
Grid system adalah kerangka kerja yang digunakan dalam penempatan elemen-elemen desain dengan rapi dan konsisten. Kalau dalam UI/UX, grid system ini digunakan untuk mengatur elemen-elemen desain dalam suatu tata letak. Grid system menciptakan kerangka kerja visual yang konsisten dan memastikan keteraturan, kohesi dan keseimbangan dalam desain. Grid system terdiri dari garis vertikal dan horizontal yang membentuk jaring-jaring, untuk membantu bagi ruang dalam desain menjadi kolom-kolom atau bagian-bagian yang dapat diisi dengan elemen-elemen desain.
Komponen Grid System
Terdapat 3 komponen dalam grid system, yaitu:
1. Columns (Kolom)
Kolom adalah dasar unit dalam grid system yang bisa memiliki beberapa kolom dengan lebar yang sama atau berbeda. Kolom ini membantu dalam penempatan dan penataan elemen-elemen desain.
2. Gutters (Gutter)
Gutter adalah ruang kosong vertikal atau horizontal antara kolom-kolom dalam grid.
3. Margins (Margin)
Margin adalah ruang kosong disekitar elemen-elemen desain yang memisahkan elemen-elemen tersebut dari tepi grid atau elemen-elemen lainnya.
Jenis-jenis Grid System
Ada beberapa jenis grid system yang umum digunakan, yaitu:
1. Manuscript Grid
Grid yang digunakan khusus untuk desain teks. Grid ini membantu penempatan paragraf, kolom teks dan elemen-elemen lainnya dalam dokumen dengan rapi.
2. Modular Grid
Membagi ruang desain menjadi unit-unit modular yang dapat digunakan untuk menyusun dan mengatur elemen-elemen desain secara sistematis.
3. Column Grid
Mengatur tata letak dan struktur desain dengan menggunakan kolom-kolom.
4. Hierarchical Grid
Mengatur elemen-elemen desain dalam hirarki atau struktur yang jelas. Grid ini membanu dalam penempatan elemen-elemen desain yang memiliki tingkatan atau tingkat kepentingan yang berbeda.
5. Baseline Grid
Mengatur jarak antara baris teks dan elemen-elemen desain lainnya.
6. Pixel Grid
Membantu dalam penempatan elemen-elemen desain dan menjaga konsistensi visual pada tampilan digital.
Apa itu Spacing?
Spacing adalah pengaturan ruang antara elemen-elemen desain, seperti teks, gambar, tombol dan lainnya. Penggunaan ruang antara elemen-elemen desain telah menjadi bagian integral dalam menciptakan tata letak yang seimbang, nyaman dan efektif. Prinsip-prinsip desain seperti “Whitespace” atau “Negative Space” menjadi popular, yang dimana ruang kosong di sekitar elemen digunakan dengan sengaja untuk memberikan penekanan dan keterbacaan yang lebih baik.
Peran dan Manfaat Spacing
Spacing membantu meningkatkan keterbacaan dan pemahaman konten. Dengan memberikan ruang yang cukup antara teks, paragraf, dan elemen-elemen lain agar memudahkan pengguna untuk membaca dan memproses informasi.
Spacing memainkan peran penting dalam menciptakan tata letak yang seimbang dan estetis. Juga berperan dalam meningkatkan navigasi dan interaksi pengguna. Dengan memberikan ruang yang cukup antara tombol, link dan elemen interaktif lainnya, yang memberikan manfaat bagi pengguna agar mudah bisa menemukan dan berinteraksi dengan elemen-elemen tersebut tanpa kesalahan atau kebingungan.
Cara Menentukan Spacing Menggunakan Aturan 3C
Berikut adalah cara menentukan spacing dengan aturan 3C:
1. Container
Pertama, tentukan ukuran dan dimensi container, yaitu area tempat elemen-elemen akan ditempatkan. Kemudian tentukan padding container, biasanya dengan spasi minimal 16px dan diterapkan di semua box inset.
2. Content
Tentukan ruang yang diperlukan agar content terlihat seimbang dan mudah dibaca dalam container, mencakup teks, gambar atau elemen lain yang terkait. Biasanya ukuran spasi 4px untuk header, 0-8px untuk body, dan 8-16px untuk spasi dan padding pada ikon atau teks komponen yang lebih kecil.
3. Component
Ruang antara komponen juga perlu dipertimbangkan untuk menciptakan tata letak yang teratur dan dipandang. Perhatikan dimensi dan proporsi komponen, serta ruang yang diperlukan agar terlihat jelas dan mudah diakses.
Penutup
Grid system dan spacing dalam UI/UX telah menjadi bagian penting untuk meningkatkan tata letak, keterbacaan, kejelasan dan efisiensi pengalaman pengguna.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.