Usability testing adalah pengujian terhadap aplikasi atau website yang telah dirancang kepada pengguna untuk melihat apakah pengguna dapat menggunakan dengan mudah dan memiliki pengalaman yang baik saat menggunakan aplikasi atau website tersebut. Bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin dihadapi oleh pengguna saat menggunakan aplikasi atau website dan untuk menentukan area di mana perbaikan diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.
Perbedaan Usability Testing dan User Testing
Walaupun terdengar mirip, kedua metode ini memiliki perbedaan. Usability testing untuk menilai apakah aplikasi atau website yang dikembangkan dapat digunakan mudah oleh pengguna. Sedangkan user testing untuk menentukan apakah aplikasi atau website tersebut memenuhi kebutuhan pengguna.
Metode Usability Testing
Berikut beberapa metode yang dapat digunakan:
1. Guerilla Testing
Guerilla testing digunakan pada tahap awal proses pengembangan aplikasi atau website. Menggunakan metode ini bisa mendapatkan pendapat-pendapat pribadi dan kesan yang emosional tentang ide dan konsep yang telah dibuat.
2. Lab Usability Testing
Digunakan untuk mencari tahu informasi yang detail tentang bagaimana pengguna sebenarnya akan berinteraksi dengan aplikasi atau website yang telah kita buat dan masalah seperti apa yang akan mereka hadapi. Dengan demikian dapat mengetahui alasan dibalik perilaku dari pengguna. Dalam menggunakan metode ini, membutuhkan moderator yang tepat.
3. Unmoderated Remote Usability Testing
Dilakukan dari jarak jauh dan tanpa adanya moderator. Dengan cara meminta peserta dari usability testing untuk menyelesaikan tugas yang diberikan di tempat mereka sendiri menggunakan perangkat yang tanpa adanya moderator sehingga membantu menyebabkan aplikasi atau website akan digunakan secara alami.
4. Contextual Inquiry
Digunakan untuk mendapatkan informasi yang detail tentang pengguna dan untuk menguji kepuasan pengguna terhadap aplikasi atau website yang telah dibuat.
5. Phone Interview
Metode yang dilakukan secara jarak jauh dan moderator akan menginstruksikan peserta secara lisan untuk menyelesaikan tugas pada perangkat mereka. Untuk bisa mendapatkan feedback dari peserta yang tersebar di berbagai daerah bahkan negara lain.
6. Card Sorting
Metode yang dilakukan memprioritaskan konten dan fitur pada antamuka pengguna. Metode ini sangat cocok diimplementasikan jika ingin mengoptimalkan arsitektur aplikasi atau website sebelum membuatnya menjadi mockup lo-fi.
7. Session Recording
Metode perekaman tindakan yang dilakukan dengan pengguna saat berinteraksi dengan aplikasi atau website. Metode ini cocok untuk membantu memahami masalah utama yang dihadapi oleh pengguna ketika berinteraksi dengan aplikasi atau website yang telah dirancang.
Langkah-langkah Usability Testing
Berikut langkah-langkah untuk melakukan usability testing:
1. Menetapkan Tujuan
Tentukan tujuan yang jelas dan spesifik.
2. Merekrut Partisipan
Partisipan harus mewakili target pengguna aplikasi atau website yang diuji. Partisipan dapat direkrut melalui seleksi acak, atau media iklan online atau offline.
3. Menyiapkan Skenario Uji
Skenario uji harus realistis dan mencakup tugas-tugas umum dilakukan oleh pengguna aplikasi atau website.
4. Memperoleh Data
Saat partisipan melakukan pengujian, para pengamat harus merekam data dan pengalaman pengguna, yang dicatat bisa berupa hal-hal yang muncul selama pengujian, seperti kebingungan atau kesulitan pengguna dan tindakan yang diambil untuk menyelesaikan tugas.
5. Menganalisis Data
Para pengamat dapat menggunakan data yang diperoleh untuk mengidentifikasi masalah muncul selama pengujian, serta area yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.
6. Membuat Laporan dan Merekomendasikan Perbaikan
Laporan mencakup hasil pengujian secara rinci, termasuk masalah yang ditemukan dan rekomendasi untuk perbaikan.
Penutup
Usability testing menjadi proses penting dalam pengembangan produk, aplikasi, dan website untuk mengidentifikasi masalah pada desain dan navigasi. Melalui proses pengujian ini, aplikasi atau website diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pengguna sebelum dipublikasikan sekaligus mampu menghemat waktu dan biaya karena mengurangi risiko perubahan besar di kemudian hari.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.