Desain yang berpusat pada pengguna/User Design Center (UCD) adalah mendesain dari sudut pandang pengguna. Tim desain dan pengembangan menggunakan data tentang kebutuhan, tujuan dan umpan balik dari pengguna untuk membuat website yang sangat bermanfaat dan mudah diakses.
4 Elemen Penting
Selain membuat website berdasarkan sudut pandang pengguna. Adapun 4 elemen penting yang digunakan untuk UCD:
- Visibilitas: Bagaimana kesan dari pengguna ketika membuat sebuah website, apakah dapat dipahami isi dari website dan memahami cara penggunaannya?
- Aksesibilitas: Cek apakah website dapat dengan mudah diakses atau tidak? Tombol yang tersebar di website dapat ditemukan oleh pengguna atau tidak?
- Keterbacaan: Teks di website mudah dibaca oleh pengguna atau tidak?
- Bahasa: Bahasa yang digunakan mudah dipahami atau dapat menyebabkan kebingungan dan keraguan?
Mengapa UCD Begitu Penting?
UCD lebih mementingkan website dari sudut pandang pengguna, hal ini membantu adanya pengalaman yang baik bagi pengguna. Selain itu UCD memiliki banyak manfaat, yaitu:
- Peningkatkan kepuasan pengguna: UCD membantu desain yang dirancang khusus untuk kebutuhan pengguna dan memecahkan masalahnya.
- Peningkatan kegunaan produk: Kegunaan begitu penting dalam UCD, dapat membuat sebuah website sederhana dan mudah digunakan.
- Peningkatan retensi dan akuisisi pelanggan: Semakin website memenuhi persyaratan pengguna, maka pengguna akan semakin senang dan menyukai website tersebut.
- Minimalkan kesalahan dan risiko kegagalan produk: Jika sudah mengetahui keinginan dan kebutuhan pengguna, maka akan minim risiko kesalahan dan kegagalan dari produk/website.
- Pengalaman pelanggan yang lebih baik secara keseluruhan: Menempatkan pengguna di posisi terdepan untuk keputusan dari desain yang dibuat.
Prinsip UCD
Berikut ini beberapa prinsip dari UCD:
1. Empati untuk pengguna.
Memahami emosi, pengalaman, dan motivasi dari pengguna. Ketika membuat desain dibaguskan untuk masuk ke dalam sudut pandang dari pengguna untuk memahami konteks interaksi denganproduk.
2. Umpan balik pengguna.
Memasukkan umpan balik dari pengguna secara langsung untuk menginformasikan keputusan desain agar memenuhi harapan dari pengguna.
3. Proses berulang.
UCD adalah proses berkelanjutan yang diharuskan membuat beberapa iterasi produk berdasarkan masukan pengguna.
Proses UCD
Berikut proses umum dari UCD:
1. Penelitian.
UCD dimulai dengan meneliti dan memahami pengguna yang akan berinteraksi dengan sistem atau produk. Dalam fase ini bertujuan untuk mengumpulkan wawasan tentang perilaku pengguna yang nantinya akan menggunakan produk/website, kebutuhan, preferensi, kapabilitas dan tujuan pengguna.
Adapun beberapa metode penelitian sebagai berikut:
- Wawancara pengguna: Wawancara langsung dengan calon pengguna tentang kebutuhan dan tantangan.
- Survei: Kuesioner yang disebarkan ke kelompok pengguna untuk mengidentifikasi preferensi.
- Pengujian pengguna: Mengamati pengguna berinteraksi dengan sistem.
- Studi lapangan: Mempelajari pengguna di lingkungan kerja atau rumah.
- Tinjauan pustaka: Meneliti data dan pengetahuan yang ada terkait dengan kelompok pengguna yang menjadi target.
2. Konseptulisasi.
Setelah hasil dari penelitian sudah terkumpul, selanjutnya untuk bertukar pikiran mengenai konsep dan ide desain. Adapun beberapa metode konseptualisasi sebagai berikut:
- Persona: Model yang mewakili segmen pengguna.
- Perjalanan pengguna: Skenario yang menggambarkan tujuan dan interaksi pengguna dari waktu ke waktu.
- Analisis tugas: Dokumentasi mengenai tugas yang ingin diselesaikan oleh pengguna pada sistem.
- Arsitektur informasi: Menyusun, mengatur, dan memberi label konten dan fitur.
- Membuat sketsa: Visualisasikan konsep desain dengan cepat untuk alur pengguna dan tata letak layar.
3. Desain dengan konsep yang solid
Desainer menciptakan desain antarmuka pengguna yang detail, arsitektur informasi, alur layar, prototipe, dan spesifikasi berdasarkan model konseptual.
Metode desain UCD, yaitu:
- Wireframing: Visualisasikan struktur antarmuka dan hierarki konten.
- Pembuatan prototipe: Representasi interaktif yang memungkinkan pengujian pengguna yang disimulasikan.
- Desain visual: Menetapkan tampilan dan nuansa serta merek visual.
- Menulis: Membuat teks antarmuka, label, pesan, dan dokumen.
- Spesifikasi: Persyaratan teknis dan fungsional.
4. Evaluasi
Menguji kegunaan dan mengumpulkan umpan balik kualitatif pengguna terhadap prototipe.
Metode evaluasi UCD, yaitu:
- Pengujian kegunaan: Mengamati pengguna representatif yang menyelesaikan tugas pada prototipe.
- Evaluasi heuristik: Para ahli memeriksa antarmuka berdasarkan prinsip kegunaan.
- Survei: Umpan balik pengguna tentang kesan dan kepuasan terhadap desain.
- Analitik: Data penggunaan dan statistic dari aplikasi.
Penutup
Desain yang berpusat pada pengguna yang sangat berfokus pada pengguna untuk merancang dan mengembangkan produk. Dengan terus melibatkan pengguna akhir di sepanjang siklus hidup proyek, UCD bertujuan untuk menciptakan antarmuka dan produk yang sangat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pengguna.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.