Design thinking adalah pendekatan kreatif yang memfokuskan pada pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna untuk merancang solusi yang memenuhi harapan mereka. Design thinking menempatkan pengguna sebagai pusat dari proses desain dan mendorong desainer untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan konteks pengguna secara mendalam.
Lebih jelasnya, design thinking merupakan serangkaian proses kognitif, strategis, dan praktis yang dilakukan secara berulang guna menciptakan solusi inovatif yang terpikirkan sebelumnya (out of the box).
Proses design thinking dimulai dari analisis konteks, identifikasi, dan pengertian masalah, pengembangan ide dan solusi, penerapan pemikiran kreatif, pembuatan sketsa model dan prototip, hingga pengujian dan evaluasi. Dalam konteks bisnis, konsep design thinking sangat bermanfaat untuk kemajuan perusahaan karena pendekatannya mencakup kolaborasi dengan pengguna, bukan hanya membuat sesuatu untuk pengguna.
Mengapa menggunakan design thinking? Karena bisa untuk mengurangi resiko sebelum meluncurkan produk baru, mempercepat memahami kebutuhan pasar, menghasilkan produk inovatif solutif, bukan sekedar incremental dan membuat sesuatu yang orang ingin dan butuhkan.
Tujuan Design Thinking
Design thinking berfungsi untuk menemukan solusi terbaik dan tepat sasaran dengan tujuan agar kebutuhan bisnis serta pelanggan terpenuhi. Di dunia bisnis, design thinking berguna untuk memberikan berbagai solusi yang bisa dipilih untuk melancarkan kegiatan operasional, mendatangkan pengembalian investasi (ROI), menemukan Solusi untuk pelanggan, penghematan serta efisiensi sumber daya dan lain-lain.
Langkah Design Thinking
Berikut kelima langkahnya:
- Empathize: Pada langkah ini kamu harus bisa mengerti dan memahami keinginan dari pengguna ketika mereka menggunakan perangkat lunak yang dibuat. Bisa juga untuk memanfaatkan informasi sebanyak-banyaknya.
- Define: Setelah mendapatkan data, saatnya menyusun dan menafsirkan data-data yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Tapi tetap dalam mendefinisikan masalah kepada pengguna.
- Ideate: Mengumpulkan ide atau solusi dari masalah yang sudah diketahui sebelumnya. Dapat dilakukan dengan cara brainstorming atau mind mapping.
- Prototype: Pembuatan model sederhana dengan biaya yang rendah untuk berbagai solusi yang ada.
- Test: Menguji prototip kepada pengguna. Menguji akan memberikan keuntungan tersendiri, yatu product review. Dalam proses testing ini bisa memunculkan kekurangan atau celah dari proses design thinking lainnya. Maka, harus memperbaiki hasil dari proses yang rumpang.
Elemen dalam Design Thinking
Berikut adalah elemen yang ada dalam design thinking:
- User-Centered: Berfokus pada pengguna. Dalam hal ini segala solusi harus didasarkan kepada kebutuhan pengguna terutama dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi pengguna.
- Iterative: Memungkinkan adanya pengulangan. Proses dalam design thinking akan terus berulang hingga menemukan solusi terbaik.
- Kreativitas yang Tinggi: Desainer harus mampu melihar dari perspektif pengguna dan mencari solusi kreatif yang baru untuk menyelesaikan masalah pengguna.
- Pengujian Secara Langsung: Membuat prototip untuk dilakukan pengujian langsung guna mengetahui efektivitas produk sebelum diluncurkan.
Kekurangan Design Thinking
Terdapat empat kekurangan dari design thinking, sebagai berikut:
- Membutuhkan keterlibatan yang tinggi dari partisipasi pengguna.
Dalam design thinking membutuhkan partisipasi nyata dari pengguna dalam setiap fase proyek. Dalam fase tersebut bisa mencakup, penelitian awal, wawancara, pengembangan ide Bersama dan pengujian prototip.
- Durasi proyek lebih lama.
Perusahaan butuh waktu yang berkualitas untuk meneliti, mewawancarai, mensintesis, dan menguji produk dengan pengguna langsung.
- Berpotensi mengabaikan ekosistem lain yang justru bisa menjadi solusi.
Perusahaan terlalu berfokus pada permasalahan pengguna, padahal ada pihak lain yang bagian dari ekosistem juga.
- Jarang memperhatikan worstcase.
Perusahaan seringkali terlalu menyederhanakan masalah yang sering dihadapi.
Penutup
Design thinking dapat diartikan sebagai suatu metode yang dilakukan untuk memecahkan suatu masalah dengan cara kreatif dan praktis. Pendekatan ini melibatkan langkah-langkah seperti berempati dengan pengguna, mendefinisikan masalah dengan jelas, menghasilkan ide kreatif, membuat prototip, dan menguji solusi dengan pengguna.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.