Mantan yang paling cantik atau ganteng, mantan yang paling sayang kamu, mantan yang disayang keluarga dan sahabat-sahabatnya hingga mantan yang paling lucu dan kocak, namun kerap bikin sakit hati dan merugikan, memang sulit dilupakan.
Mereka itu sulit dilupakan, selayak kebiasan sobat dalam menabung yang telah dilakuin sejak lama ternyata merugikan. Keduanya memang sulit dilupakan, tetapi memang kudu dilepaskan dan move on dengan yang baru, apalagi saat ditemukan mantan dan tabungan itu benar-benar merugikan.
Apa yang terjadi di masa lalu, entah dengan mantan atau tabungan konvensional, gunakanlah sebagai pembelajaran untuk masa depan yang lebih baik.
Meski keduanya harus dilepaskan, sudah sepantasnya sobat berterima kasih atas pengalaman yang akan membuat sukses di masa depan. Tapi mengapa tabungan konvensional juga harus juga dilepaskan? Apa bener tabungan konvensional itu merugikan?
1. Cek baik-baik bunganya
Ada baiknya meluangkan waktu sejenak untuk mencetak buku tabungan dan memantenginya dengan seksama. Bagi yang selama ini belum paham, perhatikan nominal biaya administrasi dan potongan yang tercetak di buku tabungan yang membuat tabungan bukannya nambah, melainkan susut. Kalau saldonya saja kecil maka akan terlihat dengan jelas kalau saldo yang ada justru makin berkurang. Potongan ini-itu ternyata tak sebanding dengan bunga yang diberikan. Terlihat jelas kalau menabung secara konvensional dengan jumlah tabungan di bawah Rp 10 juta, yang didapati hanya kerugian. Cek baik-baik bunga tabungan itu sangat kecil dan tak sebanding dengan biaya dan potongan yang harus ditanggung.
2. Selanjutnya pelototin biaya-biaya yang harus ditanggung
Biaya administrasi untuk tabungan dipungut tiap bulan oleh bank. Besarnya bervariasi mulai dari ribuan rupiah hingga Rp 20 ribu per bulan. Biaya administrasi bank akan terus dibayarkan nasabah selama masih menggunakan rekening bank secara aktif. Beberapa bank memang mengeluarkan produk tabungan tanpa biaya administrasi, namun fasilitas yang diberikan biasanya lebih minim dibandingkan tabungan biasa. Ada juga biaya penalti yang dikenakan pada pemilik rekening dengan saldo kurang dari jumlah minimal yang ditetapkan bank. Jumlah saldo minimal dan nilai penalti yang diberikan juga berbeda antara bank satu dan bank lainnya.
3. Tak ada yang gratis dari fasilitas yang ditawarkan
Tabungan konvensional memiliki layanan yang bisa dinikmati nasabah, tapi itu tentunya juga tidak gratis. Pemilik ATM biasanya juga harus membayar biaya transfer. Besaran pungutan ini pun bervariasi mulai dari Rp 6.500 per transaksi. Biaya lain juga harus ditanggung, yakni biaya pengganti kartu debit yang hilang atau rusak.Nilainya berkisar antara belasan hingga puluhan ribu rupiah. Layanan dalam membayar tagihan rutin seperti tagihan listrik, internet, PDAMN, dan lain-lainnya dengan ATM biasanya dikenakan biaya transaksi dari rekening dengan nominal ribuan rupiah per transaksi.
4. Ibarat mantan yang harus segera dilepaskan
Tabungan dengan bunga kecil (tak lebih dari 1% per bulan) justru membebankan biaya admin (Rp 7.500 sampai Rp 20.000 per bulan) hingga pajak bunga (jumlah bunga gross dipotong pajak 20%) ini memang merugikan. Tabungan dengan biaya-biaya administrasi dan biaya fasilitas yang menggerus saldo memang layak dilepaskan, ibarat mantan yang banyak bikin sakit hati.
5. Temukan tambatan baru
Melepaskan mantan yang merugikan dan menemukan tambatan baru masuk dalam kodrat alam, seperti halnya kemunculan tabungan model baru yang mampu menaklukkan tabungan konvensional. Berbeda dengan tabungan pada umumnya, misalkan aplikasi tabungan online yang diawasi dan terdaftar di OJK ini, menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar dari tabungan konvensional. #IPOTaja melalui IPOTPAY membuat saldo tabungan justru berkembang dengan imbal hasil (perbankan: bunga) 7-9% per tahun. Layanan dan fasilitasnya gratis dan nggak menggerus saldo. So, lepaskan mantan dan temukan tambatan baru itu kodrat alam.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.