article

Langkah Bijak Bebas dari Jerat Gadai Jelang Lebaran

Langkah Bijak Bebas dari Jerat Gadai Jelang Lebaran

Saat Ramadan adalah saat Pegadaian mendulang berkah. Jumlah masyarakat yang menggadaikan barang, terutama emas, meningkat drastis. Transaksi gadai saat Ramadan dan jelang Lebaran meningkat hingga 15-25 persen.

Bahkan di tingkat daerah, lonjakan transaksi gadai bahkan hingga 35-40 persen. Mayoritas alat jaminan yang digunakan masyarakat yaitu emas.

Alat jaminan ini banyak menjadi pilihan karena biasanya tidak terdampak inflasi. Namun seiring perkembangan zaman, tak hanya emas saja, kendaraan bermotor hingga gadget pun kini dijadikan alat penjamin.

ads

Ada banyak alasan kenapa masyarakat melakukan gadai seperti ini. Namun pada umumnya, masyarakat terpaksa melakukan ini karena "kepepet" membutuhkan uang untuk tambahan modal kerja, membayar Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari atau konsumsi pribadi lainnya yang meningkat drastis saat Ramadan dan jelang Lebaran.

Kendati beberapa orang biasa menggadaikan emas saat awal Ramadan dan begitu mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) langsung melunasinya, toh tidak sedikit yang menggadaikan emas dan barang lain miliknya saat mendekati Lebaran untuk pemenuhan kebutuhan Lebaran.

Mereka ini biasanya "kepepet" sehingga pergi ke tempat gadai. Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa saat butuh duit tidak serta-merta harus segera lari ke tempat gadai barang, apalagi ke gadai liar yang kini makin marak. Bisa-bisa terkena bunga tinggi alias mencekik saat harus menebus barang gadaian. Ya, mirip-mirip rentenir gitu deh.

Memang, pada dasarnya pergi ke tempat gadai begitu memang tak ada yang melarang. Itu sah-sah saja. Masalah mendasarnya tentu saja pengelolaan uang yang tidak tepat sehingga bisa-bisanya seseorang sampai "kepepet". Padahal, kalau bisa mengelola keuangan dengan bijak, salah satunya dengan investasi, istilah "kepepet" bisa diminimalisir atau bahkan dinihilkan.

Ada banyak pilihan untuk investasi yang memberikan imbal hasil (return) tinggi, seperti reksadana. Investasi reksadana ini tergolong mudah karena saat ini sudah bisa dilakukan secara online, seperti dengan IPOTFUND.

Platform cerdas IPOTFUND yang cocok untuk investor pemula ini juga telah dilengkapi dengan banyak fitur yang akan memanjakan investor mulai dari multiguna chart, IPOTFUND evaluator, market analysis, investasi berkala hingga order matrix dan lain sebagainya.

Sebagai supermarket reksadana online pertama di Indonesia dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 112 ribu, IPOTFUND menawarkan lebih dari 200 produk reksadana dari 35 Manajer Investasi terpercaya yang dapat diakses multiplatform mulai desktop, laptop, tablet hingga smartphone.

Investasi reksadana makin mudah dan gampang dilakukan. Kalau serius dengan investasi ini, istilah "kepepet" ke tempat gadai bisa diminimalisir saat Ramadan dan jelang Lebaran begini.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads