Bahaya mata uang kripto seperti Bitcoin pernah diungkapkan Penyihir dari Omaha Warren Buffet. Pria 87 tahun itu secara gamblang menyarankan agar masyarakat memilih investasi yang lain dibanding membeli uang kripto seperti Bitcoin. Ia berpendapat kalau Bitcoin itu bukanlah investasi.
Unsur tindakan spekulatif atau untung-untungan dalam Bitcoin sangat tinggi sehingga hasilnya pun tidak jelas. Ia menyatakan bila memiliki bitcoin atau mata uang kripto maka tidak akan memiliki apapun yang bisa menghasilkan alias hanya berharap orang lain mau membayar lebih.
Dan di tengah kabar meninggalnya Pendiri Bursa Cryptocurrency Quadriga CX, Gerald Cotten (30 tahun), nyinyiran Warren Buffet terbukti. Dunia tercengang dan sadar betapa transaksi Bitcoin selama ini benar-benar berisiko tinggi. Dana investor dalam Bitcoin senilai 145 juta dollar AS pun kini terancam hangus.
Orang-orang dekat Gerald Cotten kelimpungan, termasuk isterinya. Pasalnya, akses ke "cold wallet" milik Quadriga tak satu pun yang tahu.
Cotten adalah satu-satunya orang yang mengetahui password dari akun-akun tersebut. Laptop yang biasa digunakan Cotten untuk menjalankan bisnis pertukaran mata uang digitalnya telah dienkripsi.
Quadriga kalang-kabut saat harus mengembalikan dana pada lebih dari 100.000 penggunanya. Dampak konkret lainnya, seperti dikutip Coinbase Rabu sore, 6 Februari 2018, nilai mata uang digital Bitcoin berada di level US$3.373,69 per koin atau setara Rp 46,95 juta dan dalam semalam saja harganya anjlok 1,22% (investor kehilangan Rp 588 ribu).
Forbes juga melaporkan kalau dalam 12 bulan terakhir valuasi Bitcoin sudah menguap US$400 miliar (Rp 5.600 triliun).
Tragisnya, jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas penambangan bitcoin telah melampaui harga jual mata uang digital itu sendiri. Biaya rata-rata global yang dibutuhkan berkisar lebih dari US$4000 pada kuartal empat 2018. Padahal, harga jual bitcoin sendiri pada Januari lalu hanya US$3600. Harga jual ini jauh di bawah nilai bitcoin tahun lalu yang jatuh 74 persen menjadi US$6500.
Dan kini pengguna layanan pertukaran mata uang digital atau cryptocurrency QuadrigaCX mengeluhkan tidak bisa mengakses dana mereka. Bitcoin benar-benar bikin gigit jari.
Berkaca dari serentetan peristiwa ini, sudah sepantasnya masyarakat menikmati investasi yang legal dan memiliki underlying yang jelas sehingga aset yang dimiliki terjamin dan tidak hangus. Salah satu platform investasi yang layak dinikmati masyarakat ya #IPOTaja. Nabung saham melalui platform IPOTSTOCK keluaran PT Indo Premier Sekuritas ini nyaman dan aman.
Dana nasabah di platform IPOTSTOCK ini dideposit di rekening efek saham yang dibuat atas nama nasabah sendiri sehingga tidak mungkin hangus dan disalahgunakan penyedia platform. Lebih dari itu, saham sebagai underlying menjadi bukti kuat kepemilikan suatu perseroan yang merupakan klaim atas penghasilan dan aktiva perseroan.
Menariknya lagi, nabung saham dengan underlying jelas ini sudah sangat mudah dilakukan dengan beberapa sentuhan di smartphone. Platform nabung saham ini menyediakan kenyamanan nabung saham online dengan teknologi tools modern untuk mengatur return terbaik dengan underlying terpercaya dengan analisis fundamental dan teknikal alias bukan perjudian atau spekulasi seperti dalam Bitcoin.
Dengan dukungan fitur dan tools analisis andal ditambah dengan distribusi berita dan informasi riset secara berkala yang komprehensif cuan maksimal sudah di depan mata.
Comments (1)
hrg bit con jadi murah dan mining nya sekarang butuh banyak listrik dan itu gak murah