Semakin hari, semakin banyak saja masyarakat yang menjatuhkan pilihannya kepada lampu LED sebagai sumber penerangan. Perlahan-lahan, pengunaan lampu temuan Thomas Alva Edison mulai ditinggalkan. Sebelum mulai mempelajari kelebihan-kelebihan lampu LED, ada baiknya Anda mengetahui harga pasaran lampu di Indonesia melalui link ini https://www.dekoruma.com/search/Lampu sehingga Anda lebih memahami kelebihan dan kekurangan lampu LED dari sisi biaya. Setelah Anda mengetahui kisaran harga lampu, kira-kira apa sih alasan orang mulai beralih ke lampu LED? Berikut ulasannya.
Usia pemakaian (lifetime) lebih lama
Ketika menggunakan lampu pijar atau bohlam biasa untuk penerangan, seberapa sering kamu harus menggantinya? Berapa lama durasi penggunaannya dalam satu hari?
Lampu LED adalah solusi yang tepat bagi Kamu yang kerap mengganti lampu lantaran usia pemakaiannya yang memang cenderung boros. Dengan menggunakan lampu yang tersusun atas banyak bahan semikonduktor satu ini, Kamu tidak perlu lagi repot-repot menggantinya. Lampu LED jauh lebih awet dibandingkan lampu biasa.
Normalnya, jika kamu menyalakan lampu LED terus menerus sepanjang hari, kamu perlu menggantinya sekitar lima tahun ke depan. Atau jika kamu hanya menggunakannya sekitar 10 jam per hari, Kamu perlu menggantinya sekitar lima belas atau dua puluh tahun berikutnya.
Sementara itu, usia pemakaian lampu biasa hanya bertahan tidak lebih dari tiga tahun. Cukup jauh bukan, perbandingan keawetannya?
Efisiensi energi lebih baik
Dengan menggunakan LED, kamu juga dapat membantu bangsa menurunkan beban listrik setiap tahunnya. Menurut penelitian, di tahun 2008 lalu, beban listrik sebesar 21% digunakan untuk pencahayaan. Dan di kala itu, lampu LED hemat energi belumlah sepopuler sekarang.
Untuk menghasilkan cahaya dengan intensitas cahaya yang setara (sama terang) dengan lampu biasa, kebutuhan daya (Watt) lampu LED jauh lebih kecil. Besarnya daya lampu biasa untuk menghasilkan intensitas cahaya sebesar 1100 luminen adalah 24 Watt, sementara lampu LED hanya membutuhkan 13 Watt. Selisihnya cukup besar, bukan?
Maka dari itu tidak perlu heran atau buru-buru mencibir saat iklan lampu LED berpersuasi dapat menghemat pemakaian listrik hingga 90%. Faktanya memang demikian, lho!
Biaya penggunaan yang lebih murah
Bagi masyarakat yang tidak terlalu tertarik dengan pembahasan soal efisiensi daya atau berbagai pembahasan teknis lainnya seputar lampu LED, biasanya pembahasan soal biaya dianggap lebih menarik—dan dinomorsatukan. Padahal jika ditelusuri, toh besar kecilnya biaya juga tetap dikarenakan hal-hal teknisnya.
Asumsi yang masih beredar di masyarakat awam adalah mahalnya harga beli sebuah lampu LED. Untuk sebuah lampu LED dengan daya agak besar, harganya memang dapat mencapai angka ratusan ribu. Perbandingan harganya berkali-kali lipat dibandingkan harga lamu bohlam atau pijar biasa. Akan tetapi sesungguhnya, hal tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan penilaian satu sisi saja.
Kenyataannya, harga beli awal sebuah lampu LED boleh dibilang mahal, tetapi biaya penggunaannya jauh lebih murah dibandingkan lampu bohlam atau pijar. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, untuk menghasilkan intensitas cahaya tertentu, besarnya daya listrik lampu LED lebih kecil dibandingkan lamu bohlam atau pijar.
Dengan demikian, otomatis dalam perhitungan tarif listrik, lampu LED akan lebih hemat dibandingkan lampu biasa (formula penghitungan beban listrik= tarif kWh sesuai daya listrik rumah (900kW, 1300 kW, 4500 kW) x jumlah lampu x daya lampu x durasi pemakaian per hari (dalam jam)x jumlah hari).
Tidak cepat panas
Pernah tiba-tiba merasa panas saat berada di ruangan dengan lampu yang terus meneus dinyalakan? Hal ini tentu akan kerap kamu alami jika berada di ruangan dengan pencahayaan yang berasal dari non-LED. Mengapa demikian?Â
Lagi-lagi, tidak bisa dipisahkan, ini berkaitan dengan penggunaan daya yang digunakan oleh setiap lampu. Jenis filamen yang digunakan pada setiap jenis lampu berbeda antara satu dan yang lainnya. Semakin besar daya yang dibutuhkan filamen untuk melakukan emisi, semakin besar pula kalor yang dihasilkan.
Agar dapat bercahaya, lampu pijar dan neon membutuhkan daya yang cukup besar. Lampu memerlkukan filamen berupa kawat, sementara lampu neon harus mengeksitasi elektron dari kandungan gas Ne serta melepaskan ikatan kovalen antarion.
Daya yang sedemikian besar itu, mau tidak mau, turut melepaskan energi kalor sebagai dampaknya. Energi kalor itulah yang membuat efek panas di sekitar lampu.
Lain halnya dengan lampu LED. Hal yang membuat lampu hemat enegi satu ini tidak memberikan efek panas adalah karena unsur-unsur yang terkandung di dalamnya.
Unsur Ga As (Galium Arsenikum) tidak membutuhkan daya yang besar untuk membuat elektron dapat berpindah dati dari katoda ke anoda. Sangat rendahnya daya emisi inilah yang menyebabkan tidak banyaknya kalor yang dihasilkan serta kenaikan suhu yang drastis.
Baik untuk lingkungan dan kesehatan
Siapa bilang kulitmu hanya terancam sinar ultraviolet saat berada di bawah guyuran sinar matahari? Berada di dalam ruangan pun rupanya memiliki risiko yang serupa meski intensitasnya berbeda. Lalu dari mana datangnya sinar UV saat di ruangan? Dari berkas cahaya yang masuk dari jendela atau sela-selanya, kah?
Bukan. Yang lebih berbahaya, sinar UV justru dihasilkan dari lampu yang kamu gunakan di dalam ruangan. Lampu-lampu lain non-LED memiliki kandungan sinar UV yang bisa mengancam kesehatanmu, termasuk kulit. Meski intensitasnya tidak sebesar paparan langsung di ruang terbuka, jika frekuensi paparannya cukup lama—bahkan setiap hari—tentu akan sangat berbahaya.
Selain itu, kamu juga tidak harus menggunakan kosmetik untuk mendapatkan risiko dampak merkuri. Lampu-lampu penerangan yang biasa kamu gunakan juga mengandung unsur merkuri, lho. Selain membahayakan bagi kesehatan, merkuri juga mendukung semakin rusaknya lapisan ozon.
Bagaimana dengan lampu LED? Lampu LED tidak mengandung kedua unsur tersebut—sinar UV maupun merkuri. Karena itulah, lampu ini juga menyandang predikat lampu yang ramah lingkungan.
Nah, itulah beberapa alasan mengapa lampu LED sangat diminati masyarakat. Selain itu, mencari lampu LED sekarang juga tidak susah. Kamu juga bisa membeli lampu LED di dekoruma.com dengan variasi harga, bentuk dan merk.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.