Banyak sekali alasan orang memasang karpet di rumah, apartemen, atau perkantoran. Di antaranya untuk mempercantik ruangan, memberikan kesan mewah, membuat suasana ruangan lebih hangat, meredam suara, melapisi lantai agar tidak licin, atau mengurangi risiko cedera saat jatuh. Tiga alasan terakhir biasanya yang paling sering menjadi bahan pertimbangan bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
Nah, karena banyak peminatnya itulah, karpet mengalami perkembangan yang cukup pesat. Saat ini ada berbagai jenis karpet di pasaran dan masing-masing memiliki keunggulannya tersendiri. Walaupun begitu, ada beberapa karpet yang cukup populer di masyarakat lho. Pasti Anda juga ingin tahu, kan?
Mari kita bahas terlebih dahulu berdasarkan salah satu atribut terpentingnya, yakni jenis bahannya:
1. Karpet polipropilena
Karpet jenis ini yang sedang tren sekarang. Buktinya perusahaan retail furnitur ternama di dunia, semacam IKEA dan Ashley, produk karpet rumahannya didominasi oleh tipe ini. Tentu saja karena ekonomis serta gulungan benangnya rapat dan empuk.
Materialnya terbuat dari bahan plastik sintetis, sehingga tidak menyerap debu dan air, serta dapat mudah dibersihkan dengan cara divakum atau dicuci. Jika Anda punya anak kecil atau hewan peliharaan yang rentan menumpahkan kotoran ke karpet, Anda bisa menggunakan karpet jenis ini. Namun di balik itu, karpet ini relatif tipis, benangnya mudah lepas, warnanya mudah pudar, serta tidak terlalu lembut.
2. Karpet nilon
Ideal untuk menutupi area yang luas seperti ruangan kantor atau lorong. Dibuat dari bahan sintesis yang harganya relatif murah. Permukaannya tipis dan tidak terlalu halus.
Seperti halnya karpet polipropilena, karpet nilon juga tidak menyerap air dan perawatannya gampang, yakni divakum atau dicuci. Selain itu, tidak berjamur dan tidak meninggalkan bekas injakan.
3. Karpet wol
Penutup lantai ini terbuat dari bahan alami yang berasal dari bulu binatang, umumnya domba atau kambing. Teksturnya tebal dan lembut. Harganya relatif mahal sebab terkenal awet dan tidak cepat rusak. Ketika membersihkan karpet ini harus pelan-pelan, sebab kemungkinan seratnya bisa terlepas. Karpet wol dapat menyerap debu, jadi kurang cocok untuk Anda yang mempunyai alergi.
4. Karpet akrilik
Anda ingin punya karpet wol namun tidak sesuai dengan anggaran? Pilih saja imitasinya dari akrilik, bahan sintesis yang harganya lebih hemat. Kelebihannya adalah antingengat dan mudah dibersihkan. Tetapi kurang awet dan mudah bernoda akibat tumpahan minyak. Biasanya bahan ini dipadukan dengan nilon atau poliester.
7. Karpet poliester
Ideal untuk ruang tamu atau kamar tidur. Bisa juga sebagai karpet cadangan yang digelar saat ada acara tertentu, sebab lapisannya relatif tipis dan ringan. Dapat dicuci dengan air namun pastikan agar air kering secara sempurna. Permukaannya lembut dan warnanya tidak cepat pudar.
5. Karpet sutra
Sangat halus dan memiliki warna yang indah mengilap. Setiap pijakan kaki membuat Anda merasa seperti sedang berjalan di awan. Harganya memang mahal, tapi setara dengan kualitasnya, apalagi pembuatannya memang sulit dan sangat detail. Â
6. Karpet viskose
Viskose sering disebut juga dengan rayon karena memang berasal dari pengembangan rayon. Terbuat dari bahan semisintesis, awalnya berasal dari bahan alami berupa pulp kayu yang kemudian diproses dengan regenerasi selulosa sehingga menghasilkan bahan yang menyerupai sutra tetapi dengan harga yang lebih terjangkau.
8. Karpet yute
Terbuat dari serat kulit pohon, sejenis dengan bahan yang digunakan untuk membuat karung goni. Tapi jangan khawatir terlihat kuno atau kampungan. Saat ini desain dan warnanya dibuat dengan sangat menarik.
Karpet ini memberi kesan natural, tradisional, dan menyatu dengan alam. Teksturnya kuat dan sedikit kasar. Bahannya menyerap air, jadi tidak boleh dicuci basah. Untuk perawatan, cukup ditepuk-tepuk, divakum, dan dirotasi secara reguler.
9. Karpet sisal
Karpet ramah lingkungan yang Berasal dari serat tumbuhan Agave sisalana. Kuat dan tahan lama namun agak kasar. Menyerap air sehingga sebaiknya tidak ditaruh di tempat yang lembap. Ketika membersihkan cairan yang tumpah pada karpet, cukup ditekan dengan tisu. Jangan menggosoknya karena akan merusak serat anyaman. Sama seperti karpet yute, bahan ini juga memberi kesan natural tapi lebih modern.
10. Karpet Kulit
Sudah mulai turun kepopulerannya, namun tetap banyak diminati. Terbuat dari kulit binatang, seperti kambing, domba, atau sapi. Biasanya ukurannya tidak terlalu lebar dan modelnya berbentuk tubuh binatang.
Harganya cukup mahal sebab bahan bakunya sulit didapat, tapi sebanding dengan penampilannya yang cantik dan keawetannya. Untuk desain dan warnanya tidak terlalu banyak pilihan, biasanya putih, abu-abu, cokelat, hitam, atau loreng. Karpet ini dapat memberikan tampilan lugas pada ruangan.
Selain jenis bahan, hal lain yang memengaruhi tingkat penjualan dan pemilihan oleh konsumen adalah corak dan warnanya. Desain karpet yang cukup laris di pasaran adalah sebagai berikut:
1. Karpet polos dengan warna lembut
Favorit sepanjang masa di kalangan masyarakat. Sebagai contoh, lihat saja di media sosial Pinterest, gambar mengenai karpet dan desain interior dipenuhi dengan karpet tipe ini. Alasannya cocok diletakkan di mana saja dan mudah dipadukan dengan desain interior apapun. Suasana yang ditimbulkannya santai dan tenang. Warna yang umum digunakan adalah putih, hitam, abu-abu, dan cokelat.
2. Karpet dengan motif kotak besar seperti ubin
Atmosfer yang diciptakannya kaku dan profesional. Biasanya dipakai pada perkantoran dan hotel. Jika ada kerusakan, dapat diganti per area kotak sehingga jahitannya tidak terlihat.
3. Karpet dengan motif sederhana
Misalnya garis-garis, kotak kecil, maupun lingkaran. Penggemar karpet jenis ini semakin meningkat seiring berkembangnya tren desain interior minimalis, sebab dapat menambah corak pada ruangan tanpa memberi kesan rumit.
4. Karpet permadani
Yaitu karpet dengan motif oriental berpenampilan elegan, yang umumnya berasal dari Iran dan Turki. Permadani paling banyak terbuat dari bahan wol atau sutra. Coba saja padukan karpet ini dengan furnitur bercorak emas, dijamin ruangan akan terlihat bak istana raja.
5. Karpet polos berwarna cerah
Letakkan benda ini dan rasakan ruangan seketika terasa lebih ceria, terutama untuk ruangan yang dindingnya polos berwarna putih atau pastel. Ideal diletakkan di area ruang makan untuk meningkatkan nafsu makan atau di kamar tidur anak untuk menciptakan nuansa kegembiraan.
Selain itu, ada juga karpet motif kartun untuk menghiasi kamar anak atau tempat bermain, motif keagamaan untuk tempat ibadah, corak abstrak untuk memberikan kesan ramai, dan masih banyak motif lainnya walaupun tidak sepopuler desain yang disebutkan di atas. Sesuaikan saja dengan selera dan suasana yang ingin Anda ciptakan
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik mempercantik properti Anda dengan karpet? Seandainya iya, pastikan Anda membeli karpet di tempat tepercaya, terutama untuk karpet meteran yang dipasang permanen pada lantai. Sebab pemasangannya dibutuhkan orang yang ahli agar hasilnya rapi. Jika Anda lebih tertarik mencari karpet secara online, Anda juga dapat mengunjungi dekoruma.com. Selamat berbelanja!
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.