Kamar adalah ruangan di rumah yang umumnya digunakan sebagai tempat beristirahat. Oleh sebab itu, pengaturan dekorasinya harus dibuat senyaman mungkin. Tentu caranya ada banyak, salah satunya yaitu dengan menambahkan lampu hias.
Namun, pemasangan lampu hias tidak boleh dilakukan sembarangan lho. Sebab jika tidak tahu triknya, bisa-bisa justru membuat kamar kelihatan berantakan dan kacau sehingga memperburuk suasana hati Anda. Ikuti anjuran dari dekoruma.com berikut ini agar mendapat hasil yang baik dan maksimal:
1. Cocokkan dengan desain ruangan

sumber :Â http://kreasirumah.net/
Tujuannya agar lampu hias terlihat sebagai elemen yang menyatu pada kamar, bukan tampil terlalu mencolok dan merusak atmosfer yang ingin Anda ciptakan. Anda dapat memilih berdasarkan warna, bentuk, serta bahan bagian penyangga lampu.
Sebagai contoh, andaikan ruangan Anda bernuansa minimalis, pilih lampu hias yang modelnya sederhana dan ramping, atau bisa juga berupa lampu LED kecil yang diuntai pada tali. Untuk ruangan bernuansa oriental, semarakkan dengan lampu berhias ukiran berwarna keemasan. Pada kamar anak, Anda bisa menaruh lampu hias berbentuk lucu atau tokoh kartun favoritnya. Tidak hanya menambah keceriaan, dijamin si kecil juga akan semakin betah dan berani tidur di kamarnya sendiri.
Segi bahan juga menentukan lho. Kaca dan kristal memberikan kesan glamor, kuningan tampak mewah, besi dan tembaga kelihatan tegas, sedangkan kayu atau rotan menghadirkan suasana natural dan tradisional. Memang banyak sekali pilihan. Tapi tidak perlu bingung. Sebelum membeli, cari saja inspirasi lampu hias kamar yang tepat dari katalog toko furnitur, majalah, maupun blog tentang interior.
2. Sesuaikan dengan ukuran ruangan

sumber :Â http://www.desainic.com/
Jika kamar tidak terlalu luas, hindari memasang lampu hias berukuran besar. Sebab akan membuat ruangan terlihat sempit. Letakkan lampu di atas meja atau tempelkan pada dinding untuk menghemat tempat.
Sebaliknya, pada kamar yang luas, Anda dapat memilih dengan lebih leluasa. Misalnya satu lampu hias besar yang digantung di tengah langit-langit ruangan. Atau, kalau lampunya kecil, pertimbangkan untuk menaruh beberapa buah lampu dengan penempatan yang simetris. Alasannya, jika hanya satu, lampu mungil akan terlihat redup dan tidak akan memberi fungsi sebagai mana mestinya, baik dari segi pencahayaan maupun dekorasi.
3. Atur posisi lampu

sumber :Â http://www.desaindenahrumah.com/
Walaupun terdengar sepele, lokasi menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap kenyamanan. Â Pasalnya, bila lampu ditaruh di tempat yang kurang tepat, penerangan pada ruangan terlihat aneh bahkan bisa mengganggu istirahat Anda dan keluarga.
Beberapa kiat terkait posisi lampu di antaranya adalah tidak menaruh lampu di depan ranjang atau di dekat cermin yang pantulannya tertuju ke tempat tidur. Alasannya agar cahayanya tidak langsung mengarah ke mata dan membuat silau. Sebagai gantinya, pasang lampu di samping tempat tidur. Selain mudah menghidupkan dan mematikannya karena tidak perlu turun dari ranjang, bisa juga berfungsi sebagai lampu baca saat bersantai di tempat tidur. Sinar lampu tidak menghadap ke mata tapi cukup dekat untuk menerangi.
Guna menciptakan kesan romantis dan iluminasi remang-remang, letakkan lampu di balik furnitur, seperti di balik sandaran kepala tempat tidur, bagian bawah pinggiran ranjang, belakang cermin, atau di antara lekukan langit-langit. Pendaran lampu hias di kamar yang gelap akan menambah kemesraan di antara Anda dan pasangan.
4. Rapikan bagian kabel
Desain lampu hias sudah cantik, lokasinya pun sudah bagus, tapi kabelnya menjulur ke mana-mana, kusut pula! Duh, detail kecil yang merusak keindahan ruangan. Selain itu, bisa jadi sumber bahaya karena berpotensi membuat kaki tersandung.
Oleh karena itulah, sebisa mungkin kabel lampu hias harus disembunyikan, terutama lampu di kamar anak-anak. Caranya beragam, tergantung kondisiâtutupi dengan karpet, simpan di balik mebel, lapisi dengan selotip, atau ikat juntaiannya dengan karet.
5. Pakai lampu hemat energi
Aspek lain yang juga sebaiknya diperhatikan adalah pemilihan bola lampu hias itu sendiri. Gunakan lampu yang jumlahnya Watt rendah agar irit penggunaan listrik. Serta tidak memancarkan banyak panas yang mengurangi hasil kerja alat pendingin ruangan. Karenanya, pilih lampu neon (fluorescent) atau LED dibandingkan lampu pijar biasa atau lampu halogen.
6. Lampu dengan sakelar pengatur intensitas
Kegiatan yang dilakukan di kamar memang biasanya adalah tidur. Tapi tentu bukan itu saja, kan? Sebagian orang gemar rebahan di ranjang sambil membaca buku, menonton televisi, dan aktivitas lain yang membutuhkan kamar yang terang. Pencahayaan kamar tidur tidak bisa melulu disetel remang-remang.
Maka dari itu, pengontrol intensitas cahaya adalah sebuah elemen pemberi nilai tambah saat membeli atau menentukan lampu hias yang akan dipakai di kamar. Dengan bantuan komponen tersebut, Anda bebas mengatur tingkat keterangan lampu sesuai kondisiâtemaram saat akan beristirahat atau benderang waktu melakukan kesibukan yang lain.
7. Pilih lampu yang terang perlahan
Secara normal, mata manusia mempunyai mekanisme adaptasi di tempat gelap dan terang. Waktu intensitas cahaya di lingkungan sekitar rendah, iris yang berfungsi sebagai diafragma akan membuka sehingga pupil melebar dan menyerap cahaya lebih banyak. Pada saat inilah, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Bila mendadak ruangan terang benderang, secara refleks mata akan menutup karena terlalu silau.
Kejadian di ataslah yang sering terjadi saat menyalakan lampu kamar di malam hari, misalnya karena tiba-tiba membutuhkan sesuatu atau ingin ke toilet. Tidak jarang orang merasa kesal karenanya. Apakah Anda juga demikian? Ketidaknyamanan tersebut sebenarnya bisa dihindari dengan penggunaan lampu yang terang pelan-pelan saat dinyalakan. Lampu jenis ini menyesuaikan proses adaptasi mata dari kondisi gelap ke terang.
8. Berkreasi dengan warna
Memang, warna lampu yang umum digunakan adalah putih dan kuning sebab netral dan terlihat lebih cerah. Untuk lampu hias kamar, tentu Anda tidak perlu harus mengikuti stereotip ini. Kamar adalah ruangan pribadi, jadi pengaturannya disesuaikan dengan selera pemiliknya. Apalagi tiap warna lampu dapat menghadirkan impresi yang berbeda.
Coba pasang lampu merah, rasakan suasana kamar menjadi lebih sensual. Warna kuning memberi efek segar, warna hijau menciptakan kesan misterius, sedangkan warna biru yang memiliki panjang gelombang paling pendek akan membuat kamar terasa tenang dan hening.
9. Bermain dengan bayangan
Selain dengan cahayanya, Anda bisa menghias ruangan menggunakan bayangan yang dihasilkan dari lubang atau motif pada badan maupun penutup lampu hias. Proyeksi pada dinding saat lampu dinyalakan menarik untuk dilihat, serta dapat berperan sebagai dekorasi sehingga pada malam hari kamar tidak terasa hampa. Â
10. Rawat dan bersihkan secara reguler
Bila tidak dilakukan, alih-alih mempercantik ruangan, lampu hias Anda malah menjadi sarang debu dan laba-laba. Hiii. Seram, kan? Memang, teknik perawatan lampu bisa berbeda tergantung dari material penyusunnya. Tapi paling tidak, lap dengan kain kering secara rutin minimal sebulan sekali. Jangan lupa ganti bola lampu jika sudah mati atau berkedip-kedip.
Itulah beberapa tips penggunaan lampu hias untuk menambah kenyamanan kamar. Selamat mencoba! Dijamin Anda dan keluarga semakin kerasan dan bisa beristirahat dengan lebih baik di kamar.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.