Empat buku berikut di bawah ini dikenal memiliki ragam genre yang bisa menemani hari santai anda di rumah bersama dengan keluarga.
Art Design Vintage, Luthfi Hasan / POP
Seni berbicara profesional tertuang di dalam buku ini yang bercerita tentang semangat dan kegembiraan seseorang dalam menjalani kehidupan. Maka dari itu, pilih dan kuasai tentang seni yang mampu membuat anda tersenyum bahagia dan puas dengan apa adanya yang telah dicapai, seperti monster yang digambarkan sebagai mahluk baik hati dengan tampilan lucu dan menggemaskan khusus untuk anak – anak atau mimpi buruk yang tampak indah dan berwarna saat anda dengan cepat mampu menyadarinya. Karena anda menyukai seni, maka apa pun bentuk dan goresannya akan mampu menjadi hiburan. Karya Lutfiyang berkolaborasi dengan beberapa artis muda mancanegara lainnya ini dirangkum dalam buku serial setebal 238 halaman dan dipenuhi oleh tampilan visualisasi yang tinggi. Sebuah rangkuman karya maha luas yang dapat membantu anda dalam mencerahkan diri bahwa seni dan desain mampu tampil menarik dan kontemporer, sekalipun awalnya berasal dari barang bekas ataupun vintage.
Pinky Promise : Kireina Enno / Gagas Media
Tokoh utama bernama Ken tiba - tiba terjatuh sesaat setelah balon - balon pink dilepas oleh Chelsea ke udara. Hal ini membuat ia terluka parah dan harus diopname di sebuah rumah sakit. Ternyata, sesi kemoterapi yang harus ia lalui setiap minggu dengan rutin, sempat membuat hidup Ken seperti seseorang menjelang hari kematian ! Tetapi, dibalik pemulihan Ken yang sempat tertunda hingga beberapa tahun lamanya, persahabatan dengan orang - orang baru di rumah sakit dimana ia dirawat dan teman – teman terdekatnya dahulu, berhasil membangun sebuah semangat baru dan ia pada akhirnya menemukan benang – benang emas untuk memulai sebuah kehidupan baru. Merupakan kisah klasik tentang 4 sahabat, 4 hati yang saling mengikat janji untuk bersama – sama saling menopang dan memberi arti.
Menolong Tarsius : Valerina Daniel & Keisha Andryananto / DAR ! Mizan
Alkisah, di suatu daerah yang cukup terpencil disebut Santuara, terdapatlah empat sahabat yang baik hati dan suka menolong. Mereka masing – masing bernama Orana si orang utan, Mau - Mau si harimau baik hati, Cendra si cantik burung cendrawasih, dan Kombo si komodo yang jago makan. Pada suatu hari, ketika Mau - Mau sedang berjalan – jalan santai di hutan, ia tiba – tiba mendapati seorang teman lamanya, si Tarsius sedang bersedih dan duduk melamun di bawah sebatang pohon besar di pinggir sungai, ia baru saja kehilangan sang kakak akibat kebakaran hutan. Dengan kepedulian tinggi, keempat sahabat ini berniat menolong Tarsius. Sebuah cerita mengharukan sekaligus mendidik dan menghibur para pembacanya.
A Tribute To Glamour : Vivianne Faye / VF
Melukiskan tentang sentuhan glamour berselera kekinian yang diaplikasikan ke dalam keseharian hidup kaula muda di seluruh dunia, dimana pada saat – saat tertentu perlu didukung oleh beberapa hal. Diantaranya adalah permainan detail yang kaya akan lapisan serta gaya sofistikasi hidup penuh energik, dengan perpaduan modernitas dan kontemporer. Buku yang memiliki tebal sekitar 250 halaman ini mengulas 6 karya maha besar desain interior terbaik di dunia yang menginspirasi pembaca agar bisa menata tempat tinggal mereka sesuai selera meskipun tinggal di lingkungan kota metropolitan yang serba mini. Ditulis dalam bahasa Inggris, masing – masing bab dilengkapi dengan foto yang feminin dan glamor, menonjolkan ciri khas sang penulis.
Review Tentang Novel Pinky Promise Dan Filmnya Bertabur Bintang, Erat Kaitannya Dengan Perempuan
Kisah – kisahtentang persahabatan dan janji ‎kebersamaan antar sekelompok wanita karir yang diangkat dari buku terlaris dunia, Pinky Promise dalam filmnya yang bertajuk Pinky Promise, merupakan film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan sisi edukasi bagi si penontonnya.  Film Pinky Promise diperankan dengan sangat apik oleh‎ Agni Pratistha, Chelsea Islan, Dea Ananda, Dhea Seto, Alexandra Gottardo, Ira Maya Sopha, Ringgo Agus Rahman, Derby Romero, Maudy Koesnadi, dan Gunawan. Film ini diproduksi oleh MP Pro Pictures.
Waktu yang dibutuhkan buat menyelesaikan keseluruhan adegan dalam film Pinky Promise ini adalah selama tiga minggu. Lokasi syuting lebih banyak dilakukan di Jakarta dan Yogyakarta, meskipun pada beberapa sesi mereka melakukan syuting di luar negeri. " Awalnya, ada beberapa ide dan buku, tapi kami pilih Pinky Promise‎ karena ingin membuat film yang entertaining tapi juga edukatif, " jelas Produser film Pinky Promise, Robby Zoriza usai press screening di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2016) malam. Di tempat yang sama, Guntur menambahkan, Pinky Promise merupakan film keluarga yang menceritakan tentang perjuangan perempuan dalam mengarungi sebuah kehidupan. Ia berharap film ini mampu menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, tidak hanya terhadap kaum perempuan saja.Â
" Film ini dibalut dengan sebuah drama yang sangat kuat. Semoga bisa dinikmati, " ucap Guntur.
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.