Apakah anda sudah menonton film terbaru Disney yang berjudul : Pete’s Dragon ? Apabila anda terpesona oleh keindahan alam dari hutan – hutan liar yang ada di sekitar lokasi pembuatan film anak – anak dengan tokoh utama adalah Pete dan Elliot yang gemar bertualang ini, maka dijamin hari – hari anda akan berlalu dengan seru, dimana diketahui bahwa para pemain film ini sangat antusias dan terpesona oleh keindahan alam Selandia Baru, merupakan tempat syuting berlangsungnya film Pete’s Dragon.
Berikut beberapa lokasinya :
1). Rotorua
Jika anda berkunjung ke tempat ini, pastilah anda akan merasa terpesona oleh pemandangan alam di Redwood Forest, di sepanjang kiri dan kanan jalan raya besar berjejer rumah – rumah Elliot sang naga hijau yang menggemaskan. Di sekitarnya terdapat hutan – hutan berisi pohon berusia tua yaitu 110 tahun yang menjulang tinggi dan sangat kokoh turut serta membantu suksesnya film ini dan menghadirkan nuansa hutan yang magis tertuang ke dalam film anak - anak.
Hutan Rotorua sangat populer bagi para pejalan kaki dan pengendara sepeda / sepeda motor. Banyak turis asing yang suka berjalan – jalan di bawah pohon rindang dan berusia tua, Redwoods Forest Treewalk yang menghubungkan sekitar 22 pohon besar di ketinggian 40 meter dari permukaan tanah, memiliki dahan – dahan besar yang kokoh tetapi sangat lentur hingga menyentuh tanah. Anda bisa naik ke puncak bukit untuk bisa menikmati pemandangan danau di kaki gunung dan gunung berapi Rotorua yang menakjubkan.
2). Wellington
Di ibu kota Selandia Baru inilah tempat pembuatan film Pete’s Dragon dari Disney : adegan dimulai di Stone Street Studios, Miramar, merupakan pusat industri terbesar dari film - film Wellington. Weta Digital, perusahaan efek visual tak jauh dari lokasi, merupakan tempat tokoh naga Elliot dihidupkan.  Biasanya rombongan turis yang berkunjung akan diajak mengikuti tur untuk bertemu dengan para seniman kreatif dan dapat melihat secara langsung proses penciptaan dan pembuatan special effect di tempat ini.
Tak jauh dari Wellington, anda dapat menemukan Battle Hill Farm Park, lokasi dimana Pete melompat dari tebing lalu naik ke panggung naga. Battle Hill Farm Park sesungguhnya merupakan sebuah taman yang dirancang khusus sebagai area perkemahan.
Memahami Alam Bersama Naga Dalam Film Pete's Dragon
Warga New Zealand sendiri kurang percaya tentang legenda keberadaan hewan langka bernama naga hijau ini hanyalah makhluk mitos yang hidup di dunia imajinasi / dunia fantasi anak – anak yang disebut dongeng. Film live action yang diproduksi oleh Disney dan disutradarai oleh David Lowery (St. Nick dan Ain't Them Bodies Saints) bukanlah merupakan film baru yang mengusung cerita anak – anak bertema cerita mitos. Sebelumnya, film Pete's Dragon pernah diproduksi oleh Disney pada 1977 tetapi film versi barunya lebih banyak menyajikan alur cerita yang berbeda dari versi sebelumnya.
Selama satu jam 43 detik, mata penonton akan dimanjakan dengan visual hutan – hutan bunga yang indah, tempat Pete dan Elliot beraktifitas sehari - hari. Penata kamera, Bojan Bazelli (The Ring dan Mr. & Mrs. Smith) bertanggung jawab akan pemilihan lokasi alam yang menjadi latarbelakang film ini dibuat. Hampir di seluruh adegan, Pete dan Elliot jarang melakukan dialog. Perkataan Pete hanya dibalas dengan raungan atau tatapan kasih sayang dari kedua mata Elliot.
Di sinilah kelebihan dari film ini yang menonjolkan keindahan alam dibeberapa kawasan wisata negeri salju New Zealand, juga penggambaran rasa sayang antar sesama makhluk hidup mencoba untuk ditonjolkan dengan cara yang tidak biasa, dimana diharapkan seorang anak kecil pun akan mengerti bagaimana cara memperlakukan makhluk hidup lain dengan baik.
Jika dibandingkan dengan Pete's Dragon versi 1977, film ini mampu menonjolkan beberapa perbedaan. Selain cerita yang lebih kompleks, film ini tidak ditampilkan sebagai film musikal seperti dulu, versi 1977 yang sukses menampilkan 12 lagu, film versi barunya hanya menampilkan satu lagu yang cukup populer berjudul Go North. Dari segi visual, tentu saja Pete's Dragon versi terbaru adalah lebih baik. Film ini berhasil memaksimalkan teknologi super canggih yang digunakan. Tim penulis naskah yang terdiri dari Lowery dan Toby Halbrooks berhasil membuat cerita sederhana ini menjadi luarbiasa menarik untuk ditonton. Secara keseluruhan, film ini layak untuk ditonton di bioskop – bioskop kesayangan anda bersama keluarga, pada akhir pekan nanti.
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.