Coba kalian lihat bagaimana keadaan dunia teknologi sekarang, pasti dimana-mana ngomongin AI mulu. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) sudah bukan menjadi hal aneh lagi akhir-akhir ini, banyak perusahaan sudah menjalankan berbagai kegiatan bisnisnya dengan otomasi agar bisa mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat. Pemanfaatan AI terbukti mampu meningkatkan produktivitas perusahaan hingga empat kali lebih cepat dibandingkan dengan periode sebelumnya, tak hanya itu pendapatan per karyawan yang lebih tinggi, tercatat bahwa karyawan yang memiliki keterampilan AI memperoleh rata-rata kenaikan upah sebesar 56%. Namun di sisi lain, perkembangan ini juga mempengaruhi kebutuhan tenaga kerja, perusahaan sekarang meningkatkan kompetensi karyawan dengan mengurangi jumlah permintaan terhadap pekerjaan yang umumnya bersifat rutin, terutama untuk karyawan pada posisi awal (entry-level). Sejumlah penelitian menunjukan bahwa AI banyak menggantikan pekerjaan yang repetitif dibandingkan dengan menggantikan seluruh profesi, sehingga karyawan dituntut untuk memiliki kualitas analitis, kreativitas, komunikasi serta literasi digital yang lebih baik agar relevan untuk saat ini.
Well intinya calon karyawan seperti kita dituntut memiliki kualitas yang lebih dibandingkan dengan yang lain dan juga berarti kompetisi untuk mencari lowongan pekerjaan akan lebih sulit karena disini kita tidak hanya berkompetisi antar manusia, tapi ciptaan manusia juga yang jauh lebih akurat dan presisi dibandingkan dengan manusia.
Kecerdasan buatan atau AI itu memang sudah menjadi topik trending hangat beberapa tahun ini, AI yang dulu hanya berbentuk chatbot tersebut sudah berubah menjadi Pembuat gambar, video bahkan jadi pengganti pekerjaan manusia itu sendiri. Pada kisaran tahun 2019-2025 tercatat lowongan pekerjaan di swiss untuk tingkat awal mengalami penurunan sekitar 7,3 juta lowongan kerja atau 32% dari periode sebelum adanya AI. Penurunan tersebut berdampak besar terutama untuk sektor administrasi, pemasaran, keuangan dan juga teknologi informasi. Selain hal itu pekerjaan yang memiliki aktivitas seperti penulisan konten, desain grafis, pengolahan data hingga pembuatan video juga mengalami perubahan karena sebagai prosesnya dapat dilakukan secara cepat dan efisien dengan bantuan AI. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan-kegiatan rutin tersebut rawan tergantikan oleh.
Namun, disisi lain AI memiliki dampak yang positif untuk perusahaan, perusahaan yang mengadopsi tinggi AI tinggi mengalami pertumbuhan produktivitas sekitar 40% lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang mengadopsi AI dengan tingkat rendah. Yang mengartikan meski AI menggantikan karyawan tetapi hal ini berbanding terbalik dengan tingkat keuntungan untuk perusahaan baik secara finansial maupun produktivitas. Hal ini juga didukung dengan karyawan yang menggunakan AI mengalami peningkatan sekitar 14-15% lebih tinggi.
Buat perusahaan sih untung, tapi buat kita para pekerja ini semakin buntung, dengan adanya AI ini membuktikan bahwa kesulitan kita sebagai para pekerja untuk mendapatkan lowongan pekerjaan, apalagi buat orang yang lagi nyari pengalaman. Tapi jangan pasrah dulu, World Economic Forum pada Future of Jobs Report 2025 pernah mengatakan hingga tahun 2030 diperkirakan akan tercipta sekitar 170 juta pekerjaan baru meskipun sekitar 92 juta pekerjaan akan tergantikan, sehingga masih terdapat penambahan bersih sekitar 78 juta pekerjaan secara global. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa profesi dengan pertumbuhan tercepat didominasi oleh bidang Artificial Intelligence (AI), Big Data, Software Development, Cybersecurity, FinTech, Data Science, Renewable Energy, Environmental Engineering, Internet of Things (IoT), serta bidang kesehatan dan pendidikan.


Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.