article

Dulu Manual, Sekarang Serba Digital: Transformasi Alat Pertanian di Era Industri 4.0

Dulu Manual, Sekarang Serba Digital: Transformasi Alat Pertanian di Era Industri 4.0

Dulu Manual, Sekarang Serba Digital: Transformasi Alat Pertanian di Era Industri 4.0

Bandung, Plimbi.com -- Dunia pertanian sekarang sudah jauh berkembang di bandingkan beberapa tahun lalu. Kalau dulu petani itu identik dengan cangkul, sabit, dan kalender tanam berdasarkan musim. Sekarang semua itu sudah mulai berubah. Banyak alat pertanian zaman dulu yang mulai digantikan oleh teknologi pintar yang lebih cepat, efisien, dan lebih praktis pastinya.

Era ini sering disebut sebagai Industri 4.0, dan dalam dunia pertanian dikenal dengan istilah Smart Farming.  Smart farming atau pertanian pintar adalah metode bertani yang lebih modern karena dibantu oleh teknologi, mulai dari sensor, aplikasi, hingga drone.

ads

Teknologi ini bukan cuma buat petani besar atau suatu perusahaan, tapi juga mulai digunakan oleh beberapa petani kecil. Tujuannya bukan untuk menggantikan peran petani, namun untuk membantu pekerjaan petani jauh lebih mudah, akurat dan menguntungkan.

Artikel kali ini akan membahas sedikit tentang alat alat pertanian tradisional yang sudah digantikan oleh alat modern di era digital.

Baca Juga: https://www.plimbi.com/article/179945/perkembangan-revolusi-industri-dari-masa-ke-masa

1. Cangkul & Sabit -> Traktor Pintar & Mesin Panen Otomatis

Dulu petani mencangkul lahan dan memanen tanaman secara satu persatu. Pekerjaan ini jelas membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Sekarang, banyak petani mulai beralih menggunakan Traktor dengan sistem GPS. Traktor ini bisa di atur lewat tablet atau HP, bahkan ada yang bisa jalan sendiri tanpa harus disetir.

Untuk panen, sudah ada mesin panen otomatis yang bisa bekerja lebih cepat, presisi, dan efisien. Hasil panennya pun tentu lebih rapi dan bisa meminimalisir kerusakan hasil panen.

2. Irigasi Manual -> Sistem Irigasi Otomatis

Biasanya petani harus buka tutup saluran air secara manual, lihat kondisi tanah, lalu siram sesuai kira kira. Tapi sekarang, ada sistem smart irrigation yang bisa mengatur penyiraman secara otomatis, sesuai kebutuhan tanaman.

Alat ini bekerja dengan sensor kelembaban tanah. Kalau tanah kering, air akan menyala secara otomatis. Kalau kelembabn sudah cukup, maka air akan berhenti. Petani pun tidak perlu bolak balik mengecek tanamannya untuk menyalakan pompa, hal ini dapat mempersingkat penggunaan waktu.

3. Cek Tanaman Manual -> Pakai Drone

Sebelumnya, petani harus berkeliling ke seputar ladang nya untuk mengecek kondisi tumbuhan nya. Hal ini sangat memakan waktu apalagi kalau lahan nya luas, pasti sangat melelahkan bagi petani.

Namun sekarang hal itu sudah teratasi dengan adanya Drone pertanian yang bisa terbang dan memantau kondisi tanaman dari atas. Drone ini bisa mengambil gambar atau video, bahkan bisa mendeteksi warna daun yang menunjukan tanda tanda penyakit atau kekurangan nutrisi. Beberapa drone bahkan bisa menyemprotkan pupuk atau petisida dari udara.

4. Tebak Cuaca -> Sensor & Aplikasi Cuaca

Petani zaman dulu mengandalkan insting dan pengalaman untuk menebak cuaca. Tapi sekarang cuaca makin sulit di tebak.

Dengan adanya Sensor Cuaca dan aplikasi digital, petani bisa tahu prediksi cuaca dengan lebih akurat. Ada juga aplikasi khusus pertanian seperti AgriWeather atau Plantix, yang bisa memberi info soal cuaca harian, musim tanam, dan bahkan penyakit tanaman.

Dengan adanya info ini, petani jadi bisa mengambil keputusan yang lebih tepat soal waktu tanam, penyemprotan, atau panen.

5. Semprot Manual -> Drone Penyemprot

Biasanya, menyemprot tanaman pakai pupuk cair atau pestisida di lakukan dengan alat semprot yang digendong. Tapi proses ini membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang lama, apalagi kalau lahan nya sangat luas.

Sekarang sudah ada drone penyemprot otomatis. Drone ini bisa menyemprot secara merata, cepat, dan lebih aman karena petani tidak harus kontak langsung dengan bahan kimia. Selain hemat tenaga, teknologi ini membuat hasil semprotan merata dan presisi.

Manfaat Smart Farming Buat Petani

Semua teknologi ini punya tujuan utama: mempermudah pekerjaan petani dan meningkatkan hasil panen. Beberapa contoh manfaat utamanya yaitu:

  • Petani bisa kerja lebih efisien dan menghemat tenaga
  • Air, pupuk dan pestisida bisa digunakan secara hemat sesuai kebutuhan tanaman
  • Tanaman tumbuh lebih sehat dan hasil lebih melimpah
  • Mengurangi risiko gagal panen

Teknologi ini juga mendorong para petani muda agar lebih tertarik bertani karena sudah tidak lagi identik dengan kerja fisik, semua sudah dipermudah dengan teknologi.

Kesimpulan

Dunia pertanian ternyata pelan pelan mengikuti perubahan zaman. Kalau dulu semuanya dilakukan serba manual, sekarang sudah banyak bantuan dari teknologi canggih yang bikin kerja petani jadi lebih ringan dan hasilnya lebih maksimal.

Smart farming bukan berarti tanpa petani, tapi justru membantu petani agar bisa bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras. Karena seberapa canggih pun alat yang ada, tetap butuh manusia di baliknya yang tahu cara bertani menggunakan alat tersebut.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads