Bandung, Plimbi.com -- Pernah engga sih kamu kepikiran, kok bisa ya cuman nyentuh layar pakai jari, HP langsung kebuka? engga usah repot masukin PIN, pola, apalagi password yang panjang. Ya teknologi tersebut biasanya disebut fingerprint scanner, atau sensor sidik jari.
Teknologi ini sekarang sudah sangat umum dan hampir semua HP zaman sekarang sudah memiliki fitur ini. Tapi bagaimana sebenarnya cara kerja sensor sidik jari ini? Kok bisa ya jari kita dikenali, dan kenapa cuman kita yang bisa mengakses?
Sidik Jari Itu Unik
Sebelum membahas teknologi nya, kita harus tau dulu satu hal yang penting bahwa karakteristik sidik jari tiap orang itu berbeda beda. Bahkan anak kembar identik yang memiliki wajah sama persis pun punya sidik jari yang berbeda. Sidik jadi terbentuk sejak kita masih dalam kandungan dan tidak akan pernah berubah seumur hidup.
Inilah yang nge buat sidik jari dipakai sebagai alat pengenal identitas. Dulu dipakai untuk forensik atau keperluan hukum, sekarang makin simpel karna buat buka kunci HP aja cukup.
Cara Kerja Sensor Sidik Jari di HP
Saat kamu pertama kali mendaftarkan sidik jari ke HP, HP akan “merekam” pola garis garis yang ada di ujung jari kamu. Tapi bukan dalam bentuk foto, melainkan dalam bentuk data digital berupa pola unik. Setelah itu, setiap kali kamu menempelkan jari ke sensor:
- HP akan membaca ulang bentuk sidik jari kamu.
- Lalu membandingkan dengan data yang sudah di simpan sebelumnya.
- Jika cocok Hp akan terbuka.
- Jika tidak cocok Hp akan menolak untuk di buka.
Jenis-Jenis Sensor Sidik Jari
Mungkin kamu pernah lihat sensor sidik jari yang letaknya berbeda beda. Misalnya ada yang di belakang HP, di tombol home, atau bahkan di dalam layar. Letak ini biasanya tergantung dari jenis sensor yang digunakan. Sensor yang biasa di temui di bagian belakang atau tombol adalah tipe kapasitif. Sensor ini berkerja dengan cara mendeteksi arus listrik yang berubah saat jari menyentuh permukaanya. Lalu ada juga sensor optik, biasanya ditanam di dalam layar. Sensor ini berkerja dengan cara memotret bentuk sidik jari kita menggunakan cahaya dari dalam layar. Terakhir ada sensor ultrasonik yang menggunakan gelombang suara untuk mengenali bentuk sidik jari dalam bentuk 3D. Teknologi ini bisa dibilang paling mahal dari yang lain namun lebih akurat dan tetap bisa membaca sidik jari walaupun kondisi jari sedang basah.
Apakah Aman untuk Digunakan?
Masih banyak orang yang ragu soal keamanan fingerpirint, terutama karena ini menyangkut data biometrik yang sangat pribadi. Tapi jangan khawatir, data sidik jari yang disimpan oleh Hp itu bukan foto jari kamu secara langsung. Kebenarannya adalah data tersebut diubah menjadi kode digital khusus yang disimpan di bagian sistem yang tidak bisa diakses oleh sembarangan aplikasi. Bahkan kalau Hp kamu hilang atau dicuri, orang lain tetap tidak akan bisa mengambil data sidik jari kamu. Justru fingerprint lebih aman di banding password atau pin yang masih mungkin untuk ditebak atau dilihat orang lain.
Banyak Kelebihan, Tapi Bukan Berarti Tanpa Kekurangan
Salah satu alasan mengapa fingerprint sangat disukai banyak orang karena adalah penggunaannya yang cepat dan praktis. Tinggal sentuh, langsung terbuka. Gak perlu ribet ngatur password atau pola. Tapi tetap ada kekurangan. Misalnya, kalau jari kamu sedang basah, berminyak, atau ada luka, sensor juga bisa gagal membaca data sidik jari kamu. Di beberapa HP kelas menengah ke bawah, sensor ini bisa rusak kalau sering mengalami goresan secara terus menerus dan terkena debu. Meski begitu, secara umum fingerprint tetap menjadi pilihan yang aman dan nyaman.
Kesimpulan
Fingerprint adalah salah satu teknologi kecil yang punya dampak besar di kehidupan kita sehari hari. hanya dengan menempelkan ujung jari, kita bisa menjaga keamanan data pribadi, membuka perangkat, dan bahkan melakukan transaksi penting. Dibalik proses yang terlihat sederhana, ada sistem yang cukup canggih dan rumit. Tapi semuanya dirancang agar kita bisa tetap merasa mudah dan aman dalam menggunakan teknologi.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.