Bandung, Plimbi.com -- Pernah ga sih kalian mengalami kejadian ini: pas kamu lagi jalan jalan keluar, terus nemu pemandangan yang bagus banget, lalu kamu foto pakai kamera Hp. Hasilnya? Wah, bagus banget! Tajam, warnanya hidup rasanya kaya bisa langsung di posting ke insta story tanpa harus di edit dulu. Tapi pas kamu ngirim foto nya ke temen kamu lewat WhatsApp, fotonya malah keliatan jadi burem dan burik, terus warna nya kusam ga sejernih waktu pertama kali foto di ambil padahal engga ada yang di ubah.
Sebenarnya ini bukan karna hp kamu yang jelek atau bermasalah. Hal ini bisa terjadi karna WhatsApp mempunyai proses otomatis yang banyak orang ga sadari. Proses yang dimaksud adalah kompresi. Setiap kali kamu ngirim foto lewat WA dengan cara biasa seperti dari galery, aplikasi akan mengecilkan ukuran file secara otomatis agar proses kirim-menerima bisa lebih cepat dan tidak boros kuota. Jadi bukan kualitas fotonya yang menurun karna kesalahan, tapi emang di sengaja agar lebih efisien.
Apa itu Kompresi? Kenapa Bikin Foto Jadi Burik?
WhatsApp tau ga semua orang punya koneksi yang bagus dan stabil. Bayangkan kamu ngirim 10 foto masing masing ukuran nya berukuran 5 MB satu persatu pasti memakan waktu yang lama dan bikin kuota cepat habis. Nah, supaya lebih ringan, WhatsApp melakukan kompresi , yaitu menurunkan resolusi dan ukuran file nya. Proses ini membuat ukuran file jadi lebih kecil dari sebelum nya, yang awalnya 4-5 MB bisa turun jadi 200 atau 300 KB saja. Tapi sayang nya kompresi ini memberi dampak pada foto seperti gambar yang awal nya tajam menjadi buram dan kehilangan detail gambar dan warna nya. Jadi ketika di zoom gambar akan terlihat agak blur dan pecah
Kompresi itu mirip seperti kamu mencoba memasukan banyak baju ke dalam koper kecil. Supaya bisa muat banyak baju, kamu akan menggulung dan melipat bajunya sekuat tenaga. Ya muat sih, tapi bentuk bajunya udah ga bakalan rapi lagi seperti sebelumnya. Begitu juga dengan foto yang hasil nya “dipadatkan”, kualitas tampilan nya ikut berkurang. Maka hasil yang di terima dari WhatsApp terlihat berbeda jauh dari versi yang aslinya.
Cara Mengirim Foto Agar Kualitas Tidak Berubah
Untung nya, kamu masih bisa tetap mengirim foto dengan kualitas tinggi lewat WhatsApp, asal kamu tau caranya. Caranya jangan kirim lewat galery seperti biasa. Sebagai gantinya, kamu bisa coba pilih ikon lampiran (penjepit kertas) di WhatsApp, lalu pilih “Dokumen”. Dari situ, kamu bisa cari foto lewat file manager. Dengan cara ini, WhatsApp tidak kan mengompres foto kamu. Foto akan dikirim dalam ukuran dan kualitas aslinya.
Sesuai Kebutuhan
Sebenarnya, gak semua foto perlu di kirim dalam kualitas penuh. Kalau kamu Cuma mau kirim foto meme, screenshot, atau dokumentasi iseng saja, kualitas standar dari WhatsApp sudah cukup. Tapi kalau mengirim foto yang penting, profesional, atau untuk dicetak, tentu gak mau hasilnya “burik”.
Yang penting adalah tau kapan harus kirim foto dengan cara biasa, dan kapan harus ngirim sebagai dokumen. Teknologi akan bekerja sesuai dengan cara kita menggunakannya.
Kesimpulan
Setelah mengetahui penjelasannya, sekarang kamu ga perlu bingung lagi kenapa foto dari kamera bisa berubah kualitas saat dikirim. Ini bukan masalah dari HP ataupun aplikasinya. WhatsApp hanya berusaha membuat proses pengiriman lebih ringan dan cepat dengan cara mengecilkan ukuran file.
Tapi kalau kamu tau triknya, kamu masih bisa tetap mengirimkan foto dalam versi terbaiknya tanpa penurunan kualitas. Kirim sebagai dokumen, atau pakai layanan lain jika perlu. Teknologi itu bukan cuma soal canggih atau rumit, tapi soal bagaimana kita memahaminya. Kalau tau cara pakainya, hasilnya juga pasti lebih memuaskan.
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.