article

Apa itu Smart Farming? Manfaat, Kekurangan dan contoh penerapannya?

Apa itu Smart Farming? Manfaat, Kekurangan dan contoh penerapannya?

Apa itu Smart Farming? Manfaat, Kekurangan dan contoh penerapannya?

 

Apa itu Smart Farming (Pertanian Cerdas)

Smart Farming adalah cara atau metode terbaru yang menggunakan teknologi untuk membantu petani. Smart Farming ini bisa membantu petani mengontrol penggunaan lebih sedikit air dan juga pupuk, pestisida atau bahan bakar di setiap hektar lahan yang di garap petani. Smart Farming sangat menekankan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Smart Farming biasanya menggunakan sensor atau drone untuk mengumpulkan data tentang tanah, tanaman dan ternak. Petani dapat menggunakan data ini untuk membuat keputusan dalam pekerjaan sehari harinya. Diperkirakan bahwa teknologi terbaru seperti Cloud Computing dan juga Internet of Things akan memanfaatkan kemajuan ini dan memperluas penggunaan robotika dan kecerdasan buatan dalam pertanian.

Manfaat Smart Farming

1. Peningkatan efisiensi:

Dengan adanya teknologi smart farming para petani bisa lebih memanfaatkan sumber daya dengan lebih baik. Hal ini menghasilkan sistem yang lebih efisien dengan lebih sedikit limbah dan proses yang lebih efisien.

ads

2. Penggunaan biaya dapat di minimalisir

Smart farming bisa mengurangi penggunaan biaya yang berlebihan karna lebih sedikit limbah dalam sistem, dan menggunakan lebih sedikit input (seperti pupuk, pestisida) dibanding metode pertanian secara tradisional.

3. Peningkatan produksi

Smart Farming juga memungkinkan para petani untuk memperoleh peningkatan hasil panen karena kualitas tanaman, kesehatan tanah, kualitas air yang lebih terjaga. Ini kana membantu meningkatkan keuntungan pertanian dari waktu ke waktu dan memastikan bahwa tanaman ditanam pada waktu yang tepat sehingga mencapai potensi penuh nya sebelum di panen.

4. Meminimalisir emisi gas rumah kaca

Smart farming sering kali menggunakan sumber energi yang lebih berkelanjutan seperti panel surya atau tubin angin, bukan bahan bakar fosil. Bahan bakar seperti bensin atau solar biasa di gunakan untuk menggerakan traktor/truk selama musim tanam/panen.

Kelemahan Smart farming

Metode Smart farming juga memiliki beberapa kekurangan. Meskipun merupakan langkah maju dalam mengurangi limbah dan meningkatkan produksi pangan, masih ada beberapa masalah yang perlu di tangani.

  • Biaya Awal yang Tinggi : implementasi teknologi seperti sensor, drone, iot dan software pertanian membutuhkan biaya yang sangat besar dan sangat sulit di jangkau oleh petani kecil atau daerah yang memiliki ekonomi yang sulit.
  • Ketergantungan Teknologi : smart farming atau pertanian cerdas ini sangat bergantung padas perangkat perangkat elektronik, jaringan internet, dan listrik. Sehingga jika terjadi gangguan teknis atau jaringan kegiatan pertanian bisa terganggu bahkan lebih parah nya bisa menyebabkan gagal panen.
  • Kesenjangan Digital : tidak semua petani memiliki pengetahuan atau akses menggunakan teknologi canggih. hal ini dapat memperlebar kesenjangan antara petani modern dan petani tradisional.

Contoh penerapan Smart farming

1. Field monitorin system (FMS)

Field monitoring system adalah teknologi yang berfungsi untuk memantau kondisi tanaman dan kondisi iklim di sawah. Kondisi tanaman dan iklim tersebut akan terekam dan diolah menggunakan sensor secara real-time.

Sensor ini bisa mendeteksi sinar matahari, tingkat hujan, kecepatan angin dan lain lain, setelah di rekam akan dikirim ke cloud dan di sampaikan kepada petani dalam bentuk data yang muncul di aplikasi. Dengan demikian para petani bisa mengamati kondisi sawahnya kapan pun dimanapun.

2. Penggunaan drone untuk pertanian

Drone termasuk dalam contoh penerapan Smart farming, Drone khusus dapat membantu petani untuk memetakan kondisi tanaman, melacak hewan, menyebarkan irigasi dan juga menyerbarkan pestisida. Drone tersebut dikontrol menggunakan aplikasi dengan demikian para petani kini tidak perlu mengelilingi sawah atau kebun untuk memantau kondisi tanaman, atau menyemprot tanaman.

3. Green house farming

Adalah praktik pertanian dimana tanaman di tanam dalam lingkungan yang terkendali, biasa di dalam bangunan dengan material transparan. Tujuan nya agar tanaman terhindar dari perubahan cuaca yang berlebihan dan juga hama. Penerapan Internet of Things (IoT) di sektor ini adalah menggunakan suatu aplikasi untuk mengatur pencahayaan, suhu, kelembaban udara, dan banyak lagi. Dengan adanya green house para petani bisa lebih melonggarkan pengawasan tanaman di dalam area Green house.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah Smart farming merupakan kombinasi metode pertanian tradisional dan teknologi canggih, dengan adanya metode Smart farming para petani bisa lebih mudah untuk mengontrol keadaan pertanian nya dan juga berpotensi menghasilkan hasil panen yang lebih maksimal, meskipun smart farming adalah sebuah kemajuan, smart farming juga memiliki beberapa kelemahan seperti biaya awal yang sangat tinggi, ketergantungan teknologi dan kesenjangan digital antara petani tradisional dan petani modern.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads