article

Kurangnya Literasi Politik Di Indonesia

Kurangnya Literasi Politik Di Indonesia

Kurangnya literasi politik di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal. Jangankan melek politik, angka melek huruf pada orang dewasa di Indonesia menurut data UNESCO (2012) sebesar 65.5%. 35% orang dewasa di Indonesia masih buta huruf, dan Indonesia menempati urutan ke-64 dari 65 negara yang diteliti. Maka dari itu, literasi politik sangatlah penting bagi warga negara, karena berisi tentang edukasi politik yang berfungsi untuk mewujudkan warga negara yang terdidik agar memiliki kesadaran krisis serta mendorong masyarakat agar berpartisipasi secara aktif dalam berbagai dinamika politik secara efektif. Pada era globalisasi sekarang, internet banyak berperan dalam segala bidang, termasuk dalam bidang politik yaitu literasi politik. Internet telah membuka ruang keterlibatan seluruh lapisan masyarakat yang lebih luas dengan membongkar sekat-sekat seperti agama, etnis, gender, ras, untuk berperan aktif dalam menentukan pilihan juga mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang ada. Menurut pendapat Bernard Crick, literasi politik lebih luas dari hanya sekedar pengetahuan politik melainkan cara membuat diri menjadi efektif dalam kehidupan publik dan dorongan untuk menjadi aktif, berpartisipasi dalam melaksanakan hak dan kewajiban baik dalam keadaan resmi maupun area publik yang sifatnya suka rela. Inti kekuatan literasi politik ada pada partisipasi politik warga negara yang kritis dan memberdayakan terkait dengan konsep-konsep pokok politik yang akan berdampak pada kehidupan warga negara. Internet adalah salah satu alat untuk melakukan praktik literasi politik yang cukup efisien, dimana kita dapat melakukan kegiatan politik dengan bebas namun tetap mempunyai aturan dan tingkat kesopanannya. Ide, informasi, dan berita politik dapat disebar melalui internet. Media ini dapat digunakan untuk membaca dan mengekspresikan berbagai opini dan sikap politik. Dengan adanya internet, perbedaan pendapat semakin terbuka dan mendorong masyarakat lebih berpikir kritis untuk bebas mengutarakan pendapatnya. Melalui internet, kita dapat melakukan literasi politik dan mendapatkan informasi yang tak terbatas jumlahnya. Semakin banyak informasi politik yang didapat, maka semakin mendorong masyarakat untuk berpartisipasi politik. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa, tidak semua orang sudah melek teknologi, dan tidak semua lapisan masyarakat dapat memiliki akses internet yang sama, terlebih lagi kondisi geografis Indonesia yang sangat luas membuat layanan sinyal dan akses internet tidak merata. Maka dari itu, pemerintah diharapkan untuk menyeimbangkan akses internet di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan agar masyarakat bisa tertarik dengan politik, dan lebih sering melakukan literasi politik atau mengikuti berita politik. Banyak informasi yang kita terima dari internet memiliki akurasi atau nilai kebenaran yang rendah. Literasi politik sangat dibutuhkan oleh setiap warga negara agar masyarakat tidak mudah di provokator dan paham akan penyelenggaraan negara yang benar seperti apa. Tidak sedikit masyarakat miskin bahkan masyarakat umum lainnya termakan berita palsu atau “hoax†yang muncul dan ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Kecerdasan membaca dan memfilter isu-isu yang beredar di berbagai media massa juga harus terus digelorakan dengan melakukan literasi politik, diskusi, dan dialog.

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads