article

Sejarah Panglima Hitam di Pulau Tidung

Sejarah Panglima Hitam di Pulau Tidung
Saat ini kita bakalan bahas salah satu orang yang makamnya sekarang ini selaku pusat perhatian beserta menjadi cagar budaya Pulau Tidung. Sampai hari ini belum ada suatu bukti sejarah yang mungkin menunjukkan dari sisi yang pasti seorang Panglima Hitam itu. Ungkapan yang tertebar di masyarakat, segalanya masih menurut pada legenda dan kata yang belum disertai bukti dari segi ilmiah. Akan tetapi eksisnya dan kebesaran kata Panglima Hitam Pulau Tidung emang tidak bakal diragukan lagi kebenarannya.

 

Ungkapan legenda yang sekarang dipercaya sebagian masyarakat kali ini, Panglima Hitam dan atau yang dikenal orang-orang Tidung selaku Wa’Turup yakni seorang panglima perang yang turut dalam pertempuran kerajaan Islam atas perintah pimpinan kerajaan Mataram, di dalamnya upaya mengakuisisi Batavia untuk pusat pemerintah atau rezom Belanda. Sepanjang kisah tersebut, banyak yang bilang seputar pelarian sang Panglima Hitam bersama dengan sisa pasukannya, yang mengupayakan menghindar dari buruan tentara Belanda pada memanfaatkan perahu kayu. Hingga akhirnya tibalah mereka di Pulau Tidung yang pada saat itu suatu pulau kosong yang gak berpenghuni. Di pulau itu Panglima Hitam juga sisa pasukannya setelahnya bersembunyi sesampai akhir hayat mereka. Dengan keberadaan kisah ini jua, Ia diyakini oleh orang-orang Pulau Tidung untuk orang yang kesatu menjejakkan kaki disana.

Pada cerita sejarah Indonesia tersebut, perang kerajaan islam lawan Belanda, pada upaya mendapatkan Batavia tentu diakui kebenarannya dan benar terjadi. Dan sejarah tercatat, perang itu sendiri pada akhirnya dimenang kan oleh pihak Belanda dan rampung mengusir kerajaan Mataram dari daerah Batavia. baca paket pulau putri kepulauan seribu 

Versi berbeda Kisah Panglima Hitam

Dibalik cerita yang usai disampaikan barusan, adalagi kisah perihal Panglima Hitam kepada versi yang lain, akan tetapi diterima dari sumber yang jua cukup dipercaya, adalah ungkapan dari sesepuh Pulau Tidung adalah seorang Haji Dja’far Arsy yang di percaya sebagai keturunan Wa’Turup sang Panglima Hitam. Sama seperti yang dikisahkan terhadap salah satu tulisan bercerita “Haji Dja’far Arsy, “Ajimat†Pulau Tidung†yang dipublikasikan oleh Alamsyah M. Dja’far. Di dalam tulisan itu sendiri, dituliskan cerita dari pengalaman Haji Dja’far Arsy, yang mana beliau mengkisahkan perihal asal-usul Wa’Tarup (Panglima Hitam) asal dari Sulawesi, dan sesaat menetap di Malaysia untuk pengawal kepercayaan kesultanan Selangor Malaysia. Panglima Hitam tersebut menurut beliau yakni hanya salah satu sebutan tuk jabatan atau pun posisi panggilan jenderal diwaktu ini, dan bukanlah menampilkan nama seseorang.

ads

Memang kalo kita melakukan pencarian di google, kemudian mencari tahu perihal istilah Panglima Hitam, lalu kita akan cukup banyak mendapat tulisan-tulisan yang condong seputar pendekar besar, jua merujuk dari cerita pengawal-pengawal kerajaan yang di segani dan tersohor di kerajaan Melayu. Dan kasus ini akan dapatkan memperkuat kisah yang dibilang oleh Haji Dja’far Arsy. Eksisnya kisah-kisah tadi memang belum kemungkinan dibuktikan pada hal ilmiah. Akan tetapi terbebas dari hal itu, seorang Panglima Hitam takkan dapat dipungkiri kemungkinan seorang sosok yang di segani pada kalanya, terdapat nama besar yang di hormati, dan termasuk sosok yang terdapat banyak pengikut, untuk itu Beliau diberi julukan Panglima.

Makam Panglima Hitam di Pulau Tidung

Makam dari karakter Panglima Hitam itu sendiri berlokasi di belahan timur Pulau Tidung kecil, di temukan tahun 2006 bersama dengan peninggalan dari sang Panglima Hitam merupakan keris, pedang dan yang lainnya. Berselang makam itu sendiri oleh orang-orang setempat direnovasi dari sisi swadaya, dan digunakan sebagai satu–satunya cagar budaya Pulau Tidung. Dengan terkuaknya penemuan makam itu sendiri, banyak masyarakat atau pun wisatawan yang ingin tahu tuk berkunjung, dan melakukan usaha menggali keterangan seputar makam itu sendiri. Semoga saja dengan animo masyarakat yang bonafid ini, akan melimpah peniliti sejarah yang mau mencari kebenaran sejarah, seputar fakta dibalik seorang Panglima Hitam Pulau Tidung. lihat juga Paket wisata Pulau Tidung
0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads