Cumi - cumi merupakan salah satu hewan laut yang paling banyak digemari oleh orang sebagai salah satu bahan utama membuat sajian seafood, dimana hewan ini memiliki 3 jenis keluarga yaitu cumi - cumi sotong, cumi - cumi karang dan cumi - cumi blakutak. Dari ketiganya, cumi - cumi sotong adalah terpopuler karena rasanya lezat dan tidak gatal. Di samping itu, cumi - cumi banyak mengandung nilai gizi yang tinggi antara lain zat protein, mineral, kalsium, fosfor dan besi yang menjadikan hewan laut ini memiliki nilai jual yang cukup mahal, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai kuliner dengan olahan beragam campuran bumbu dan sayuran menyertainya.
Di Indonesia sendiri, cumi - cumi pada umumnya dibuat menjadi dendeng cumi dimana proses pembuatannya cukup mudah untuk dikerjakan sekalipun oleh pemula, hasilnya adalah menyerupai dengan dendeng sapi ataupun dendeng lainnya. Bumbu - bumbu yang digunakan adalah khas rempah Indonesia seperti lengkuas, ketumbar, bawang merah, lada dan bawang putih serta bahan penyedap lainnya. Untuk rasa dendeng cumi ada beragam yaitu cumi asin, cumi manis, cumi manis pedas dan cumi pedas atau cumi tanpa bumbu, rasa pedas didapatkan dari menambahkan bubuk cabe atau merica, gula dan garam.
Cumi - cumi yang sudah diawetkan menjadi dendeng merupakan salah satu penganan khas dari laut yang saat ini dimanfaatkan sebagai oleh - oleh pada beberapa daerah wisata di Indonesia dengan kemasan menarik sehingga mampu menarik minat pelancong untuk membelinya. Cara pengawetan daging secara tradisional bernama dendeng ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia yang berada di pesisir pantai.
Menurut SNI 01-2908-1992 (Badan Standarisasi Nasioanal, 1992), dendeng merupakan produk makanan dari laut yang biasanya berbentuk lempengan, terbuat dari irisan atau gilingan daging segar yang dicanpur dengan bumbu lalu dikeringkan secara alami atau buatan sehingga menjadi dendeng kering / semi kering yang cara menyantapnya adalah harus diolah kembali hingga menjadi sepiring seafood yang enak. Cita rasa dendeng pada umumnya manis, asin dan agak asam serta berwarna gelap akibat kandungan kadar gulanya cukup tinggi. Kombinasi gula, garam, dan bumbu - bumbu di dalamnya menimbulkan bau khas terhadap produk akhir.
Jika anda berminat untuk mengetahui bagaimana cara membuat dendeng cumi - cumi maka akan kami berikan ulasan singkat, yang perlu disediakan adalah bahan berupa cumi - cumi segar dan bumbu untuk membuat dendng yang kami beri nama dendeng press dengan bumbu dasar yaitu bumbu rujak pedas sebagai berikut :
Bahan (ukuran %) :
Cumi - cumi segar 500 gr 72,25 %
Bumbu yang disediakan :
Cabai merah keriting 25 gr 3,6 %
Cabai rawit 10 gr 1,4 %
Bawang putih 20 gr 2,8 %
Bawang merah 30 gr 4,3 %
Batang serai 4 gr 0.6 %
Asam Jawa + 1 sdm air 10 gr 1,4 %
Gula putih 60 gr 8,6 %
Garam 8 gr 1,1 %
Lengkuas 10 gr 1, 4 %
Tepung sagu 15 gr 2, 1 %
Total bahan senesar 692 gr, 100 %
Dari jumlah bahan utama yaitu cumi - cumi segar 500 gr serta total bumbu sekitar 192 gr tersebut di atas akan menghasilkan 200 gr dendeng jadi.
Langkah Pembuatan Dendeng Press
Perhatikan langkah praktis kami membuat dendeng press cumi - cumi berbumbu rujak yang cukup mudah untuk ditiru, murah serta memakan waktu yang cukup singkat.
1. Cuci bersih cumi lalu beri jeruk nipis dan sedikit garam, aduk dan remas -Â remas, lalu rebus hingga setengah matang, angkat cumi, tiriskan.
2. Blender cumi, beserta semua bahan bumbu hingga menjadi halus dan membentuk pasta.
3. Masukkan ke dalam plastik 1 sdm adonan lalu pipihkan. Kerjakan hingga semua bahan habis.
4. Kukus ± 15 menit angkat, tunggu sampai dingin.
5. Taruh cumi yang sudah dikukus tadi di atas tampah dari bamboo lalu jemur di bawah sinar matahari hingga benar - benar kering.
6. Dendeng cumi bumbu rujak siap disantap, diangkat dan goreng dengan api sedang serta minyak kelapa yang banyak.
7. Dendeng press cumi - cumi bumbu rujak dapat anda hidangkan dengan tambahan berupa sambal terasi pedas, lalapan segar dan nasi putih.
Yang perlu untuk anda perhatikan agar mendapatkan cita rasa dendeng yang sempurna adalah pengeringan harus dilakukan dengan menggunakan suatu alat pengering (artificial drier) atau penjemuran (sun drying) yaitu pengeringan dengan memanfaatkan energi langsung dari sinar matahari pada waktu siang hari dan disarankan untuk dilakukan di pinggir pantai. Pengeringan buatan lebih unggul karena suhu dan aliran udara mudah diatur sehingga waktu pengeringan bisa anda tentukan sendiri dengan cara yang tepat dan bersih dimana harus diawasi dengan sebaik - baiknya dan buatlah pada saat musim kemarau.
Selamat mencoba !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.