article

Menengok Lokasi Syuting Film Rorouni Kenshin Kyoto Inferno

Menengok Lokasi Syuting Film Rorouni Kenshin Kyoto Inferno

Satu lagi film asal Jepang yang sukses masuk dan mewarnai jaringan bioskop di kota – kota besar di Indonesia. Kali ini, jaringan bioskop Blitzmegaplex bekerjasama dengan Encore Films dan Moxienotion serta PT. Mitra Media Layar Lebar berkesempatan untuk menayangkan film asal Jepang yaitu Rorouni Kenshin Kyoto Inferno. Film ini merupakan sekuel dari film sebelumnya yang diadaptasi dari manga, merupakan seri anime yang dikenal sebagai Samurai X.

Kyoto Inferno adalah bagian pertama dari sekuel film Rorouni Kenshin. Tahun ini, akan ditayangkan 2 film sebagai sekuel penerus film Rorouni Kenshin pertama dan sukses tayang sebelumnya di Jepang dan negara – negara sekitarnya. Bagian pertama dari film ini menitik beratkan pada tragedi penyerangan terhadap Kota Kyoto.

Merupakan salah satu film live - action yang dibintangi oleh Takeru Satoh dan Emi Takei, menjadi salah satu karya yang mampu membangkitkan kembali gairah perfilman Jepang selain drama seri romantis yang diadaptasi dari cerita manga dengan tema serupa. Setelah kesuksesan film ini, film live - action lainnya mulai bermunculan dan mampu mengumpulkan banyak fans club dan digemari hingga sekarang.

ads

Hal lainnya yang membuat film tersebut di atas sukses digemari oleh penonton adalah selain adegan – adegan seru di dalamnya, juga objek lainnya berupa sebuah bangunan tua yang sangat klasik sebagai latarbelakang salah satu adegan film sangat populer setelah usai syuting film dengan nama Nakamuraza Theater.

Melihat seluruh bagian bangunan yang berusia tua dan sangat besar menyerupai sebuah kastil megah di Eropa ini, mampu menciptakan keunikan terhadap beebrapa adegan dalam film ini serta melihat kesibukan kru film di Toei Kyoto Studio, bisa membawa anda ke kehidupan warga Jepang pada zaman dahulu dimana para pegawai dalam sebuah keraton kerajaan Jepang tampak berwibawa memakai kostum samurai mencerminkan kehidupan para bangsawan hingga geisha. Di sela – sela waktu luang mereka bisa diajak berfoto bersama oleh para turis mancanegara, juga terdapat banyak wahana sebagai objek wisata edukasi yang bisa dinikmati seperti rumah – rumah hantu, museum anime, rumah misteri, dan arena ketangkasan. Pada bagian depan bangunan studio, terdapat toko - toko yang khusus menjual suvenir menarik khas Jepang dengan harga yang terjangkau.

Untuk mengujungi studio di atas anda bisa mencapainya dengan mudah meskipun baru pertama kali berkunjung ke Tokyo, bisa menggunakan bis nomor 71, 72, dan 73 dari Stasiun Kyoto menuju halte Uzumasa Eigamura - michi dengan tarif sebesar 500 Yen. Setelah itu sekitar 10 menit dilanjutkan dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Untuk tiket masuk, para pengunjung akan dikenakan biaya per orang sebesar 2.200 Yen. Toei Kyoto Studio beroperasi mulai pukul 09:30 hingga 16:30 JST pada bulan Desember - Februari, dan pukul 09:00 sampai 17:00 JST di bulan Maret - November. Toei Kyoto Studio akan ditutup jika sedang dilangsungkan proses syuting film.

Film kedua dari trilogi Rorouni Kenshin adalah berjudul Kyoto Inferno mengambil lokasi syuting di Toei Kyoto Studio dan sekitarnya yang khusus menyediakan replika kota kuno kehidupan orang Jepang pada jaman dulu. Studio film ini populer dimancanegara disebut sebagai Hollywoodnya Jepang dan memiliki beberapa hanggar indoor untuk syuting film yang tertutup dari kunjungan wisatawan, namun terbuka untuk area outdoor dengan suasana nyaman pada zaman samurai.

Tentu saja film di atas mendapat sambutan yang luarbiasa menyenangkan untuk para penggemar Rurouni Kenshin. Sang mangaka, Nobuhiro Watsuki akan membuat manga – manga spinoff dari cerita legendarisnya terdahulu. Hal ini dikonfirmasi oleh majalah Jump Square terbitan Shueisha. Dalam karya mereka di atas, Nobuhiro bekerjasama dengan dibantu oleh istrinya, Kaoru Kurosaki memberikan judul terhadap manga spinoff ini : “Rurouni Kenshin Ibun : AshitarÅ Zenka Ari” (Rurouni Kenshin Variant Story : The Criminal AshitarÅ) yang akan terbit dalam dua bagian, bagian pertama akan diterbitkan oleh majalah Jump Square edisi Desember dan dirilis pada tanggal 4 November mendatang (2015) dengan halaman berwarna cerah. Untuk bagian keduanya masih menunggu kabar berita.

Rurouni Kenshin pertama kali terbit pada tanggal 2 September 1994 di majalah mingguan Shonen Jump dengan menampilkan karakter utama Himura Kenshin adalah mantan seorang pembunuh yang mendapatkan julukan Hitokiri Battosai dari pihak kepolisian. 

Selama lima tahun, manga ini mampu menjelma menjadi salah satu cerita semi horor paling laris dan populer di Jepang hingga seri film ini tamat pada tanggal 4 November 1999. Cerita ini juga menginspirasi lahirnya anime sebanyak 95 episode, film animasi layar lebar, tiga OVA, serta tiga film live - action yang meraih sukses besar tidak hanya di Jepang saja, tapi juga diberbagai negara termasuk Indonesia.

 

 

0
Comments (0)
Unable to Comment
You need to be logged in to be able to post a comment. Click here to login

No comments yet. Be the first to comment.

From Author
Loading…
ads
ads
ads