Pada tahun 1950an, terdapat tren fashion yang berkembang pesat dan digandrungi oleh kaula muda dengan sebutan populer yaitu Teddy Boys. Gaya ini muncul setelah perang yang panjang di Inggris usai dimana sejak saat itu masyarakat di Eropa mulai menyadari pentingnya untuk bersatu sehingga mampu mengurangi kesenjangan sosial. Untuk mengekspresikan hal itu, para penjahit tradisional di desa – desa yang terpusat dibeberapa negara maju di Eropa dan Amerika mulai memperkenalkan beberapa model busana formal musim dingin seperti jas berkancing satu, model panjang dan pas di badan. Bahannya dari beludru yang diberi manset sebagai asesoris.
Gaya jas di atas sangat flamboyan dan elegan, sehingga di mata para pekerja pabrik seperti memberikan sebuah angin segar dengan adanya persamaan derajat melalui cara berbusana yang lebih banyak ditujukan buat kaum muda agar tetap bersemangat dengan kreatif dan pandai memadukan baju – baju seadanya saja di rumah menjadi elegan, efektif dan powerful. Gaya tersebut selanjutnya bisa diterapkan pada kehidupan sehari – hari dan dikenal dengan istilah teddy boys.
Tahun 1950 (New Look)
Setelah WW II atau Perang Dunia ke-2 usai, mulailah berkembang teknologi tekstil buatan. Baju - baju mulai dibuat dengan bahan dari kain nilon, orlon, dan dracon. Pasca perang, fashion pada tahun ini lebih merujuk terhadap pencarian jati diri dan citra yang lebih segar namun tidak seglamour pada tahun 1920. Jenis pakaian yang mendominasi diantaranya adalah circle skirt bermotif polkadot yang sangat cantik dikenakan oleh remaja putri hingga wanita dewasa di Eropa.
Pendekatan fashion pada remaja putri mulai diperkenalkan pada tahun - tahun 1950an, sehingga baju dan fashion  remaja mulai berkembang untuk mampu bersaing dengan fashion dewasa.
Gaya berbusana populer pada tahun tersebut adalah menonjolkan perpaduan yang khas antara penggunaan spandek, kaos ketat panjang, dan topi lebar dengan sepatu berhak tinggi untuk wanitanya.
Tahun 1950 (Pin Up)
Selain gaya berbusana New Look, tahun 1950 dihiasi dengan berkembangnya pakaian yang bersifat lebih urban namun tetap modis yang dipengaruhi oleh lagu - lagu Elvis Presley yang bernuansa Rock and Roll dan juga  gaya berbusana ala Marlyn Monroe. Pada masa ini, terkenal istilah "pin up girl" yang ditujukan kepada wanita - wanita karir pecinta musik rockabilly.  Gaya urban  dan  pop culture diantara mereka dikenal dengan sebutan  pin up yang cenderung ringan dan semi terbuka.
Tahun 1960 (Futurismo)
Tahun 1960 awal ditandai dengan adanya invasi teknologi rumah tangga yang serba canggih dan dijual kepada masyarakat luas dengan harga terjangkau untuk semua kalangan. Televisi mulai digunakan di masing – masing rumah tangga hingga ke pelosok desa, mesin cuci, mobil, hingga strika sudah mulai dikenal secara luas. Era ini adalah era “masa depan†yang lebih dikenal dengan istilah futurismo di  dunia fashion. Mode fashion mereka berubah – ubah dengan mendapatkan pengaruh invasi teknologi dari mancanegara. Fashion tahun 1960-an didominasi busana minimalis dengan motif garis atau bintik – bintik kecil ala polkadot yang mengesankan moderenitas dan terbuka untuk teknologi tinggi pada zamannya.
Tahun 1960 (Hippie)
Akibat perang Vietnam yang berkepanjangan, kondisi politik yang ramai dan memanas dengan terbunuhnya  Peresiden John F Kennedy, disertai arus informasi yang begitu masive dari sebelumnya menyebabkan kalangan atas di Eropa mulai dapat memahami tentang masalah kejamnya perang Vietnam, dimana – mana mulai muncul gerakan anti pemerintah yang dikenal dengan istilah Hippie. Kaum Hippie mudah dikenali dengan gaya berbusana ala Bohemian Style pada tahun 1950-an. Kaum Hippie identik dengan para gadis yang suka mengenakan pakaian longgar dimana menunjukkan kedekatan mereka terhadap kondisi alam yang damai serta lelakinya yang suka mengenakan asesoris unik berupa ikat kepala dari kain bermotif ramai disertai perhiasan cantik dari bahan gading dan kerang.
Tahun 1980 (Casual)
Casual menunjukkan kesuksesan dan kekayaan pribadi terhadap si pemakai yang lahir bersamaan dengan diangkatnya Margaret Thatcher menjadi perdana menteri Inggris, sehingga banyak yang menyebut gaya berbusana saat itu dengan sebutan thatcherism atau gaya casual adalah penyempurnaan gaya sportif yang menjadikannya lebih rapi, elegan, feminim dan trendi. Karakteristik gaya casual adalah memakai baju - baju dengan label kelas atas, contohnya Lacoste, Lois and Burberry, Adidas, Vest dan jaket track suit.
Tahun 1980 (Madonna Dan Aerobic)
Tahun 1980-an juga ditandai dengan berkembangnya teknologi portable seperti radio. Musik mulai didengar dimana - mana seperti jalan raya, taman bermain,  dan juga tempat – tempat umum lain melalui radio  jinjing dengan gaya jalanan yang memakai baju – baju kedodoran dengan motif kain yang ramai seperti batik dan nuansa outdoor bernama musik rap mulai digandrungi kaula muda. Simbol dari tren ini ialah busana berwarna kontras untuk laki – lakidan wanita. Bersamaan dengan itu, gaya berbusana outdoor semacam outfit fitness dan olah raga menjadi populer dan banyak digemari oleh wanita  yang sering menggunakan legging sebagai perpaduan outfit celana mereka ketika santai.
Supermarket Of Style ( 1990 )
Istilah ini dibuat untuk mendeskripsikan identitas sekelompok orang yang tidak loyal pada satu jenis fashion. Penganutnya senang memakai semua gaya fashion dengan cara mix ‘n match menjadikan style yang mereka ciptakan bukan lagi sebagai bentuk pemberontakan, tapi sebagai alternatif atau identitas diri. Berbeda dengan penganut fashion lainnya tersebut di atas, pencinta Supermarket of style ini membuat style tersendiri yang unik. Misalnya t-shirt lengan panjang pas di badan ditumpuk dengan t-shirt lengan pendek kedodoran ditambah bandana dengan topi. Fashion ini banyak ditemukan di kawasan Harajuku, jepang.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi kaula muda lalu berminat menirunya !
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.