Amerika sejak jaman dulu piawai memainkan peran penting terhadap gaya berbusana yang mengalami perkembangan cukup pesat pada tahun 1920. Di masa setelah Perang Dunia I, Amerika selanjutnya dikenal sebagai salah satu pusat mode dunia memasuki era makmur yang mempengaruhi gaya fashion banyak orang di mancanegara. Music Jazz dan tarian glamor mulai muncul pada tahun yang sama dimana perempuan mendapat suara dan hak yang sama dengan memasuki angkatan kerja dalam jumlah besar. Tahun - tahun 1920an ditandai dengan maraknya bisnis illegal dan merupakan salah satu jalan untuk menuju kepada pengenalan jati diri terhadap kemajuan dunia seperti Al-Copone.
Pemakai fashion gaya Melindrosa yang disebut Flapper dengan menonjolkan penggunaan make-up secara berlebihan, berdandan glamor, minum alkohol, mengendarai mobil, dan merokok menjadi hal yang akrab terhadap gaya berbusana glamor ala seorang super star tersebut. Bukan hanya itu saja, gaya berbusana tahun 1920 kerap identik dengan menunjukkan adanya tanda milenia baru setelah sebelumnya gaya berbusana kaum perempuan mereka lebih condong pada zaman Victoria.
Tahun 1930 (Calca Comprida)
Ekonomi masyarakat Amerika Serikat yang sedang mengalami depresi karena hal - hal sosial dan politik terjadap negara – negara di sekitarnya yang rentan dalam masalah turut serta berpengaruh buruk terhadap gaya  berbusana mereka pun mangalami perubahan menjadi lebih kasual, dan tidak terlalu glamor  layaknya pada masa 1920 atau  pada dekade sebelumnya. Baju yang lebih longgar mulai dilirik dari bahan kain tebal dan tertutup menjadi prioritas.
Rastafarians (1930)
Dimulai pada tahun 1930 di Jamaica setelah dinobatkannya Haile Selassie sebagai Emperor Ethiopia, Rastafarians mulai menghindari hal - hal yang bersifat merusak dan menerapkan hidup damai, toleransi, menghormati diri sendiri dan lingkungan serta mencapai inspirasi dari kebudayaan tradisional mereka di Jamaica. Pada awal tahun 70an, dukungan icon legenda Bob Marley, membuat tren Rastafarian semakin berkembang,  kaum Rastafarians semakin menunjukkan minat terhadap fashion yang tampil good looking dengan memakai ikat pinggang, ban tangan, topi, kaos, dengan perpaduan warna serasi sesuai dengan bendera warga Ethiopia yaitu merah, emas dan hijau. Gaya rambut mereka pun mulai berubah menirukan karakter unik musisi mereka yang sedang berjaya. Komunitas ini selalu terlihat 'catchy' dan mudah dikenali terutama dari gaya rambut yang dikepang kecil atau digimbal (dreadlock). Style rambut ini menjadi cepat populer meskipun pembuatan dan perawatannya memakai bahan – bahan tradisional dan natural.
Tahun 1940 (War Anda Working Class)
Adanya WW II atau Perang Dunia ke-2 menyebabkan gaya berbusana wanita karir di mancanegara mengalami sebuah perubahan besar, dimana pabrik - pabrik baju mulai banyak didirikan di daerah pedesaan yang sebelumnya digunakan untuk area pembuatan senjata. Bahan pembuatan kain wool dimanfaatkan untuk mendanai perang, sehingga munculah produk - produk sintetis  seperti stocking dan pakaian dalam yang  terbuat dari  bahan nilon.
Nuansa baju mereka dibuat dengan memakai warna dasar seperti warna hitam dan bernuansa Navy dengan warna coklat dan hijau kehitaman menghiasi bagian depan. Pakaian yang digunakan adalah kebanyakan  merupakan pakaian yang fleksible dan bermanfaat untuk segala situasi formal atau informal dengan mayoritas mengkombinasikan dengan  pakaian di era 1930-an karena pabrik di desa – desa tersebut khusus membuat tekstil yang bermanfaat untuk mendukung kelancaran  perlengkapan  perang. Yang menjadi trend busana baru adalah pada  tahun 1940 memperkenalkan ikat kepala penutup rambut untuk kalangan pekerja wanita.
Pada masa ini juga  ditandai dengan munculnya kelompok pekerja buruh wanita yang digunakan sebagai  tenaga kerja dengan mendorong wanita - wanita tersebut mulai menggunakan pakaian yang kasual dan multifungsi yang juga sering digunakan oleh pria, semacam pakaian kerja atau perpaduan mantel bengkel dengan bawahan wanita yang trendy untuk acara – acara santai.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat !
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.