Kre Alang adalah salah satu kain produk dari tenun songket khas orang Sumbawa yang dihasilkan dengan cara tradisional dan menjadi motif khas seperti arti dari dua suku kata kre dan alang adalah kre = kain, alang = berasal dari bahasa Melayu Kuno artinya gemerlapan atau kemilau karena disongket atau ditenun dengan benang emas / perak. Tradisi nesek seperti halnya sekelompok wanita dari beragam suku Sumbawa sedang menenun selembar kain merupakan denyut nadi keseharian kaum wanita Sumbawa yang sudah lama dilakukan yaitu mulai zaman Kesultanan, dari Sultan Harunnurrasjid I (1674 - 1702) hingga Sultan Muhammad Kaharudin III (1931 - 1958).
Pada masa lampau, saat kemegahan atas masa – masa jaya Kesultanan Sumbawa masih berkuasa di Sumbawa, semua gadis Sumbawa pandai menenun teknik palekat maupun songket tradisional. Kain - kain itu terbuat dari katun dan sutra yang dirajut dengan menerapkan tehnik menenun nomer satu, dikombinasikan dengan benang perak dan emas sebagai asesorisnya.
Kerajinan yang dilakoni sebagai salah satu bisnis UKM oleh mayoritas wanita Sumbawa yang berprofesi sebagai ibu – ibu rumah tangga ini kian hari berkembang pesat hingga sebelum tercetusnya Perang Dunia II, dimana ada banyak gadis Sumbawa yang memilih untuk bekerja di rumah saja yaitu menenun, menyulam, dan menjahit.
Motif dan ornamen kain tenun Sumbawa sejak dulu dikenal mengandung makna filosofis, yaitu hubungan timbal balik antara manusia dengan pola kehidupan agraris di dalam masyarakat Sumbawa, kondisi alam dan lingkungan, serta representasi pola kekerabatan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari - harinya. Akar dari budaya Sumbawa sebenarnya lahir dari persimpangan banyak budaya lainnya yang selanjutnya tersebar di seluruh tanah Nusantara. Adat istiadat dan budaya Sumbawa ( Suku Samawa) berkembang pesat selama berabad - abad tahun ke masa depan dan mendapat banyak pengaruh yang cukup kuat dan luas dari budaya Kerajaan Majapahit yang masuk lewat budaya Hindu di Pulau Bali. Sedangkan dari utara mendapat pengaruh budaya dari Sulawesi. Namun pada akhirnya, dua kekuatan tersebut mampu menciptakan cikal bakal akar budaya Sumbawa adalah bentukan dari kepercayaan Hindu dan Islam di Pulau Bali dan Sulawesi.
Termasuk budaya berpakaian dan kain yang dikenakan oleh masyarakat Sumbawa sejak zaman Kesultanan yang lampau untuk kelompok perempuan yang belum menikah dan yang sudah berkeluarga. Jenis kain / bahan pakaian tradisional yang paling digemari oleh mereka bahkan gadis dari luar pulau pun suka menjadikannya ikonik pakaian adat Sumbawa adalah kre alang dan kain batik Sumbawa dengan ciri khas motif dan desain manis.
Seiring waktu kian berkembang, ragam corak dan warna kain batik Sumbawa kini mendapat pengaruh besar dari luar pulau seperti para pedagang Nusantara termasuk juga kelompok penjajah kolonial. Meskipun demikian, batik tradisional Sumbawa tetap mampu mempertahankan corak dasarnya sehingga masih dipakai dalam upacara - upacara adat, karena corak dalam hal ini mempunyai perlambang adat dan budaya masing - masing suku di Sumbawa bahkan dewasa ini kain batik Sumbawa mulai disesuaikan dengan trend fashion busana remaja gaul yang berkembang cukup pesat saat ini dan membantu kre alang dan batik Sumbawa menjadi ikon terpoluler budaya nesek yang tetap bernafaskan adat leluhur. Lewat kedua jenis kain tersebut di atas para pelancong yang liburan kesini bisa membaca dengan jelas keunikan dan keagungan budaya leluhur yang pernah berjaya pada abad lampau.
Kre alangyang anda jumpai di mall - mall biasa diaplikasikan sebagai busana adat maupun perlengkapan prosesi adat yang mempunyai berbagai macam motif, dimana pada satu lebar kain umumnya terdapat empat atau lima motif. Ada beberapa motif yang populer dan mendapat banyak penggemar seperti motif cepa ( bunga bersudut delapan ), kemang setange  ( bunga setangkai ), lonto engal, pusuk rebong,  gelampok ( tampuk buah manggis ), pio ( burung ), kayu ( pohon hayat ), ular naga, slimpat ( jalinan ), dan lainnya.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi anda yang suka.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.