Leughok adalah salah satu kue basah khas Aceh yang bentuknya hampir sama dengan lontong (bedanya lontong terbuat dari beras ketan sedangkan leughok terbuat dari pisang).
Bahan – bahan yang tersedia adalah :
-
2 sisir pisang wak / pisang klotok (pilih pisang yang matang sekali di pohon sehingga berasa sangat manis dan alami)
-
100 gram tepung beras putih Rose Brand
-
1 buah kelapa (setengah tua)
-
Secukupnya saja gula pasir
-
Secukupnya garam
-
Secukupnya daun pisang
-
Secukupnya lidi / tusuk gigi
Langkah membuat adalah :
-
Siapkan daun pisang yang telah dirobek - robek sama ukurannya lalu bersihkan.
-
Kupas pisang dari kulitnya lalu pisangnya dihaluskan dengan ulekan atau ditumbuk -tumbuk dengan bawah gelas, (usahakan pisangnya yang tidak berbiji, kalau pun misalnya ada maka pisahkan bijinya dan buang). Jika sudah halus maka tambahkan tepung, sedikit saja garam dan gula secukunya biar manisnya pas di lidah, selanjutnya aduk agar semuanya tercampur rata.
-
Ambil daun pisang yang sudah dirobek - robek tadi lalu dioles dengan minyak kelapa secukupnya saja kemudian tindihkan menjadi 2 lapis lalu tuangkan adonan pisang tadi di atasnya secukupnya saja, sesuai ukuran leughok yang akan anda inginkan. Lalu dibungkus dengan cara digulung dan kedua ujungnya ditusuk dengan lidi / tusuk gigi, lakukan terus sampai adonannya habis.
-
Jika sudah selesai, anda bisa dikukus selama 30 menit dengan dandang dan tungku tradisional agar rasanya lebih wangi.
-
Sambil menunggu leughoknya matang maka ambil kelapanya lalu parut, jika sudah diparut tambahkan sedikit saja garam dan gula sesuai manis yang diinginkan, lalu aduk rata.
-
Jika leughoknya sudah matang, angkat, lalu potong sesuai selera, jika sudah dipotong lalu taburi kelapa parut tadi di atasnya atau lumuri seluruh leughok dengan kelapa, sesuai selera tapi biasanya lebih nikmat kalau dilumuri seluruhnya saja seperti orang Aceh.
Pisang merupakan komoditas pertanian andalan dibeberapa kabupaten di Provinsi Aceh. Ribuan hektar hutan rakyat dibuka untuk ditanami pisang dimana diketahui produktivitas pisang per bulan, khususnya di Kabupaten Pidie yang sukses adalah mampu mencapai 93 tandan pisang per hektar.
Pisang ( musa paradisica ) adalah salah satu buah meja yang digemari di Indonesia karena rasanya enak dan segar, kandungan gizi cukup tinggi, mudah didapat dimana pun terutama pada pasar - pasar tradisional, dengan harga relatif murah. Konsumsi pisang per kapita meningkat tajam sejalan dengan peningkatan pendapatan yang terdapat di beberapa daerah pedesaan di Aceh. Peluang pisang besar untuk pasar domestik ataupun ekspor dimana biasanya pisang diolah menjadi beragam penganan, mampu menembus potensi pasar domestik hingga berkembang dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang tertarik untuk membudidayakan buah pisang. Maka dari itu, peluang pisang semakin besar dan nyata di masa mendatang terutama di Aceh, merupakan salah satu negara pengekspor buah pisang terbesar di dunia, walaupun volumenya relatif kecil. Negara tujuan ekspor adalah Amerika,Asia,dan Timur Tengah.
Selamat mencoba dan anda bisa berkreasi sendiri dengan menambahkan saos berupa gula merah, rasanya semakin mantap jika disantap sebagai kudapan ringan dengan secangkir kopi panas.
Â

Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.