Sajian dari seafood jenisnya beragam, ada yang diolah dengan cara dibuat sup hangat, menjadi bahan utama membuat sambal, digoreng, dipanggang atau dioven hingga menjadi bahan sedap untuk salad bersama dengan sayur dan buah - buahan segar, rasanya mantap dinikmati sebagai menu diet atau disantap bersama menu pendamping berupa nasi, kentang goreng dan yang lainnya seperti menu santap Nusantara biasa.
Di Aceh, warga setempat suka menyantap seafood dengan cara dibuat menjadi mie Aceh seafood yang rasanya gurih dan pedas sehingga banyak yang menyukainya dan dengan mudah bisa anda peroleh pada kedai - kedai makan tradisional Aceh yang khusus menjual sajian seafood, namun bagi anda yang berasal dari luar Aceh, bisa mencoba membuat sendiri di rumah dengan bahan seadanya saja, kami berikan satu resep praktis yang bisa anda contoh :
Bahan – bahan yang disiapkan adalah :
-
4 siung bawang merah
-
3 siung bawang putih
-
3 biji ketumbar
-
1 siung jahe
-
1 bungkus bumbu kare siap pakai terlengkap
-
5 buah cabe merah besar
-
12 buah cabe rawit
-
1 buah bawang bombay
-
2 ekor kepiting segar
-
6 buah udang segar
-
1 biji daun bawang dan setangkai daun seledri
-
1 buah tomat
-
Secukupnya taoge segar
-
3 biji kapulaga
-
Jinten, bubuk merica, garam, penyedap rasa, pala, gula pasir dan cengkeh
-
2 bungkus mie tekor burung dara
Langkah membuat adalah :
-
Haluskan dengan blender bumbu bawah merah 3, bawah putih 2, cabe besar, cabe kecil dan bumbu kare.
-
Setalah itu masukkan irisan bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay ke dalam wajan. Selanjutnya tumis hingga harum dan layu.
-
Masukkan kembali bumbu yang sudah dihaluskan tadi ke dalam wajan lalu aduk hingga rata dan harum, kemudian masukkan daging kepiting dan udang.
-
Setelah semua tercampur maka masukkan bumbu penyedap dan yang lainnya yang sudah disiapkan.
-
Terakhir masukkan potongan tomat, daun bawang, taoge dan mie telur yang sudah direbus terlebih dahulu tetapi jangan terlalu matang.
-
Aduk – aduk hingga tercampur rata.
-
Hidangkan ke dalam piring dan sajikan bersama dengan daun seledri cincang dan sisa irisan bawang merah segar.
Variasi masakan laut khas Nusantara seperti kepiting memang mampu memikat hati siapa saja dan menggugah selera makan termasuk Ibu hamil yang seringkali susah makan dan menginginkan ini itu, yang diistilahkan dengan sebutan ‘ngidam’. Terlebih lagi cita rasa khas tersendiri yang dimiliki oleh daging kepiting, di samping kandungan nutrisi yang bagus bagi kesehatan.
Lantas amankah kepiting bila sering dikonsumsi oleh Ibu hamil ?
Sejauh ini kondisi di atas masih kontroversial terkait aman atau tidaknya kepiting apabila dikonsumsi oleh Ibu hamil. Adanya kandungan merkuri (mercury) dalam kepiting menurut American Pregnancy Association (APA) kepiting mempunyai kandungan merkuri yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan jenis hewan laut lainnya, biasanya dijadikan santapan, umum untuk teman makan nasi seperti ikan tuna dan kerapu.
Kadang - kadang kandungan merkuri tersebut dinilai akan berdampak tidak baik bagi perkembangan otak dan sistem saraf calon janin (bayi) yang ada di dalam kandungan. Oleh karena itu, pengkonsumsian kepiting bagi Ibu hamil dan anak - anak akan mempunyai tingkat porsi aman tersendiri yang direkomendasikan, yaitu tidak lebih dari 6 ons kepiting setiap minggunya.
Selamat menikmati sajian spesial sarapan pagi khas orang Aceh ini yang ternyata sangat mudah dibuat di dapur sendiri dengan bahan – bahan sedanya saja.
Â

Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.