Bagi anda yang suka dengan sajian menarik khas Aceh berupa mie maka tentu sudah tidak asing lagi dengan olahan mie pangsit khas warung angkringan di Kota Aceh. Mie yang identik dengan kerupuk pangsit kriuk dan sayur segar sawi ini sangat lezat dengan paduan kuah kaldu kental dan daging ayam tumis cincangnya yang beraroma wangi karena rempah jahe atau sere.
Dengan tambahan kecap manis, merica bubuk dan saus tomat, rasanya semakin nikmat disantap panas dimana bagi penyuka rasa pedas bisa menambahkan saos cabe rawit halus, tepat dinikmati sebagai menu pendamping nasi ketika cuaca sedang hujan atau pada malam hari, dimana paduan rasa gurih dan kuah kental kaldu yang panas bisa menghangatkan badan anda. Sajian ini juga bermanfaat untuk menghilangkan penyakit flu ringan karena kuah yang panas dan pedas mampu mengeluarkan keringat di badan dan membuat anda merasa lega bernafas setelah usai menyantapnya
Sangat mudah menemui santapan yang kaya akan kandungan kalsium ini namun di warung pangsit Pak De, di Jalan Teuladan, Gampong Keuramat, Banda Aceh ada “toping†khusus yang berbeda dalam racikan semangkok mie pangsit ini dimana semangkuk pangsit tidak hanya disajikan dengan potongan sayur sawi yang segar dan ayam cincang saja, tetapi juga dengan tambahan hati dan ceker ayam yang kaya akan kandungan kalsium serta sepotong telur ayam rebus dan taburan kerupuk bawang putih.
Menu lain yang dijual adalah mie bakso dan mie pangsit ceker. Dari dua jenis makanan ini, yang paling digemari dan menjadi favorit remaja usai jam sekolah di Kota Aceh adalah mie pangsit ceker. Tekstur mienya berwarna kuning berasa gurih dan sangat lembut sehingga memberikan sensasi tersendiri ketika anda kunyah serta tidak mudah mengembang saat terlalu lama berendam dalam kuah kaldu yang panas.
Supriadi, pria berusia 52 tahun yang biasa disapa Pak De adalah pemilik dan pengelola rumah makan mie pangsit tersebut di atas ini mengaku pertama kali menjual mie pangsit ceker di kampung halamannya, Jawa Timur. Di sana, menu dengan olahan ceker merupakan kebiasaan masyarakat di desa saat akan bersantap makan siang yang seadanya. Namun setelah menuai sukses dan banyak orang yang suka dengan mie pangsit olahannya, ia memutuskan akhirnya berekspansi ke Kota Aceh.
“Banyak masyarakat yang senang dengan pangsit ceker ini, sehari saja tak buka mereka bertanya kenapa,†ujar Pak De kepada The Atjeh Post, Senin, 29 Oktober 2012 yang lalu. Sebelum disajikan bersama dengan mie pangsit goreng yang garing, ceker direbus sampai empuk dan mengeluarkan kuah kaldu yang kental. Sehingga saat disantap akan mampu menambah kenikmatan tersendiri. Di warung Pak De, mie pangsit ceker disajikan dengan nasi putih / lontong dan minuman seperti es sirop atau teh dingin pahit.
Soal harga sangat terjangkau oleh pelancong asal luar pulau, dimana semangkok mie pangsit ceker hanya dihargai Rp 7 ribu. Untuk minumannya berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu saja. Makanan tersebut memang sengaja dihargai tidak terlalu mahal agar mampu terjangkau oleh anak – anak sekolahan yang umumnya berkantong pas – pasan usai mereka sekolah. “Murah meriah saja, yang penting banyak penikmatnya. Ketika hari hujan, banyak penikmat yang datang. Sampai terkadang tak ada lagi tempat duduk bagi yang telat datang,†ujarnya.
Jika anda mau mencoba makanan yang enak dan murah serta bergizi dari Aceh yang terkenal hingga keluar pulau maka tak ada salahnya mencoba mie pangsit gampong keuramat Aceh tersebut di atas.
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.