Semua pecinta kuliner Nusantara pastilah sependapat bahwa pucung gabung adalah legenda kuliner Betawi yang keberadaannya saat ini sudah hampir punah. Anda bisa mencoba resep olahan pucung gabus ini untuk menikmati kelezatannya.
Bahan – bahan tersedia adalah :Â
500 gram ikan gabus, bersihkan potong 2 bagian
1 buah jeruk nipis
4 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
250 ml air
500 ml air
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
5 lembar daun jeruk
2 batang serai, memarkan
1 sdt garam
1 sdt gula pasir
3 batang daun bawang
2 batang seledri
5 buah cabai hijau besar, potong serong
1 buah tomat, potong - potong
½ sdt kaldu instan
Minyak untuk menggoreng
Haluskan :
10 buah bawang merah
6 siung bawang putih
4 butir kemiri goreng
5 buah kluwak, ambil dagingnya, rendam
2 cm kunyit bakar
5 buah cabai rawit merah
Cara memasak adalah :
1. Lumuri ikan gabus dengan air jeruk nipis, garam, bawang putih, dan sedikit air. Diamkan selama 15 menit. Panaskan minyak, goreng ikan gabus sampai matang dan garing.
2. Panaskan 4 sendok makan minyak lalu tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, serai, dan daun jeruk sampai bumbu benar - benar harum.
3. Tambahkan air, garam, gula pasir, dan kaldu instant, masak sampai mendidih dan bumbu matang.
3. Masukkan ikan gabus goreng, tomat, daun bawang, seledri, dan cabai hijau, serta bahan yang lainnya lalu aduk rata. Angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng.
Pucung gabus yang nikmat siap disajikan bersama dengan nasi putih dan es kelapa muda sebagai menu santap siang anda yang spesial.
Selain rasanya enak, albumin ikan gabus atau ikan kutuk / ikan bogo ternyata mempunyai kandungan yang hebat dan bermanfaat bagi media kesehatan keluarga khususnya penderita penyakit degeneratif. Ikan gabus / ikan kutuk / ikan bogo tak lain adalah channa striata nama latinnya dan merupakan salah satu ikan predator yang mudah ditemui di danau atau sungai yang berarus tenang. Ikan gabus atau ikan kutuk ini mempunyai kepala seperti ular dan membuat orang - orang luar negeri biasa menyebutnya dengan istilah snake fish.
Ikan gabus banyak ditemukan di danau, rawa - rawa, sungai maupun sawah di NTT. Pada saat musim hujan, bisa menyebabkan kebanjiran ikan gabus yang seringkali terdampar di parit - parit kecil di sekitar rumah penduduk dekat area pantai. Tak jarang juga ikan gabus ini memasuki area sawah dan menjadi hama bagi petani karena ikan gabus ini suka memangsa ikan - ikan kecil yang sengaja dipelihara oleh petani di sawahnya.
Demikian kami menjelaskan semoga saja bermanfaat !


Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.