Pada tahun 2016 yang lalu, sajian Nusantara bernama sate taichan ini berhasil meraih popularitas tertinggi untuk omset penjualan yang lebih banyak dilakukan hingga ke area pedesaan dimana semua orang menyukainya. Peminat sate taichan ini berlanjut hingga awal tahun 2017, dimana penggemarnya masih terus meningkat dan melebar hingga ke usia remaja dan anak – anak. Hal ini dapat anda buktikan dari banyaknya kedai atau pedagang kaki lima yang menjual sate taichan dari pagi hari hingga tengah malam dengan beragam variasi saos yang rata – rata berasa manis dan pedas.
Sate taichan adalah salah satu sate ayam yang diolah dengan cara dibakar tanpa terlebih dahulu dibalur dengan kecap dan bumbu kacang. Hidangan ini ditemukan pertama kali dari pedagang kaki lima di daerah Senayan, Jakarta dan kini sudah menyebar sampai ke seluruh Indonesia terutama di luar Pulau Jawa.
Amir merupakan salah seorang pedagang sate taichan senior di daerah Senayan, Jakarta yang mengaku bahwa dirinya adalah sebagai pelopor dari terciptanya hidangan sate taichan yang biasanya disajikan bersama dengan ketupat lontong. Menurut pengakuan Amir, resep sate taichan racikannya pertama kali diberikan oleh pembeli satenya sendiri yang berasal dari Jepang. "Pertamanya ada pasangan yang laki - laki orang Jepang, yang perempuan orang kita (Indonesia). Masih ingat saya nama perempuannya, Inet. Laki - lakinya itu mau bikin sate sendiri. Dia kasih garam ke dagingnya sama jeruk nipis dan sambal. Terus saya tanya 'Ini sate apa namanya ?' Kata orangnya 'taichan!'," cerita Amir pada KompasTravel, Rabu (4/1/2017). Â
"Kalau untuk franchise harga paketnya itu Rp. 20 - 25 juta. Di sate taichan Kemang yang ini (berlokasi di Kemang) saya bisa jual 1.500 sampai 2.000 tusuk per hari. Dengan untung bersih Rp. 3 juta sehari," kata Rio, panggilan akrabnya terhadap KompasTravel.Â
Saat ini sate taichan bisa dengan mudah ditemui pada beberapa lokasi khususnya di Kota Jakarta. Uniknya adalah sate taichan disini selalu dijual pada malam hari menjelang subuh dimana peminatnya adalah kelompok laki – laki pekerja malam, namun banyak juga warga setempat / orang biasa saja yang rela keluar malam hari hanya untuk bisa mendapatkan sepiring sate ini. Salah satu sentra sate taichan terbesar di Jakarta adalah kawasan wisata di Senayan, tepatnya di depan pintu gerbang Stadion Gelora Bung Karno, Jalan Plaza Barat, sekitar lebih dari sepuluh penjual sate taichan berjejer rapi di lokasi – lokasi tersebut yang khusus menjual sate dengan beragam varian saos bahkan mulai menjual sate dari ikan laut pun tersedia, ada udang, cumi, gurita, hiu, penyu dan yang lainnya.
Sejak saat itulah sate taichan mulai banyak dikenal oleh warga setempat terutama oleh warga keturunan Tionghoa yang mulai bereksperimen membuat sate taichan dengan terlebih dahulu membalurnya dengan saos sambal pedas atau saos sambal kacang dengan kecap manis. Tren ini di sepanjang tahun tetap saja digemari dan membuat bisnis berjualan sate taichan semakin menggiurkan untuk dilakoni sebagai salah satu bisnis warung angkringan yang mudah dijual di pasar – pasar tradisional. Seperti sate taichan khas Kemang yang pertama kali dirintis oleh Lerry Mario pada tahun 2015, kini telah sukses memiliki 12 kedai franchise.
Demikian kami menjelaskan semoga bermanfaat bagi anda yang menyukai beragam sajian dari sate.
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Comments (0)
No comments yet. Be the first to comment.